Langsung ke informasi produk
1 dari 2

TCI

CAS 112-85-6

Behenic Acid, CAS 112-85-6, TCI D0963

Behenic Acid, CAS 112-85-6, TCI D0963

Identitas Kimia

Nama lain
Docosanoic Acid
No. CAS
112-85-6
PubChem
CID 8215·SID 87567550
Rumus molekul
C22H44O2
Berat molekul
340.59 g/mol
Kemurnian
>80.0%(GC)
Basis data rujukan
ChEBI·ChemSpider·ECHA·Wikipedia
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
docosanoic acid
SMILES
CCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCC(=O)O
InChIKey
UKMSUNONTOPOIO-UHFFFAOYSA-N
MDL
MDL00002807
Harga reguler Rp 530.250,00
Harga reguler Rp 386.400,00 Harga obral Rp 530.250,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

Behenic Acid, atau asam dokosanoat, adalah asam lemak jenuh rantai lurus dengan 22 atom karbon yang dipasok oleh TCI. Asam lemak ini secara alami terdapat dalam beberapa minyak nabati, termasuk minyak biji kelor (Moringa oleifera), yang juga tumbuh luas di Indonesia. Di laboratorium, asam behenat dipakai sebagai building block untuk sintesis ester, amida, dan garam logam rantai panjang, sebagai standar dalam analisis lipid, dan sebagai bahan model dalam kajian lapisan tipis serta material berbasis lemak.

Rantai alkil yang panjang dan jenuh membuat asam behenat bersifat sangat hidrofobik, berbentuk padatan seperti lilin pada suhu ruang, dan stabil terhadap oksidasi dibandingkan asam lemak tak jenuh. Gugus karboksilatnya tetap reaktif untuk esterifikasi, amidasi, maupun pembentukan garam. Kombinasi kepala polar dan ekor nonpolar yang panjang membuatnya membentuk monolayer yang teratur pada antarmuka udara–air. Sifat ini banyak dimanfaatkan dalam penelitian film Langmuir–Blodgett dan permukaan termodifikasi.

Bagi laboratorium di Indonesia, asam behenat berguna untuk riset oleokimia, kosmetik, pangan, dan material, mengingat industri kelapa sawit dan turunannya sangat berkembang di dalam negeri. Laboratorium analisis dapat memakainya sebagai pembanding asam lemak rantai sangat panjang. Kemasan 25g cocok untuk riset dan analisis rutin, sedangkan 500g sesuai untuk formulasi skala pilot, sintesis turunan dalam jumlah besar, atau laboratorium yang memakainya secara berkala.

Brosur TCI (PDF)

  • Standar analisis asam lemak: setelah diubah menjadi metil ester, asam behenat dipakai sebagai pembanding puncak C22:0 dalam kromatografi gas profil lipid minyak dan lemak.
  • Sintesis perak behenat: reaksi dengan garam perak menghasilkan perak behenat, yang dikenal sebagai bahan kalibrasi sudut kecil pada difraksi sinar-X dan bahan citra termal.
  • Film Langmuir–Blodgett: kepala karboksilat dan ekor C22 yang panjang membentuk monolayer teratur, sehingga cocok untuk kajian antarmuka, pelapisan, dan sensor permukaan.
  • Formulasi kosmetik dan pelumas: sifat lilin dan hidrofobisitasnya dimanfaatkan dalam riset pengental, pelembut, dan aditif pelumas berbasis asam lemak rantai panjang.
  • Sintesis ester dan amida lemak: gugus karboksilat yang reaktif memungkinkan pembuatan behenil ester, amida, atau surfaktan baru untuk penelitian oleokimia dan material.

Merek TCI
Nomor CAS 112-85-6
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 25g, 500g
Bentuk fisik padatan berwujud seperti lilin pada suhu ruang
Penyimpanan suhu ruang, wadah tertutup rapat, kering, jauh dari oksidator

Simpan asam behenat dalam wadah asli yang tertutup rapat di tempat kering dan sejuk pada suhu ruang, jauh dari panas berlebih, nyala api, dan zat pengoksidasi kuat. Wadah kaca atau plastik tahan bahan kimia yang bersih sudah memadai. Saat menimbang atau menggiling, hindari terbentuknya debu dan kerjakan di area berventilasi. Gunakan sarung tangan, kacamata pengaman, dan jas laboratorium. Hindari kontak dengan mata. Tumpahan dapat disapu dalam keadaan kering lalu dikumpulkan sebagai limbah kimia padat sesuai SDS.

  • Cavaliere-Jaricot dkk. (2006). Electrochemical and coupled XPS studies on Langmuir–Blodgett mixed films of behenic acid and over-grafted platinum nanoparticles: Effect of the behenic acid removal. Progress in Solid State Chemistry doi:10.1016/j.progsolidstchem.2005.11.006
  • Bezrodna (2013). Temperature dynamics of dimer formation in behenic acid: FT-IR spectroscopic study. Journal of Molecular Structure doi:10.1016/j.molstruc.2013.02.034
  • Kim dkk. (2024). Inhibitory Effect of Moringa oleifera Seed Extract and Its Behenic Acid Component on Staphylococcus aureus Biofilm Formation. Antibiotics doi:10.3390/antibiotics14010019

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.