TCI H0090 Hexamethonium Chloride Dihydrate adalah garam amonium kuaterner ganda berbentuk padatan yang membawa dua muatan positif permanen pada kedua ujung rantai heksametilennya, dipasok dalam bentuk dihidrat. Struktur bismuatan ini menjadikannya senyawa yang sangat larut air dan bersifat ionik kuat. Dalam katalog ini bahan tersebut dikelompokkan sebagai reagen riset titik kuantum koloid, yaitu sebagai senyawa amonium kuaterner yang dipakai peneliti untuk mengatur permukaan, muatan, dan lingkungan ionik partikel nanometer selama proses penyiapan maupun pengolahan pascasintesis.
Sifat yang membuat senyawa ini dipilih adalah muatan gandanya yang tetap ada pada rentang pH luas, karena atom nitrogen kuaterner tidak bergantung pada protonasi seperti amina biasa. Jarak enam atom karbon antara kedua pusat bermuatan memberi geometri jembatan yang khas, sehingga molekul ini dapat menjembatani dua permukaan bermuatan negatif atau menata diri pada antarmuka partikel. Kelarutannya yang tinggi dalam air memudahkan penyiapan larutan induk dengan konsentrasi terukur. Bentuk dihidratnya perlu diperhatikan saat perhitungan massa molekul agar konsentrasi larutan yang disiapkan tetap akurat.
Di Indonesia, bahan ini umumnya digunakan pada laboratorium riset material maju, kelompok riset nanomaterial, serta laboratorium kimia fisik dan biokimia di perguruan tinggi dan lembaga penelitian. Ketersediaan kemasan 25 g, 100 g, dan 500 g memberi keleluasaan, mulai dari uji coba awal skala kecil hingga penelitian yang berjalan panjang dengan pemakaian larutan secara rutin. Pilihan kemasan besar membantu laboratorium menjaga keseragaman bahan antar rangkaian percobaan yang dibandingkan hasilnya.
- Reagen pengatur permukaan pada riset titik kuantum koloid, karena muatan kationik gandanya berinteraksi kuat dengan permukaan partikel yang bermuatan negatif.
- Penyiapan larutan elektrolit bermuatan ganda, sebab senyawa ini mempertahankan dua muatan positif pada rentang pH luas tanpa bergantung pada protonasi.
- Kajian interaksi elektrostatik pada antarmuka koloid, mengingat jarak antar kedua pusat muatannya yang tetap memberi model jembatan ionik yang terdefinisi baik.
- Bahan penyusun sistem kimia supramolekul, karena gugus amonium kuaterner dapat menjadi tamu bagi wadah molekul bermuatan negatif dalam kajian pengenalan molekuler.
- Reagen pembanding dalam penelitian farmakologi dan biokimia, sebab senyawa amonium kuaterner ini memiliki riwayat penggunaan panjang sebagai senyawa rujukan di literatur.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 16986-49-5 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Materials Science > Electronic Materials > Colloidal Quantum Dot (QD) Research Reagents |
| Ukuran kemasan | 25 g, 100 g, dan 500 g |
| Bentuk fisik | padatan, bentuk dihidrat |
| Penyimpanan | simpan di tempat sejuk dan kering, wadah tertutup rapat, lindungi dari kelembapan |
Sebagai garam amonium kuaterner, bahan ini perlu dilindungi dari kelembapan udara agar kandungan air kristalnya tetap stabil dan massa timbang tetap akurat. Simpan dalam wadah asli yang tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, bila perlu di dalam desikator, serta jauh dari bahan pengoksidasi kuat. Lakukan penimbangan dengan spatula kering dan segera tutup kembali wadah untuk mengurangi paparan udara lembap. Gunakan sarung tangan, kacamata pelindung, dan jas laboratorium, serta hindari pembentukan debu saat menangani bahan. Cuci tangan setelah bekerja, dan kumpulkan sisa larutan pada wadah limbah kimia berlabel sesuai prosedur laboratorium.
- Snider dkk. (1994). Hydrogen bonding Part 53. Correlation of differential scanning calorimetric data with IR and dissociation vapor pressure studies of transitions of hexamethonium chloride and bromide dihydrates and hexamethonium bromide monohydrate. Journal of Molecular Structure doi:10.1016/0022-2860(93)07903-a
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
