Behenic Acid (Asam Behenic) adalah senyawa kimia yang digunakan secara luas dalam berbagai eksperimen kimia di laboratorium. Sebagai salah satu senyawa building blocks, Behenic Acid memiliki struktur molekul yang sederhana namun sangat penting dalam sintesis senyawa kompleks. Bahan ini sering digunakan dalam reaksi esterifikasi, saponifikasi, dan pembuatan surfaktan. Dalam laboratorium, Behenic Acid berperan sebagai bahan dasar untuk pengembangan produk kimia, termasuk bahan baku kosmetik, pangan, dan bahan tambahan makanan.
Behenic Acid memiliki sifat kimia yang stabil dan tidak mudah bereaksi dengan bahan kimia lainnya, sehingga memudahkan proses manipulasi dan penyimpanan. Senyawa ini bersifat padat, berwarna putih, dan tidak berbau. Keunggulan utamanya adalah kemurniannya yang tinggi, yang memastikan hasil eksperimen tetap akurat dan konsisten. Karakteristik ini menjadikannya pilihan utama untuk penelitian yang membutuhkan presisi tinggi.
Di laboratorium Indonesia, Behenic Acid sering digunakan dalam penelitian bidang kimia, farmasi, dan teknologi pangan. Bahan ini menjadi bagian dari kebutuhan dasar dalam berbagai penelitian yang melibatkan sintesis senyawa organik. Karena sifatnya yang stabil dan aplikasi yang luas, Behenic Acid menjadi bahan yang banyak dicari oleh peneliti dan laboratorium lokal.
Brosur TCI (PDF)
- Colloidal Quantum Dot (QD) Research Reagents 2026-05-21 · hal. 3
- Lipids 2025-12-17 · hal. 4
- Building Blocks for Organic Semiconductor 2026-03-24 · hal. 43
- Sintesis senyawa organik kompleks untuk penelitian kimia murni
- Pembuatan surfaktan dan emulsifier dalam industri kosmetik dan pangan
- Esterifikasi untuk produksi bahan baku kosmetik dan bahan tambahan makanan
- Reaksi saponifikasi dalam pembuatan sabun dan deterjen
- Pengembangan bahan baku untuk industri farmasi dan biomedis
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 112-85-6 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g |
| Bentuk fisik | Padat, berwarna putih |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah kedap udara dan jauh dari paparan cahaya langsung |
Behenic Acid harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan jauh dari sumber panas serta sinar matahari langsung. Bahan ini bersifat tidak beracun, tetapi tetap perlu dihindari kontak langsung dengan kulit atau mata. Dalam laboratorium, pastikan penggunaan dilakukan di area yang terkontrol dan menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan kacamata pelindung. Penanganan yang tepat akan memastikan keamanan dan kualitas bahan dalam eksperimen kimia.
- Cavaliere-Jaricot dkk. (2006). Electrochemical and coupled XPS studies on Langmuir–Blodgett mixed films of behenic acid and over-grafted platinum nanoparticles: Effect of the behenic acid removal. Progress in Solid State Chemistry doi:10.1016/j.progsolidstchem.2005.11.006
- Bezrodna (2013). Temperature dynamics of dimer formation in behenic acid: FT-IR spectroscopic study. Journal of Molecular Structure doi:10.1016/j.molstruc.2013.02.034
- Kim dkk. (2024). Inhibitory Effect of Moringa oleifera Seed Extract and Its Behenic Acid Component on Staphylococcus aureus Biofilm Formation. Antibiotics doi:10.3390/antibiotics14010019
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.








