Langsung ke informasi produk
1 dari 2

TCI

CAS 628-73-9

Hexanenitrile TCI H0102

Hexanenitrile TCI H0102

Identitas Kimia

Nama lain
Amyl Cyanide · Capronitrile
No. CAS
628-73-9
PubChem
CID 12352·SID 87570548
Rumus molekul
C6H11N
Berat molekul
97.16 g/mol
Kemurnian
>97.0%(GC)
Basis data rujukan
ChEBI·ChemSpider·ECHA
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
hexanenitrile
SMILES
CCCCCC#N
InChIKey
AILKHAQXUAOOFU-UHFFFAOYSA-N
MDL
MDL00001979
Harga reguler Rp 1.167.600,00
Harga reguler Harga obral Rp 1.167.600,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Volume
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

=====PRODUK 1=====

Hexanenitrile, yang juga dikenal sebagai kapronitril atau pentil sianida, adalah senyawa organik golongan nitril dengan rantai enam atom karbon yang membawa gugus fungsi nitril. Di laboratorium kimia, senyawa ini berperan penting sebagai building block atau bahan baku antara dalam berbagai jalur sintesis organik, terutama untuk membangun molekul yang lebih kompleks seperti amina, amida, asam karboksilat, dan keton melalui reaksi hidrolisis, reduksi, atau substitusi. Selain itu, hexanenitrile juga kerap digunakan sebagai pelarut aprotik yang relatif polar dan sebagai media reaksi pada studi kinetika dan mekanisme reaksi. Kehadirannya dalam kategori building block non-heterosiklik menjadikannya pilihan andal bagi peneliti yang membutuhkan prekursor alkil nitril yang sederhana namun serbaguna.

Keunggulan utama hexanenitrile terletak pada reaktivitas gugus nitrilnya yang dapat ditransformasikan menjadi beragam gugus fungsi lain dalam kondisi reaksi yang terkendali. Senyawa ini umumnya hadir sebagai cairan bening dengan karakter volatil yang khas, sehingga mudah ditimbang dan dipindahkan menggunakan alat gelas standar maupun jarum suntik pada reaksi skala kecil. Sebagai produk dari TCI, kemurnian dan konsistensi kualitasnya dijaga secara ketat, sehingga hasil sintesis lebih reprodusibel dan risiko kontaminasi silang dapat ditekan. Stabilitas senyawa ini pada penyimpanan yang tepat menjadikannya praktis untuk dipakai berulang dalam jangka waktu tertentu. Sifatnya yang tidak heterosiklik dan rantai karbonnya yang lurus juga memudahkan prediksi perilaku reaksi, baik dari sisi sterik maupun elektronik, sehingga cocok sebagai senyawa model dalam pengembangan metode sintesis maupun dalam pendidikan kimia tingkat lanjut.

Di Indonesia, hexanenitrile banyak dimanfaatkan di laboratorium riset perguruan tinggi, lembaga penelitian seperti BRIN, serta laboratorium industri kimia dan farmasi yang sedang mengembangkan bahan antara obat atau senyawa aktif. Ketersediaan dalam kemasan kecil 5 mL dan 25 mL sangat membantu peneliti lokal yang umumnya bekerja dalam skala milimol hingga puluhan milimol, sehingga tidak perlu membeli dalam jumlah besar yang berisiko terbuang. Dengan rantai pasok bahan kimia yang semakin terjangkau, senyawa ini menjadi jembatan penting antara pendidikan kimia dasar dan penelitian lanjutan di Indonesia.

  • Sintesis amina primer dan sekunder — melalui reduksi gugus nitril menggunakan litium aluminium hidrida atau hidrogenasi katalitik, hexanenitrile menjadi prekursor yang efisien untuk menghasilkan amina rantai enam karbon dengan hasil yang baik.
  • Hidrolisis menjadi asam karboksilat rantai enam karbon — reaksi hidrolisis asam atau basa pada hexanenitrile menghasilkan asam kaproat yang berguna sebagai bahan antara dalam sintesis ester, garam, dan senyawa turunan lemak di laboratorium organik.
  • Pelarut reaksi dan media kristalisasi — polaritas sedang dan stabilitasnya menjadikan hexanenitrile pilihan pelarut yang menarik untuk reaksi substitusi nukleofilik serta media kristalisasi senyawa organik yang sukar larut dalam pelarut biasa.
  • Senyawa model pada studi mekanisme reaksi — struktur rantai lurus yang sederhana memudahkan peneliti mempelajari pengaruh gugus nitril terhadap reaktivitas, kinetika, dan selektivitas reaksi, baik melalui perhitungan komputasi maupun percobaan laboratorium langsung.
  • Pembuatan ligan dan senyawa koordinasi — gugus nitril mampu berkoordinasi dengan ion logam transisi, sehingga hexanenitrile dipakai sebagai prekursor ligan atau ligan pelengkap dalam sintesis kompleks logam untuk katalisis dan material fungsional.

Merek TCI
Nomor CAS 628-73-9
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 5 mL dan 25 mL
Bentuk fisik cairan bening pada suhu ruang
Penyimpanan simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, jauh dari sumber api dan panas

Senyawa ini sebaiknya disimpan dalam wadah kaca atau botol reagen yang tertutup rapat, di tempat sejuk, kering, dan berventilasi baik, jauh dari sumber api, percikan, dan bahan pengoksidasi kuat. Karena bersifat mudah menguap, wadah harus segera ditutup kembali setelah setiap pemakaian untuk mencegah penguapan dan penurunan kualitas. Seluruh penanganan disarankan dilakukan di dalam lemari asam dengan sarung tangan tahan pelarut, kacamata pelindung, dan jas laboratorium. Hindari menghirup uapnya, jangan sampai terkena kulit secara langsung, dan jauhkan dari area makanan atau minuman. Limbah reaksi yang mengandung hexanenitrile harus dikelola sesuai peraturan pengelolaan limbah bahan kimia laboratorium yang berlaku di masing-masing institusi.

  • Api dkk. (2022). RIFM fragrance ingredient safety assessment, hexanenitrile, CAS Registry Number 628-73-9. Food and Chemical Toxicology doi:10.1016/j.fct.2022.113106
  • Im dkk. (2000). ChemInform Abstract: Chemoenzymatic Synthesis of Optically Active 2‐Phenyl‐2‐(1H‐1,2,4‐triazol‐1‐ylmethyl)hexanenitrile.. ChemInform doi:10.1002/chin.200025048
  • Im dkk. (2000). Chemoenzymatic Synthesis of Optically Active 2-Phenyl-2-(1H-1,2,4-triazol-1-ylmethyl)hexanenitrile. Tetrahedron doi:10.1016/s0040-4020(00)00031-4

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.