Flumioxazin adalah senyawa kimia yang digunakan dalam penelitian bidang kehidupan, khususnya dalam studi nutrisi seluler. Bahan ini berperan sebagai agen penghambat enzim, yang berfungsi mengontrol reaksi biokimia tertentu dalam lingkungan laboratorium. Flumioxazin sering digunakan dalam eksperimen yang memerlukan pengendalian aktivitas enzim untuk memahami mekanisme metabolisme dan proses nutrisi di dalam sel.
Flumioxazin memiliki sifat kimia yang stabil dan dapat larut dalam pelarut organik, sehingga memudahkan proses penyiapan dan penggunaannya dalam berbagai reaksi kimia. Karena sifat ini, senyawa ini dipilih sebagai bahan baku dalam penelitian yang memerlukan presisi dan konsistensi. Selain itu, Flumioxazin memiliki struktur molekuler yang spesifik, yang memungkinkan interaksi yang terukur dengan berbagai substrat enzimatik.
Di laboratorium Indonesia, Flumioxazin digunakan dalam penelitian bidang biologi seluler dan nutrisi. Bahan ini menjadi alat penting bagi peneliti yang ingin mempelajari dinamika metabolisme sel dan efek dari berbagai faktor nutrisi terhadap aktivitas enzim. Ketersediaannya memudahkan para peneliti untuk melakukan eksperimen yang akurat dan berbasis bukti.
- Penelitian metabolisme sel untuk memahami proses penguraian nutrisi
- Pengujian aktivitas enzim dalam lingkungan laboratorium untuk mengontrol reaksi kimia
- Studi interaksi molekuler dalam proses nutrisi dan metabolisme
- Eksperimen farmakologis untuk mengamati efek senyawa pada aktivitas enzim
- Analisis komponen nutrisi dalam bahan makanan untuk penelitian nutrisi
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 103361-09-7 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Life Science > Cell Biology > Nutrition Research |
| Ukuran kemasan | 100mg, 500mg |
| Bentuk fisik | Serbuk kristalin |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Flumioxazin harus disimpan dalam wadah tertutup rapat untuk mencegah kontaminasi dan kelembapan. Bahan ini sebaiknya disimpan di tempat sejuk dan kering, jauh dari sumber cahaya langsung dan paparan udara bebas. Dalam laboratorium, Flumioxazin harus ditangani dengan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker, karena sifat kimianya yang mungkin bersifat iritatif. Selalu pastikan wadahnya tidak bocor dan dijauhkan dari bahan kimia lain yang tidak kompatibel.
- Sahoo dkk. (2019). Effect of Bio-Fertilizers and Flumioxazin on Microflora and Yield of Groundnut (Arachis hypogaea L.) in Alfisol of West Bengal. International Journal of Current Microbiology and Applied Sciences doi:10.20546/ijcmas.2019.809.056
- Steppig dkk. (2018). Insecticide Seed Treatments Reduced Crop Injury from Flumioxazin, Chlorsulfuron, Saflufenacil, Pyroxasulfone, and Flumioxazin + Pyroxasulfone + Chlorimuron in Soybean. International Journal of Agronomy doi:10.1155/2018/9107549
- McNaughton dkk. (2014). Soybean (Glycine max) Tolerance to Timing Applications of Pyroxasulfone, Flumioxazin, and Pyroxasulfone + Flumioxazin. Weed Technology doi:10.1614/wt-d-14-00016.1
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.

