Tricosanoic Acid (TCI T0402) adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai penelitian ilmiah, terutama dalam bidang material elektronik dan nanoteknologi. Bahan ini memiliki struktur molekuler panjang yang memungkinkan penggunaannya dalam pembuatan kuantum dot koloid (colloidal quantum dots) yang memiliki sifat optik dan elektronik unik. Tricosanoic Acid berperan sebagai ligan atau pelarut dalam sintesis kuantum dot, sehingga memengaruhi sifat optik dan stabilitas material tersebut.
Tricosanoic Acid memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu dan dapat larut dalam pelarut organik seperti toluena atau heksana. Karena sifatnya yang tidak reaktif dan kemampuannya untuk membentuk kompleks dengan logam transisi, senyawa ini dipilih untuk aplikasi yang memerlukan kestabilan dan konsistensi dalam proses sintesis. Ketersediaan dalam berbagai varian kemasan juga memudahkan penggunaan dalam skala laboratorium.
Di laboratorium Indonesia, Tricosanoic Acid digunakan dalam penelitian terkait material elektronik, termasuk pengembangan perangkat optoelektronik dan sensor. Bahan ini menjadi bagian penting dalam penelitian kolaboratif yang berfokus pada inovasi material untuk aplikasi industri dan teknologi masa depan.
Brosur TCI (PDF)
- Colloidal Quantum Dot (QD) Research Reagents 2026-05-21 · hal. 3
- Lipids 2025-12-17 · hal. 4
- Building Blocks for Organic Semiconductor 2026-03-24 · hal. 43
- Sintesis kuantum dot koloid untuk aplikasi optoelektronik
- Pengembangan bahan pelapis untuk perangkat nanostruktur
- Penelitian tentang sifat optik dan elektronik material baru
- Pembuatan komponen sensor berbasis material organik
- Pengujian stabilitas dan kinerja material dalam kondisi tertentu
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 2433-96-7 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Materials Science > Electronic Materials > Colloidal Quantum Dot (QD) Research Reagents |
| Ukuran kemasan | 1g, 10g |
| Bentuk fisik | Padat (serbuk) |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Tricosanoic Acid harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, menjauh dari sumber panas dan sinar matahari langsung. Penggunaan wadah kaca atau plastik yang tahan terhadap reaksi kimia dianjurkan. Dalam penanganan, pastikan untuk menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker, karena senyawa ini dapat menyebabkan iritasi jika terkena kulit atau mata.
- Gbabode dkk. (2007). Structures of the High‐Temperature Solid Phases of the Odd‐Numbered Fatty Acids from Tridecanoic Acid to Tricosanoic Acid. Chemistry – A European Journal doi:10.1002/chem.200600955
- Qian dkk. (2023). TM7 (Saccharibacteria) regulates the synthesis of linolelaidic acid and tricosanoic acid, and alters the key metabolites in diapause Clanis bilineata tsingtauica. Frontiers in Physiology doi:10.3389/fphys.2023.1093713
- Shantha dkk. (1990). Nervonic acid versus tricosanoic acid as internal standards in quantitative gas chromatographic analyses of fish oil longer-chain n—3 polyunsaturated fatty acid methyl esters. Journal of Chromatography B: Biomedical Sciences and Applications doi:10.1016/s0378-4347(00)82182-9
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.






