Langsung ke informasi produk
1 dari 2

TCI

CAS 6004-24-6

Hexadecylpyridinium Chloride Monohydrate TCI H0078

Hexadecylpyridinium Chloride Monohydrate TCI H0078
Harga reguler Rp 886.200,00
Harga reguler Harga obral Rp 886.200,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 4-5 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI H0078 Hexadecylpyridinium Chloride Monohydrate, atau setilpiridinium klorida monohidrat, adalah surfaktan kationik yang tersusun dari cincin piridinium bermuatan positif dan rantai heksadesil enam belas karbon. Struktur ini menjadikannya salah satu surfaktan kationik paling banyak dipakai di laboratorium, baik sebagai objek penelitian maupun sebagai alat bantu proses. Peranannya mencakup pembentukan misel, modifikasi permukaan bermuatan negatif, serta pengendalian antarmuka pada sistem polimer dan koloid. Dalam kategori aditif polimer, senyawa ini kerap dipakai untuk mengubah kompatibilitas pengisi anorganik terhadap matriks organik.

Sifat yang menonjol adalah muatan positif permanen pada nitrogen cincin piridinium yang tidak bergantung pada pH lingkungan. Muatan tetap ini membuat senyawa mampu menempel kuat pada permukaan bermuatan negatif seperti lempung, silika, serat selulosa, maupun kaca, lalu mengarahkan rantai hidrokarbonnya ke luar sehingga permukaan berubah menjadi hidrofobik. Senyawa juga berwujud padatan kristal putih yang mudah ditimbang dan larut dalam air maupun pelarut polar, sehingga pembuatan larutan induk berjalan praktis. Bentuk monohidratnya memberi kestabilan penyimpanan yang baik dibandingkan bentuk anhidrat yang lebih higroskopis.

Laboratorium di Indonesia memakainya pada riset pengolahan air, pengembangan lempung terorganofilisasi untuk nanokomposit, penelitian antimikroba, serta praktikum kimia koloid yang membahas konsentrasi misel kritis. Tersedianya kemasan 25 g, 100 g, dan 500 g memberi keleluasaan: ukuran kecil untuk praktikum dan uji pendahuluan, ukuran besar untuk penelitian berulang atau percobaan yang menuntut volume larutan besar.

  • Penentuan konsentrasi misel kritis pada praktikum kimia koloid, karena perilaku agregasinya jelas dan mudah diamati lewat tegangan permukaan maupun konduktivitas.
  • Modifikasi lempung menjadi organolempung, sebab kation setilpiridinium menggantikan kation antarlapis dan membuat lempung kompatibel dengan matriks polimer nonpolar.
  • Penelitian aktivitas antimikroba dan formulasi antiseptik, mengingat surfaktan kationik berinteraksi dengan membran sel bermuatan negatif pada mikroorganisme uji.
  • Reagen presipitasi polisakarida bermuatan, karena mampu membentuk kompleks dengan makromolekul anionik sehingga membantu pemisahan dan pemurnian sampel.
  • Aditif pengubah permukaan pada riset pelapisan, sebab lapisan teradsorpsinya menurunkan energi permukaan substrat anorganik secara nyata dan terkendali.

Merek TCI (Tokyo Chemical Industry)
Nomor CAS 6004-24-6
Rumus molekul
Kemurnian
Kategori Materials Science > Polymer/Macromolecule Reagents > Polymer Additives
Ukuran kemasan 25 g, 100 g, dan 500 g
Bentuk fisik padatan kristal atau serbuk putih
Penyimpanan simpan di tempat sejuk dan kering dengan wadah tertutup rapat, terlindung dari kelembapan

Simpan setilpiridinium klorida monohidrat dalam wadah tertutup rapat di ruang yang sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya langsung agar kandungan air kristalnya tetap terjaga. Gunakan spatula bersih dan kering setiap kali pengambilan, lalu tutup kembali wadah dengan segera. Serbuknya dapat mengiritasi mata, kulit, dan saluran pernapasan, sehingga penimbangan sebaiknya dilakukan perlahan untuk menekan terbentuknya debu, idealnya di dalam lemari timbang atau lemari asam. Kenakan sarung tangan, masker, kacamata pelindung, dan jas laboratorium. Hindari pembuangan langsung ke saluran air karena surfaktan kationik bersifat toksik bagi organisme akuatik.

  • Paradies dkk. (1993). Structure of N-hexadecylpyridinium chloride monohydrate. Acta Crystallographica Section C Crystal Structure Communications doi:10.1107/s010827019201179x
  • Malik dkk. (2016). Krafft temperature and thermodynamic study of interaction of glycine, diglycine, and triglycine with hexadecylpyridinium chloride and hexadecylpyridinium bromide: A conductometric approach. Journal of Molecular Liquids doi:10.1016/j.molliq.2015.11.017
  • BAKSHI (2000). Hexadecylpyridinium Chloride + Dodecylpyridinium Chloride Mixed Micelles in Aqueous Glycol Oligomer Solution. Journal of Japan Oil Chemists' Society doi:10.5650/jos1996.49.333

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.