Furafylline adalah senyawa kimia yang digunakan dalam penelitian ilmu hayat, terutama dalam bidang biologi sel dan penelitian kanker. Bahan ini memiliki aktivitas farmakologis yang unik, yaitu mampu memengaruhi sistem saraf dan menghambat enzim tertentu, sehingga menjadi alat penting dalam studi mekanisme penyakit. Dalam laboratorium, Furafylline sering digunakan sebagai bahan bantu untuk mengeksplorasi efek senyawa tertentu terhadap pertumbuhan sel kanker atau respons sel terhadap obat.
Furafylline memiliki sifat kimia stabil dan mudah disimpan dalam kondisi tertentu, sehingga memudahkan penggunaan dalam skala laboratorium. Keberadaan senyawa ini dalam bentuk padat dan konsentrasi yang tepat memungkinkan peneliti untuk menggunakannya dalam berbagai eksperimen tanpa kehilangan aktivitasnya. Selain itu, senyawa ini memiliki daya reaksi yang baik terhadap berbagai reagen, menjadikannya pilihan yang baik dalam berbagai reaksi kimia dan biokimia.
Di laboratorium Indonesia, Furafylline digunakan dalam penelitian kanker dan studi biologi sel untuk memahami mekanisme penyakit dan pengembangan obat. Bahan ini juga diterapkan dalam penelitian tentang efek senyawa tertentu terhadap pertumbuhan sel, yang sangat relevan dengan kebutuhan ilmiah di bidang kesehatan dan farmasi.
- Penelitian kanker untuk mengamati efek senyawa terhadap pertumbuhan sel kanker
- Studi biologi sel untuk memahami mekanisme respons sel terhadap obat
- Eksperimen farmakologis untuk mengevaluasi aktivitas senyawa pada sistem saraf
- Pengujian reaktivitas senyawa dalam reaksi kimia dan biokimia
- Penelitian tentang penghambatan enzim tertentu dalam proses metabolisme
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 80288-49-9 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Life Science > Cell Biology > Cancer Research |
| Ukuran kemasan | 25mg |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan kelembapan |
Furafylline harus disimpan dalam wadah tertutup yang kedap udara, jauh dari sumber cahaya dan kelembapan untuk menjaga kualitasnya. Bahan ini tidak beracun dalam dosis kecil, tetapi tetap perlu dihindari kontak langsung dengan kulit atau mata. Dalam laboratorium, senyawa ini sebaiknya dikelola dengan hati-hati, dan penggunaan harus mengikuti protokol keselamatan yang berlaku.
- Fuhr dkk. (1995). Availability of furafylline. Pharmacogenetics doi:10.1097/00008571-199506000-00007
- Clarke dkk. (1994). Characterization of the inhibition of P4501A2 by furafylline. Xenobiotica doi:10.3109/00498259409043254
- Kunze dkk. (1993). Isoform-selective mechanism-based inhibition of human cytochrome P450 1A2 by furafylline. Chemical Research in Toxicology doi:10.1021/tx00035a009
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.

