Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 557-59-5

Lignoceric Acid, CAS 557-59-5, TCI T0076

Lignoceric Acid, CAS 557-59-5, TCI T0076

Identitas Kimia

No. CAS
557-59-5
PubChem
CID 11197·SID 87576092
Rumus molekul
C24H48O2
Berat molekul
368.6 g/mol
Kemurnian
>96.0%(T)
Basis data rujukan
ChEBI·ChemSpider·ECHA·Wikipedia
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
tetracosanoic acid
SMILES
CCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCC(=O)O
InChIKey
QZZGJDVWLFXDLK-UHFFFAOYSA-N
Harga reguler Rp 2.147.250,00
Harga reguler Rp 1.517.250,00 Harga obral Rp 2.147.250,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

Lignoceric Acid dari TCI, yang juga dikenal sebagai asam tetrakosanoat, adalah asam lemak jenuh rantai sangat panjang dengan dua puluh empat atom karbon. TCI mengelompokkan bahan ini dalam kategori reagen penelitian colloidal quantum dot (QD), karena asam lemak rantai panjang lazim dipakai sebagai ligan permukaan nanokristal semikonduktor. Selain itu, lignoceric acid juga penting dalam biokimia lipid sebagai senyawa acuan asam lemak rantai sangat panjang (VLCFA) dan komponen sfingolipid.

Bahan ini dipilih karena memiliki gugus karboksilat yang mampu mengikat atom logam di permukaan nanokristal, ditambah rantai alkil jenuh yang sangat panjang dan hidrofobik. Gugus karboksilatnya menjadi titik penambat, sedangkan rantai panjangnya memberi stabilisasi sterik sehingga nanopartikel tetap terdispersi dalam pelarut nonpolar. Panjang rantai ligan juga mempengaruhi laju pertumbuhan, ukuran, dan jarak antarpartikel. Karena itu, lignoceric acid berguna untuk membandingkan efek panjang rantai dengan ligan lain seperti asam oleat atau asam stearat.

Di laboratorium Indonesia, bahan ini relevan bagi kelompok riset nanomaterial dan optoelektronik yang mengembangkan quantum dot untuk sel surya, LED, atau sensor. Bahan ini juga relevan bagi laboratorium biokimia dan klinis yang mempelajari metabolisme lipid. Tersedianya kemasan 1g, 5g, dan 25g memudahkan peneliti menyesuaikan pembelian dengan skala percobaan, mulai dari uji pendahuluan sampai sintesis berulang.

Brosur TCI (PDF)

  • Ligan permukaan quantum dot: gugus karboksilatnya mengikat atom logam di permukaan nanokristal, sementara rantai C24 yang panjang menjaga dispersi koloid dalam pelarut nonpolar.
  • Studi pengaruh panjang rantai ligan: dipakai untuk membandingkan efek ligan rantai sangat panjang terhadap ukuran partikel, laju pertumbuhan, dan jarak antarpartikel dalam film nanokristal.
  • Standar analisis asam lemak: berfungsi sebagai senyawa acuan dalam analisis profil asam lemak, termasuk analisis ester metil asam lemak dengan kromatografi gas.
  • Penelitian metabolisme lipid: sebagai asam lemak rantai sangat panjang, bahan ini dipakai dalam studi biokimia sfingolipid dan gangguan metabolisme peroksisom pada sistem model.
  • Pembuatan monolayer dan lapisan tipis: rantai jenuhnya yang panjang dan teratur cocok untuk studi lapisan Langmuir–Blodgett serta modifikasi permukaan agar bersifat hidrofobik.

Merek TCI
Nomor CAS 557-59-5
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Materials Science > Electronic Materials > Colloidal Quantum Dot (QD) Research Reagents
Ukuran kemasan 1g, 5g, 25g
Bentuk fisik padatan
Penyimpanan wadah tertutup rapat, di tempat sejuk dan kering, jauh dari oksidator

Simpan Lignoceric Acid dalam wadah aslinya yang tertutup rapat, di tempat yang sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya langsung. Jauhkan dari oksidator kuat dan basa kuat. Untuk sintesis quantum dot yang sensitif terhadap pengotor, ambil bahan dengan alat yang bersih dan kering, dan pertimbangkan menyimpan sebagian kecil di desikator atau glovebox. Gunakan sarung tangan, kacamata pelindung, dan jas laboratorium, hindari menghirup debunya, dan rujuk SDS resmi.

  • Yamashita dkk. (2020). Non-Equilibrium Phase-Separated State of(Palmitic Acid/Lignoceric Acid) Mixed Monolayer. Journal of Oleo Science doi:10.5650/jos.ess20038
  • Chen dkk. (1999). Lignoceric Acid and Hexacosanoic Acid: Major Components of Soldier Frontal Gland Secretions of the Formosan Subterranean Termite (Coptotermes formosanus). Journal of Chemical Ecology doi:10.1023/a:1020844817492
  • Kajiyama dkk. (1993). Molecular Resolution Image of Lignoceric Acid Monolayer with Atomic Force Microscope. Chemistry Letters doi:10.1246/cl.1993.1121

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.