Heptanoic Acid (TCI H0030) adalah senyawa organik yang digunakan secara luas dalam berbagai eksperimen kimia di laboratorium. Bahan ini termasuk dalam kategori senyawa pembangun (building blocks) yang tidak mengandung heterosiklik. Heptanoic Acid memiliki struktur molekuler yang sederhana namun sangat penting dalam sintesis senyawa kompleks. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai bahan dasar untuk pembuatan ester, asam lemak, atau senyawa lain yang memerlukan reaksi esterifikasi atau hidrolisis.
Heptanoic Acid memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, namun tetap memerlukan penanganan yang hati-hati karena sifatnya yang sedikit korosif dan aroma yang tajam. Karena kestabilannya, senyawa ini cocok untuk digunakan dalam reaksi kimia yang memerlukan suhu moderat hingga sedang. Ketersediaan dalam berbagai kemasan juga memudahkan penggunaan untuk berbagai skala eksperimen.
Di laboratorium Indonesia, Heptanoic Acid sering ditemukan dalam berbagai penelitian kimia, terutama dalam bidang sintesis organik dan analisis kimia. Bahan ini menjadi pilihan utama bagi peneliti yang membutuhkan senyawa dasar dengan sifat kimia yang dapat diprediksi dan mudah diakses. Karena ketersediaannya yang cukup luas, senyawa ini menjadi bagian penting dalam kebutuhan bahan kimia di banyak institusi penelitian dan pendidikan.
- Sintesis senyawa ester untuk pembuatan bahan kimia industri
- Reaksi esterifikasi dalam pembuatan produk kosmetik dan farmasi
- Analisis komponen kimia dalam sampel organik menggunakan teknik kromatografi
- Pembuatan senyawa intermediat dalam sintesis senyawa kompleks
- Uji sifat kimia senyawa organik dalam penelitian material baru
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 111-14-8 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25mL, 500mL |
| Bentuk fisik | Cairan berwarna jernih |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Heptanoic Acid harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, menjauh dari sumber panas dan sinar matahari langsung. Wadah yang sesuai adalah botol kaca atau plastik tahan kimia dengan tutup yang kedap udara. Saat mengambil atau menggunakan bahan ini, harus menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Hindari kontak langsung dengan kulit dan mata, serta pastikan area kerja memiliki ventilasi yang baik untuk mengurangi risiko paparan uap.
- Karlsson dkk. (2000). Complexation in the heptanoic acid-heptylamine system. Colloid & Polymer Science doi:10.1007/s003960050002
- English dkk. (2008). Stability of a Surface Adlayer at Elevated Temperature: Coronene and Heptanoic Acid on Au(111). The Journal of Physical Chemistry C doi:10.1021/jp076642r
- Clifford dkk. (2004). Subatmospheric Vapor Pressure Curves for Propionic Acid, Butyric Acid, Isobutyric Acid, Valeric Acid, Isovaleric Acid, Hexanoic Acid, and Heptanoic Acid. Journal of Chemical & Engineering Data doi:10.1021/je034180e
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
