TCI H0115 3-Hexanone, yang sering disebut pula etil propil keton, adalah keton alifatik berwujud cairan tak berwarna dengan gugus karbonil terletak di posisi ketiga rantai enam karbon. Posisi karbonil yang lebih ke tengah ini membedakannya secara jelas dari isomer 2-Hexanone dan menjadikannya bahan rujukan penting ketika peneliti ingin memahami bagaimana letak gugus fungsi memengaruhi reaktivitas, kepolaran, serta perilaku kromatografi suatu molekul. Di laboratorium, senyawa ini digunakan sebagai bahan baku sintesis organik, pelarut skala kecil, sekaligus senyawa pembanding pada pekerjaan analitik dan penelitian aroma.
Sifat yang membuat 3-Hexanone banyak dipilih adalah keseimbangan antara volatilitas dan stabilitas kimianya. Sebagai keton, senyawa ini tidak mudah teroksidasi lebih lanjut seperti aldehida, namun tetap sangat responsif terhadap reagen organologam, hidrida pereduksi, serta reaksi kondensasi aldol dan pembentukan turunan karbonil. Struktur yang hampir simetris di sekitar karbonil memberikan pola fragmentasi spektrometri massa yang khas dan mudah dikenali, sehingga menjadikannya senyawa rujukan yang berguna bagi analis. Mutu reagen dari TCI membantu memastikan hasil yang konsisten, khususnya pada penelitian yang menuntut ketelitian tinggi dalam identifikasi puncak.
Laboratorium di Indonesia umumnya memanfaatkan 3-Hexanone pada riset kimia organik, kajian senyawa volatil pada pangan dan tanaman, serta pengembangan metode kromatografi gas. Kemasan 5 mL dan 25 mL sangat sesuai dengan pola pemakaian di sini, karena senyawa pembanding biasanya hanya dibutuhkan dalam jumlah kecil namun harus tersedia dalam keadaan segar dan murni. Ukuran yang ringkas juga menekan risiko penyimpanan berkepanjangan di iklim tropis yang hangat dan lembap, sehingga mutu bahan lebih terjaga sampai pemakaian terakhir.
- Senyawa pembanding pada kromatografi gas dan spektrometri massa, membantu analis mengenali pola fragmentasi khas keton serta mengoreksi penetapan indeks retensi.
- Bahan baku sintesis alkohol sekunder melalui reduksi maupun penambahan reagen Grignard, menghasilkan kerangka karbon bercabang yang sulit diperoleh dari jalur lain.
- Substrat kajian regioselektivitas enolat dan reaksi aldol, karena kedua posisi alfa yang berdekatan memberi tantangan menarik dalam pengendalian arah reaksi.
- Komponen rujukan dalam penelitian aroma dan senyawa volatil pangan, sebab keton rantai sedang kerap muncul sebagai penanda profil aroma produk fermentasi.
- Pelarut skala kecil untuk melarutkan senyawa organik semipolar pada uji kelarutan awal, khususnya ketika pelarut keton lain memberikan hasil yang kurang memuaskan.
| Merek | TCI (kode katalog H0115) |
|---|---|
| Nomor CAS | 589-38-8 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5 mL, 25 mL |
| Bentuk fisik | cairan jernih tidak berwarna, mudah menguap |
| Penyimpanan | wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan berventilasi, jauh dari sumber nyala api |
Karena tergolong cairan mudah terbakar dan mudah menguap, 3-Hexanone sebaiknya disimpan dalam botol aslinya yang tertutup rapat di lemari pelarut yang sejuk, kering, dan berventilasi baik, terpisah dari oksidator kuat serta sumber panas. Penggunaan botol kaca dengan tutup berlapis bahan tahan pelarut sangat dianjurkan agar uap tidak lolos selama penyimpanan. Lakukan penimbangan, pemindahan, dan pengenceran di dalam lemari asam sambil mengenakan jas laboratorium, sarung tangan tahan pelarut, dan kacamata pelindung. Kemasan kecil sebaiknya digunakan hingga habis dalam rentang waktu wajar, dan sisa serta limbahnya dikumpulkan dalam wadah limbah pelarut organik berlabel jelas.
- (1997). 97/03490 Composition, structure and pyrolysis of cyclo-hexanone extracts of Yanzhou coal. Fuel and Energy Abstracts doi:10.1016/s0140-6701(97)80797-7
- Ha (2014). Measurement of Autoignition Temperature of Propionic Acid and 3-Hexanone System. Fire Science and Engineering doi:10.7731/kifse.2014.28.4.044
- de la Fuente dkk. (2007). Occurrence of 2-hydroxy-5-methyl-3-hexanone and 3-hydroxy-5-methyl-2-hexanone as indicators of botanic origin in eucalyptus honeys. Food Chemistry doi:10.1016/j.foodchem.2006.10.020
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
