Nonanoic Acid (Asam Nonanoat) adalah senyawa organik yang digunakan secara luas dalam berbagai eksperimen kimia di laboratorium. Bahan ini termasuk dalam kategori senyawa pembangun dasar (building blocks) yang digunakan untuk sintesis senyawa kompleks. Nonanoic Acid memiliki struktur molekul yang sederhana namun sangat penting dalam reaksi kimia seperti esterifikasi, reduksi, dan reaksi substitusi. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai bahan baku untuk pembuatan produk kimia lainnya, termasuk ester, asam lemak, dan senyawa aromatik.
Nonanoic Acid memiliki sifat kimia yang stabil dan tidak mudah bereaksi secara spontan. Senyawa ini bersifat tidak berwarna dan berbentuk cair dengan aroma khas. Karena sifatnya yang tidak reaktif, Nonanoic Acid mudah disimpan dan digunakan dalam berbagai kondisi laboratorium. Selain itu, senyawa ini memiliki titik didih yang relatif tinggi, sehingga cocok untuk reaksi yang membutuhkan suhu tinggi.
Di laboratorium Indonesia, Nonanoic Acid sering digunakan dalam penelitian kimia, pendidikan, dan industri. Bahan ini sangat relevan dalam program studi kimia, farmasi, dan teknologi material. Karena kehandalannya dalam berbagai reaksi kimia, Nonanoic Acid menjadi pilihan utama para peneliti dan mahasiswa yang membutuhkan senyawa pembangun dasar yang stabil dan mudah ditemukan.
Brosur TCI (PDF)
- Colloidal Quantum Dot (QD) Research Reagents 2026-05-21 · hal. 3
- Lipids 2025-12-17 · hal. 4
- Building Blocks for Organic Semiconductor 2026-03-24 · hal. 41
- Reagents for Biological Research 2025-03-11 · hal. 63
- Nonanoic Acid digunakan dalam sintesis ester untuk produksi bahan kimia industri.
- Senyawa ini cocok untuk eksperimen esterifikasi dalam kuliah kimia organik.
- Nonanoic Acid sering dipakai dalam reaksi reduksi untuk menghasilkan senyawa karbonil.
- Bahan ini digunakan dalam pembuatan senyawa aromatik sebagai bahan baku.
- Nonanoic Acid juga digunakan dalam penelitian material untuk pengembangan polimer biodegradable.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 112-05-0 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25mL, 100mL, 500mL |
| Bentuk fisik | Cair |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup dan jauh dari sumber panas. |
Nonanoic Acid harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat yang sejuk dan kering. Bahan ini bersifat korosif dan bisa menyebabkan iritasi kulit serta mata jika terkena langsung. Oleh karena itu, penggunaan harus dilakukan dengan menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan kacamata pelindung. Simpan jauh dari bahan kimia yang bersifat basa atau reduktor untuk mencegah reaksi tidak diinginkan. Pastikan wadah tidak bocor dan simpan di tempat yang tidak terkena sinar matahari langsung.
- Fuchs dkk. (1999). 9-(3,4-Dimethyl-5-pentyl-furan-2-yl) nonanoic Acid and 9-(3,4-DimethyI-5-propyl-furan-2-yl) nonanoic Acid: New Naturally Occurring Peroxidase Inhibitors. Zeitschrift für Naturforschung C doi:10.1515/znc-1999-1112
- Seidenari (1994). Echographic evaluation with image analysis of irritant reactions induced by nonanoic acid and hydrochloric acid. Contact Dermatitis doi:10.1111/j.1600-0536.1994.tb01953.x
- Wahlberg dkk. (2003). Nonanoic acid – an experimental irritant. Contact Dermatitis doi:10.1111/j.0105-1873.2003.00208.x
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.








