Heptacosane (CAS No. 593-49-7) adalah senyawa hidrokarbon alifatik dengan struktur rantai panjang yang terdiri dari 27 atom karbon. Bahan ini digunakan sebagai bahan baku dalam berbagai reaksi kimia, terutama dalam sintesis senyawa kompleks yang memerlukan struktur rantai hidrokarbon stabil. Heptacosane sering ditemukan dalam berbagai aplikasi seperti penelitian material, analisis spektroskopi, dan pembuatan senyawa intermediat. Dalam laboratorium, senyawa ini berfungsi sebagai bahan dasar yang dapat dimodifikasi melalui reaksi kimia untuk menghasilkan produk akhir yang lebih kompleks.
Heptacosane memiliki sifat kimia yang stabil, tidak reaktif terhadap kebanyakan pelarut dan kondisi lingkungan biasa. Karakteristik ini membuatnya menjadi pilihan yang tepat untuk digunakan dalam lingkungan laboratorium yang memerlukan bahan yang tidak mudah terdegradasi. Selain itu, senyawa ini memiliki titik didih dan titik leleh yang tinggi, sehingga cocok untuk digunakan dalam proses yang memerlukan suhu tinggi tanpa mengalami perubahan struktur.
Dalam konteks laboratorium Indonesia, Heptacosane sering digunakan dalam penelitian kimia murni dan analisis kuantitatif. Bahan ini juga ditemukan dalam berbagai institusi pendidikan tinggi dan lembaga penelitian yang fokus pada sintesis senyawa organik. Ketersediaannya di pasar lokal menjadikannya pilihan yang praktis untuk kebutuhan penelitian di berbagai bidang ilmu kimia.
- Heptacosane digunakan dalam sintesis senyawa organik kompleks karena struktur rantainya yang stabil dan mudah dimodifikasi.
- Bahan ini cocok untuk analisis spektroskopi karena memiliki sifat kimia yang tidak mudah bereaksi dan tidak mengganggu hasil pengukuran.
- Heptacosane sering digunakan sebagai bahan baku dalam pembuatan senyawa intermediat untuk reaksi kimia tertentu.
- Bahan ini digunakan dalam penelitian material karena sifat fisiknya yang stabil dan tidak mudah terdegradasi.
- Heptacosane dapat digunakan dalam penelitian tentang struktur molekuler dan interaksi molekuler dalam lingkungan laboratorium.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 593-49-7 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 1g, 10g |
| Bentuk fisik | Padat, berbentuk padat kristalin |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Heptacosane harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering untuk mencegah penguapan dan reaksi dengan udara. Bahan ini tidak beracun, tetapi tetap perlu dihindari kontak langsung dengan kulit dan mata. Wadah yang digunakan harus terbuat dari bahan tahan korosi, seperti plastik atau kaca, untuk mencegah reaksi kimia. Dalam laboratorium, senyawa ini dianggap sebagai bahan yang relatif aman, tetapi tetap harus dihandle dengan hati-hati untuk memastikan keselamatan dan presisi dalam penggunaannya.
- Takamizawa dkk. (1990). Effect of Sample Weight on Micro DSC Measurements of Heptacosane. Chemistry Letters doi:10.1246/cl.1990.63
- Pompili dkk. (1990). Enthalpy of vaporization of n-heptacosane and n-nonacosane from their vapour pressure determinations. Thermochimica Acta doi:10.1016/0040-6031(90)80548-d
- Moll (1992). Identification of 27-oxo-octacosanoic acid and heptacosane-1,27-dioic acid in Legionella pneumophila. FEMS Microbiology Letters doi:10.1016/0378-1097(92)90354-q
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
