Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 112-80-1

Oleic Acid TCI O0180

Oleic Acid TCI O0180

Identitas Kimia

No. CAS
112-80-1
PubChem
CID 445639·SID 87574181
Rumus molekul
C18H34O2
Berat molekul
282.5 g/mol
Kemurnian
>99.0%(GC)(T)
Basis data rujukan
ChEBI·ChemSpider·ECHA·Wikipedia
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
(Z)-octadec-9-enoic acid
SMILES
CCCCCCCC/C=C\CCCCCCCC(=O)O
InChIKey
ZQPPMHVWECSIRJ-KTKRTIGZSA-N
Harga reguler Rp 1.618.050,00
Harga reguler Rp 1.130.850,00 Harga obral Rp 1.618.050,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Volume
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI O0180 Oleic Acid adalah asam lemak tak jenuh tunggal dengan delapan belas atom karbon. Asam ini memiliki satu ikatan rangkap cis di tengah rantai dan gugus karboksilat di salah satu ujungnya. Oleic acid termasuk asam lemak yang paling banyak ditemukan di alam, terutama dalam minyak nabati. Di laboratorium, bahan ini berperan sebagai reagen, standar lipid, surfaktan, dan ligan permukaan. Sifat amfifiliknya, yaitu kepala polar dan ekor hidrofobik yang panjang, membuatnya berguna di berbagai bidang, mulai dari biokimia hingga sintesis material nano.

Bahan ini dipilih karena sifat fisikokimianya yang khas. Ikatan rangkap cis membuat rantainya menekuk, sehingga oleic acid berupa cairan pada suhu ruang, berbeda dengan asam stearat jenuh yang berupa padatan. Gugus karboksilatnya dapat berikatan dengan permukaan logam atau oksida logam, sedangkan ekor hidrokarbonnya memberikan kestabilan di pelarut nonpolar. Ikatan rangkapnya juga dapat dimodifikasi lebih lanjut melalui epoksidasi, hidrogenasi, atau pemutusan oksidatif, sehingga memperluas kegunaannya sebagai building block.

Di Indonesia, sebagai negara produsen minyak sawit terbesar, penelitian oleokimia berkembang pesat di universitas dan industri. Oleic acid berkualitas reagen dari TCI dapat menjadi bahan acuan yang konsisten untuk studi turunan asam lemak, formulasi emulsi, dan sintesis nanopartikel. Kemasan 5mL dan 25mL sesuai untuk kebutuhan riset dan analisis yang memerlukan kemurnian terjaga dan hasil yang dapat diulang.

Kelebihan (brosur TCI)

  • Ligan pelapis rantai alkil panjang dengan dispersibilitas tinggi
  • Sering digunakan pada tahap sintesis QD

Brosur TCI (PDF)

  • Ligan penstabil dalam sintesis nanopartikel: gugus karboksilatnya mengikat permukaan partikel oksida logam atau kuantum dot, sementara rantainya mencegah aglomerasi di pelarut organik nonpolar.
  • Standar dan pembanding analisis lipid: bahan ini dapat dipakai sebagai acuan identifikasi asam lemak pada analisis kromatografi setelah derivatisasi menjadi ester metil yang sesuai.
  • Studi oleokimia dan modifikasi ikatan rangkap: ikatan rangkap cis dapat dijadikan substrat epoksidasi, hidrogenasi, atau metatesis untuk mengembangkan turunan asam lemak bernilai tambah.
  • Formulasi emulsi dan sistem surfaktan: sifat amfifiliknya, terutama dalam bentuk garam oleat, membantu menstabilkan emulsi minyak dalam air untuk penelitian farmasi dan kosmetik.
  • Penelitian biokimia membran dan metabolisme lipid: sebagai asam lemak alami, bahan ini relevan untuk kajian interaksi lipid dengan membran sel, enzim, dan protein pengikat asam lemak.

Dari brosur TCI

  • Ligan pelapis selama sintesis QD koloid

Merek TCI (Tokyo Chemical Industry)
Nomor CAS 112-80-1
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 5mL, 25mL
Bentuk fisik cairan pada suhu ruang
Penyimpanan simpan tertutup rapat, sejuk, terlindung dari cahaya dan udara

Oleic acid dapat teroksidasi perlahan pada ikatan rangkapnya bila sering terpapar udara, cahaya, dan panas. Simpan dalam botol asli atau botol kaca gelap yang tertutup rapat, di tempat sejuk dan terlindung dari sinar matahari. Untuk penyimpanan jangka panjang, isi ruang kosong botol dengan gas inert. Gunakan sarung tangan dan kacamata pelindung karena bahan ini dapat mengiritasi kulit dan mata. Jauhkan dari oksidator kuat dan ikuti panduan SDS dari pemasok.

  • Dimitriadis (1995). Antioxidant effect of oleic acid on HDL in diabetes. Atherosclerosis doi:10.1016/0021-9150(95)90036-5
  • Kurokawa (1995). Similar to oleic acid, eicosapentaenoic acid stimulates apolipoprotein B secretion by inhibiting its intracellular degradation in Hep G2 cells. Atherosclerosis doi:10.1016/0021-9150(94)05399-4
  • Atomi (1993). Presence of carnitine acetyltransferase in peroxisomes and in mitochondria of oleic acid-grown Saccharomyces cerevisiae. FEMS Microbiology Letters doi:10.1016/0378-1097(93)90533-8

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.