Behenic Acid, dengan nomor CAS 112-85-6, adalah asam lemak jenuh dengan rantai karbon yang sangat panjang. Bahan ini sering digunakan sebagai bahan baku dalam berbagai reaksi kimia, terutama dalam sintesis senyawa organik kompleks. Sebagai salah satu dari banyak asam lemak, Behenic Acid memiliki struktur molekuler yang stabil dan dapat berfungsi sebagai pengikat, pelarut, atau bahan pembentuk dalam berbagai aplikasi laboratorium. Dalam laboratorium, bahan ini digunakan untuk memperoleh senyawa baru atau memodifikasi struktur molekul tertentu.
Behenic Acid memiliki sifat kimia yang sangat stabil, dengan titik leleh yang tinggi dan kemampuan untuk larut dalam pelarut organik seperti eter dan kloroform. Karakteristik ini membuatnya menjadi pilihan yang ideal dalam berbagai reaksi kimia yang memerlukan kondisi stabil dan reaktivitas terkendali. Selain itu, keberadaan rantai karbon panjangnya memberikan sifat fisika yang unik, seperti daya tarik dan kemampuan untuk membentuk struktur kompleks.
Di laboratorium Indonesia, Behenic Acid sering digunakan dalam penelitian kimia, farmasi, dan industri kecantikan. Bahan ini juga menjadi bagian dari program pendidikan dan penelitian di berbagai institusi, termasuk universitas dan lembaga riset. Karena kestabilannya dan kegunaannya yang luas, Behenic Acid menjadi bahan yang sangat diminati oleh para peneliti dan praktisi kimia di Indonesia.
Brosur TCI (PDF)
- Colloidal Quantum Dot (QD) Research Reagents 2026-05-21 · hal. 3
- Lipids 2025-12-17 · hal. 4
- Sintesis senyawa organik kompleks karena struktur molekulnya yang stabil dan reaktif.
- Pembuatan pelarut khusus untuk reaksi kimia yang memerlukan kondisi tertentu.
- Pengembangan bahan baku untuk industri farmasi dan kosmetik.
- Penelitian tentang sifat fisika dan kimia dari senyawa dengan rantai karbon panjang.
- Pengujian kualitas bahan kimia dalam proses pemurnian dan karakterisasi senyawa.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 112-85-6 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g, 25g |
| Bentuk fisik | Padat (bentuk serbuk atau batang, tergantung pada kemasan) |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering. |
Behenic Acid harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, menjauh dari sumber panas dan paparan udara. Bahan ini bersifat tidak mudah terbakar, tetapi tetap perlu dihindari kontak langsung dengan kulit dan mata. Wadah yang digunakan sebaiknya terbuat dari bahan tahan korosi seperti plastik atau kaca. Dalam penggunaan, pastikan area kerja bersih dan gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan kacamata pelindung untuk meminimalkan risiko kontak langsung.
- Cavaliere-Jaricot dkk. (2006). Electrochemical and coupled XPS studies on Langmuir–Blodgett mixed films of behenic acid and over-grafted platinum nanoparticles: Effect of the behenic acid removal. Progress in Solid State Chemistry doi:10.1016/j.progsolidstchem.2005.11.006
- Bezrodna (2013). Temperature dynamics of dimer formation in behenic acid: FT-IR spectroscopic study. Journal of Molecular Structure doi:10.1016/j.molstruc.2013.02.034
- Kim dkk. (2024). Inhibitory Effect of Moringa oleifera Seed Extract and Its Behenic Acid Component on Staphylococcus aureus Biofilm Formation. Antibiotics doi:10.3390/antibiotics14010019
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.








