Heneicosanoic Acid (HC21:0) adalah asam lemak jenuh dengan rantai karbon sepanjang 21 atom. Bahan ini digunakan dalam penelitian material elektro-kimia, terutama dalam pengembangan kuantum dot koloid (colloidal quantum dots) untuk aplikasi optoelektronik dan sensor. Dalam laboratorium, HC21:0 berperan sebagai bahan dasar untuk sintesis nanopartikel dengan sifat optik dan elektronik yang spesifik. Bahan ini sering dipakai dalam penelitian ilmu material, terutama dalam pengembangan bahan semikonduktor organik dan anorganik. Karena sifatnya yang stabil dan reaktivitas yang terkendali, HC21:0 menjadi pilihan utama dalam berbagai eksperimen yang membutuhkan bahan dengan struktur molekuler kompleks.
Heneicosanoic Acid memiliki sifat kimia yang stabil dan daya tahan terhadap reaksi kimia yang tidak diinginkan. Molekulnya bersifat hidrofobik, sehingga mudah larut dalam pelarut organik seperti heksana atau toluena. Karakteristik ini memungkinkan bahan ini untuk digunakan dalam sintesis nanopartikel dengan kontrol presisi tinggi. Selain itu, HC21:0 memiliki titik leleh yang tinggi, sehingga cocok untuk penyimpanan dalam kondisi normal tanpa kehilangan sifat kimia. Karena kestabilannya, bahan ini sangat cocok untuk digunakan dalam penelitian yang membutuhkan konsistensi dan presisi.
Di laboratorium Indonesia, Heneicosanoic Acid digunakan dalam berbagai penelitian ilmu material, terutama dalam pengembangan teknologi optoelektronik dan sensor. Bahan ini sering dipakai oleh peneliti di universitas dan lembaga riset untuk eksperimen terkait kuantum dot dan bahan semikonduktor. Karena kehandalannya dalam proses sintesis dan aplikasi yang luas, HC21:0 menjadi bahan yang penting dalam penelitian ilmu material di Indonesia.
- Sintesis kuantum dot untuk aplikasi optoelektronik karena sifat kimia stabil dan reaktivitas terkendali
- Pengembangan bahan semikonduktor organik karena kemampuannya untuk membentuk struktur molekuler kompleks
- Penelitian sensor kimia karena kemampuannya untuk berinteraksi dengan molekul target
- Eksperimen material dengan struktur rantai karbon panjang untuk studi sifat fisik dan kimia
- Pengujian sifat hidrofobik dalam penelitian pelarut organik dan interaksi molekuler
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 2363-71-5 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Materials Science > Electronic Materials > Colloidal Quantum Dot (QD) Research Reagents |
| Ukuran kemasan | 1g, 10g |
| Bentuk fisik | Padat, berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari sinar matahari langsung |
Heneicosanoic Acid harus disimpan dalam wadah tertutup dan kering, jauh dari paparan udara dan sinar matahari langsung. Bahan ini bersifat hidrofobik, sehingga wadah yang sesuai adalah wadah kaca atau plastik tahan kimia. Dalam penanganan, harus menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk menghindari kontak langsung. Bahan ini tidak beracun, tetapi tetap perlu dihindari kontak dengan kulit dan mata. Penyimpanan yang tepat akan memastikan kualitas dan konsistensi bahan dalam jangka waktu yang lebih lama.
- Ghaskadvi dkk. (2000). Alternate Measurement of the Viscosity Peak in Heneicosanoic Acid Monolayers. Langmuir doi:10.1021/la0006925
- Lin dkk. (1990). X-ray diffraction studies of the effects of calcium(2+) and copper(2+) on Langmuir monolayers of heneicosanoic acid. Langmuir doi:10.1021/la00101a007
- Escamilla-Ruiz dkk. (2025). Spontaneous Formation of Micelles and Vesicles in Langmuir Monolayers of Heneicosanoic Acid. ACS Omega doi:10.1021/acsomega.4c03100
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
