Hexadecylpyridinium Bromide (HDPB) adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai aplikasi laboratorium terkait ilmu material dan polimer. Bahan ini merupakan salah satu jenis surfaktan kationik yang memiliki kemampuan untuk mengurangi tegangan permukaan antara dua fase, seperti air dan minyak. Dalam konteks laboratorium, HDPB sering digunakan sebagai aditif dalam formulasi polimer untuk meningkatkan sifat mekanik, stabilitas, atau kinerja produk akhir.
Hexadecylpyridinium Bromide memiliki struktur molekuler yang terdiri dari gugus hidrofobik (hidrokarbon rantai panjang) dan gugus hidrofilik (gugus bromida yang bermuatan positif). Sifat ini memungkinkan senyawa ini berfungsi sebagai agen pengemulsi, pengencer, atau pengatur viskositas. Karena sifatnya yang stabil dan tidak mudah terurai, HDPB menjadi pilihan yang populer dalam berbagai eksperimen kimia dan material.
Dalam konteks laboratorium Indonesia, HDPB digunakan secara luas dalam penelitian polimer, formulasi bahan kimia, dan pengembangan produk industri. Bahan ini sangat relevan untuk institusi penelitian, universitas, dan perusahaan yang bergerak di bidang material, kimia, dan teknologi. Ketersediaannya di pasar lokal membuatnya mudah diakses untuk keperluan penelitian dan pengembangan.
- Penggunaan dalam formulasi polimer untuk meningkatkan stabilitas dan daya tahan produk
- Sebagai agen pengemulsi dalam reaksi kimia yang melibatkan dua fase berbeda
- Penelitian tentang sifat permukaan dan interaksi antar molekul dalam sistem heterogen
- Pengembangan bahan kimia untuk aplikasi industri seperti cat, pelapis, dan bahan komposit
- Penelitian tentang efek surfaktan pada sifat fisik dan mekanik bahan polimer
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 140-72-7 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Materials Science > Polymer/Macromolecule Reagents > Polymer Additives |
| Ukuran kemasan | 25g, 500g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari sinar matahari langsung |
Hexadecylpyridinium Bromide sebaiknya disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, menjauh dari paparan sinar matahari langsung. Bahan ini bersifat kimia yang relatif stabil, tetapi perlu dihindari kontak langsung dengan kulit atau mata. Dalam penggunaan, pastikan menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan kacamata pelindung. Simpan dalam wadah yang tidak berlabel untuk menghindari risiko pencemaran silang.
- Greksàková dkk. (2002). Thermodynamics of the Micellization of Cationic Surfactants 1 -Hexadecyltrimethylammonium Bromide and 1-Hexadecylpyridinium Bromide. Tenside Surfactants Detergents doi:10.1515/tsd-2002-390211
- Malik dkk. (2016). Krafft temperature and thermodynamic study of interaction of glycine, diglycine, and triglycine with hexadecylpyridinium chloride and hexadecylpyridinium bromide: A conductometric approach. Journal of Molecular Liquids doi:10.1016/j.molliq.2015.11.017
- Sakuraba (1990). Spectrophotometric determination of gallium(III) with phenylfluorone in the presence of hexadecylpyridinium bromide and pyridine. Talanta doi:10.1016/0039-9140(90)80209-x
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.

