Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 60-33-3

Linoleic Acid TCI L0124

Linoleic Acid TCI L0124
Harga reguler Rp 1.829.100,00
Harga reguler Harga obral Rp 1.829.100,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 4-5 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

Linoleic Acid adalah asam lemak tak jenuh ganda berantai delapan belas karbon dengan dua ikatan rangkap, dan termasuk kelompok omega-6 yang bersifat esensial bagi manusia maupun hewan karena tidak dapat disintesis sendiri oleh tubuh. Sebagai building block non-heterosiklik, senyawa ini menjadi bahan dasar bagi beragam turunan lipid, mulai dari ester, amida, hingga epoksida dan hidroperoksida. Di laboratorium, linoleic acid berperan sebagai standar analisis lipid, substrat enzim lipoksigenase, serta komponen suplemen pada media kultur sel yang membutuhkan sumber asam lemak esensial.

Sifat yang menjadikannya sangat berharga sekaligus menuntut kehati-hatian adalah kehadiran dua ikatan rangkap tak terkonjugasi yang dipisahkan oleh gugus metilen. Struktur ini membuat senyawa mudah mengalami autooksidasi oleh oksigen udara, cahaya, dan panas, membentuk hidroperoksida yang justru menjadi objek kajian penting dalam penelitian oksidasi lipid dan antioksidan. Pada suhu ruang berwujud cairan minyak yang tidak larut dalam air namun larut baik dalam pelarut organik seperti etanol dan kloroform. Kereaktifan terkendali inilah yang menjadikannya model baku untuk menguji daya hambat senyawa antioksidan.

Laboratorium di Indonesia memanfaatkannya secara luas pada riset pangan, gizi, dan minyak nabati, mengingat besarnya industri minyak kelapa sawit, kedelai, dan jagung di dalam negeri yang komposisi asam lemaknya perlu dianalisis secara rutin. Laboratorium pengujian mutu pangan memakainya sebagai standar identifikasi pada analisis kromatografi gas, sementara kelompok riset farmasi dan bioteknologi menggunakannya dalam kajian antioksidan alami, inflamasi, serta pengembangan formulasi emulsi dan nutraseutikal.

  • Standar analisis kromatografi gas asam lemak, karena profil retensinya dikenal baik sehingga membantu identifikasi komponen minyak nabati secara meyakinkan.
  • Uji daya hambat antioksidan, sebab kecenderungannya mengalami autooksidasi menjadikannya substrat model untuk mengukur kemampuan senyawa uji menekan pembentukan peroksida.
  • Substrat enzim lipoksigenase dan siklooksigenase, mengingat ikatan rangkap ganda tak terkonjugasinya merupakan target alami bagi enzim pengolah lipid tersebut.
  • Suplementasi media kultur sel, karena asam lemak esensial ini dibutuhkan sel tertentu untuk membentuk membran dan mendukung pertumbuhan secara normal.
  • Sintesis turunan lipid dan surfaktan, sebab gugus karboksilnya mudah diesterifikasi atau diamidasi menjadi berbagai senyawa amfifilik untuk penelitian formulasi.

Merek TCI (Tokyo Chemical Industry)
Nomor CAS 60-33-3
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 5 g dan 25 g
Bentuk fisik cairan menyerupai minyak
Penyimpanan simpan dingin, terlindung dari cahaya dan udara, dalam wadah tertutup rapat

Linoleic Acid sangat peka terhadap oksigen, cahaya, dan panas, sehingga penyimpanan dingin di lemari pendingin dalam wadah tertutup rapat dan terlindung cahaya sangat dianjurkan. Gunakan botol kaca gelap atau bungkus dengan aluminium foil, dan bila memungkinkan alirkan gas inert seperti nitrogen ke ruang kosong botol sebelum ditutup kembali untuk menekan autooksidasi. Ambil hanya jumlah yang diperlukan, hindari membuka botol berulang kali dalam waktu singkat, dan biarkan wadah mencapai suhu ruang sebelum dibuka agar tidak terjadi pengembunan. Kenakan sarung tangan, kacamata pelindung, dan jas laboratorium selama penanganan.

  • A. dkk. (2002). Cell-adhered conjugated linoleic acid regulates isomerization of linoleic acid by resting cells of Propionibacterium freudenreichii. Applied Microbiology and Biotechnology doi:10.1007/s00253-002-1151-0
  • Villas-Boas dkk. (2016). Linoleic acid increases ethanol production in Saccharomyces cerevisiae and is converted into conjugated linoleic acid under aerobiosis. New Biotechnology doi:10.1016/j.nbt.2016.06.1428
  • Shikata dkk. (1994). Metabolic Response to Dietary Stearic Acid, Linoleic Acid, and Highly Unsaturated Fatty Acid in Carp. Fisheries science doi:10.2331/fishsci.60.735

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.