Linoleic Acid TCI L0053 adalah senyawa kimia yang digunakan secara luas dalam berbagai eksperimen kimia dan penelitian. Sebagai asam lemak esensial, senyawa ini berperan penting dalam sintesis senyawa kompleks, terutama dalam bidang organik dan farmasi. Dalam laboratorium, Linoleic Acid sering digunakan sebagai bahan dasar untuk membangun molekul baru atau sebagai komponen dalam reaksi kimia tertentu. Karena sifatnya yang reaktif, senyawa ini menjadi pilihan utama untuk para peneliti yang membutuhkan bahan yang dapat berpartisipasi dalam berbagai jenis reaksi kimia.
Linoleic Acid memiliki struktur molekuler yang kompleks, terdiri dari rantai karbon yang panjang dan gugus karboksilat di ujungnya. Senyawa ini bersifat tidak jenuh, sehingga sangat reaktif terhadap berbagai kondisi kimia. Sifat ini membuatnya sangat cocok untuk reaksi seperti hidrogenasi, esterifikasi, dan reaksi substitusi. Selain itu, Linoleic Acid memiliki sifat fisika yang stabil dalam kondisi tertentu, sehingga memudahkan penggunaan dan penyimpanannya dalam laboratorium.
Dalam konteks laboratorium di Indonesia, Linoleic Acid digunakan secara luas dalam penelitian kimia, farmasi, dan industri kosmetik. Banyak institusi pendidikan dan lembaga penelitian mengandalkan senyawa ini untuk eksperimen yang memerlukan bahan dasar organik yang dapat bereaksi secara efektif. Ketersediaannya di pasar lokal membuat senyawa ini mudah diakses oleh para peneliti dan mahasiswa.
- Penelitian sintesis senyawa organik kompleks karena sifat reaktif dan struktur molekulnya
- Eksperimen kimia dalam bidang farmasi untuk pengembangan obat baru
- Pengujian reaksi esterifikasi dalam laboratorium kimia murni
- Penelitian tentang sifat fisika dan kimia senyawa non-heterosiklik
- Penggunaan dalam pembuatan bahan baku kosmetik dan produk perawatan kulit
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 60-33-3 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25mL, 100mL, 500mL |
| Bentuk fisik | Cairan berwarna jernih |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Linoleic Acid sebaiknya disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering untuk mencegah kontaminasi dan reaksi kimia yang tidak diinginkan. Karena sifatnya yang reaktif, senyawa ini harus dihindari dari paparan udara dan cahaya langsung. Selama penyimpanan, pastikan wadah tidak terbuka dan terjauh dari bahan kimia lain yang bersifat oksidatif. Dalam penggunaan, selalu gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan kacamata pelindung untuk meminimalkan risiko kontak langsung.
- A. dkk. (2002). Cell-adhered conjugated linoleic acid regulates isomerization of linoleic acid by resting cells of Propionibacterium freudenreichii. Applied Microbiology and Biotechnology doi:10.1007/s00253-002-1151-0
- Villas-Boas dkk. (2016). Linoleic acid increases ethanol production in Saccharomyces cerevisiae and is converted into conjugated linoleic acid under aerobiosis. New Biotechnology doi:10.1016/j.nbt.2016.06.1428
- Shikata dkk. (1994). Metabolic Response to Dietary Stearic Acid, Linoleic Acid, and Highly Unsaturated Fatty Acid in Carp. Fisheries science doi:10.2331/fishsci.60.735
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
