Glycylglycine Benzyl Ester p-Toluenesulfonate adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai eksperimen biokimia dan penelitian molekuler. Bahan ini termasuk dalam kategori peptida dan reagen, yang sering digunakan untuk studi struktur dan fungsi protein. Dalam laboratorium, senyawa ini berperan sebagai substrat atau modulator dalam reaksi enzimatik, serta sebagai bahan bantu dalam sintesis senyawa kompleks.
Karakteristik utama dari Glycylglycine Benzyl Ester p-Toluenesulfonate adalah kelarutan dalam pelarut organik dan stabilitasnya dalam kondisi tertentu. Senyawa ini juga memiliki reaktivitas yang baik terhadap reaksi kimia tertentu, sehingga memudahkan proses sintesis dan analisis. Karena sifatnya yang khas, senyawa ini dipilih untuk aplikasi yang membutuhkan presisi dan keandalan hasil.
Dalam konteks laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan oleh peneliti di berbagai institusi, termasuk universitas dan lembaga riset. Bahan ini sering diterapkan dalam penelitian biomedis, farmakologi, dan kimia organik. Ketersediaannya di pasar lokal memudahkan akses bagi para ilmuwan yang membutuhkan bahan ini untuk eksperimen mereka.
- Digunakan dalam studi struktur protein untuk memahami interaksi molekuler
- Cocok untuk sintesis senyawa peptida kompleks karena reaktivitasnya
- Dapat digunakan sebagai substrat dalam uji aktivitas enzim tertentu
- Berguna dalam analisis kimia untuk mengidentifikasi senyawa organik
- Memiliki potensi dalam penelitian farmakologi untuk pengembangan obat baru
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 1738-82-5 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Life Science > Biochemicals and Reagents > Peptides |
| Ukuran kemasan | 5g |
| Bentuk fisik | Padatan |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup dan jauh dari cahaya langsung |
Senyawa ini harus disimpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari paparan cahaya langsung untuk menjaga stabilitasnya. Penyimpanan di suhu kamar yang sejuk dan kering sangat disarankan. Saat mengambil atau memanfaatkan bahan ini, pastikan untuk menggunakan peralatan pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Hindari kontak langsung dengan kulit atau mata, serta pastikan area kerja tetap bersih dan terkontrol untuk mencegah risiko kecelakaan.
—

