TCI G0090 Tripropionin, atau gliseril tripropanoat, adalah triester gliserol dengan asam propionat. Rantai asilnya yang sangat pendek membuat senyawa ini berwujud cairan tak berwarna pada suhu ruang dan memiliki kelarutan yang jauh lebih baik dalam sistem berair dibandingkan trigliserida rantai panjang. Di laboratorium, Tripropionin berperan sebagai blok bangunan sintesis organik, sebagai pelarut atau pembawa, dan yang paling sering, sebagai substrat model untuk mempelajari reaksi hidrolisis ester secara enzimatik maupun kimiawi.
Keunggulan utama Tripropionin adalah kemampuannya membentuk sistem reaksi yang hampir homogen sehingga kinetika hidrolisis dapat dipelajari tanpa kerumitan reaksi antarmuka yang biasa terjadi pada lemak berantai panjang. Sebagai cairan, bahan ini mudah dipipet dan ditakar secara volumetrik. Ketiga gugus esternya melepas asam propionat ketika terhidrolisis, sehingga perubahan reaksi dapat dipantau dengan titrasi otomatis maupun pengukuran pH. Sifat ini menjadikannya standar praktis untuk membandingkan aktivitas berbagai esterase dan lipase secara langsung.
Laboratorium biokimia, bioteknologi, dan kimia organik di Indonesia menggunakan Tripropionin pada penapisan enzim hasil isolasi mikroba lokal, kajian biokatalisis, serta praktikum enzimologi yang membutuhkan substrat sederhana dan terukur. Bahan ini juga dipakai sebagai pemlastis skala penelitian dan sebagai perantara sintesis berbasis gliserol. Kemasan 25 g dan 500 g menjawab kebutuhan laboratorium yang menjalankan uji dalam jumlah sedikit maupun yang rutin melakukan penapisan enzim secara berseri sepanjang tahun.
- Substrat standar penapisan aktivitas lipase dan esterase, karena hidrolisisnya melepas asam propionat yang mudah dipantau dengan titrasi pH terkendali.
- Sistem reaksi model kinetika hidrolisis ester, sebab kelarutannya yang relatif baik mengurangi kerumitan reaksi antarmuka pada trigliserida rantai panjang.
- Blok bangunan sintesis organik berkerangka gliserol, karena gugus propionil dapat berperan sebagai pelindung sementara yang dilepas pada tahap reaksi lanjutan.
- Pelarut dan pembawa senyawa organik berpolaritas menengah, sebab wujud cairnya memudahkan pencampuran tanpa memerlukan proses pemanasan atau peleburan terlebih dahulu.
- Pemlastis skala penelitian untuk polimer ester, karena molekulnya yang kecil menyisip di antara rantai polimer dan meningkatkan kelenturan bahan uji.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 139-45-7 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25 g dan 500 g |
| Bentuk fisik | cairan tak berwarna |
| Penyimpanan | tempat sejuk, kering, berventilasi, dan terlindung cahaya sesuai anjuran label produsen |
Simpan Tripropionin dalam botol aslinya yang tertutup rapat pada tempat sejuk, kering, dan berventilasi baik, jauh dari sinar matahari langsung, sumber panas, dan nyala api. Sebagai ester, bahan ini dapat terhidrolisis perlahan bila terpapar uap air, sehingga wadah sebaiknya tidak dibiarkan terbuka lebih lama dari yang diperlukan. Gunakan pipet atau alat takar yang bersih dan kering, serta hindari kontaminasi silang antar botol. Kenakan sarung tangan, pelindung mata, dan jas laboratorium saat menuang, bekerjalah di lemari asam bila tersedia, dan serap tumpahan dengan bahan penyerap inert.
- (2009). VITAMIN B12 DEFICIENCY AND TRIPROPIONIN TOXICITY. Nutrition Reviews doi:10.1111/j.1753-4887.1964.tb07779.x
- Mukeba dkk. (2023). Bond dissociation energies of ethyl valerate and tripropionin. Journal of Molecular Modeling doi:10.1007/s00894-023-05666-6
- Huang dkk. (2025). Tributyrin is more effective than tripropionin in reducing plasma cholesterol in hypercholesterolemic hamsters. Food Science and Human Wellness doi:10.26599/fshw.2024.9250425
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
