Ethyl 4-Hydroxybenzoate atau etilparaben adalah ester etil dari asam 4-hidroksibenzoat dan menempati posisi penting sebagai anggota rantai pendek dalam keluarga paraben. Di laboratorium, senyawa ini berfungsi sebagai baku pembanding pada analisis pengawet, sebagai bahan pembangun (building block) untuk sintesis organik, dan sebagai senyawa model dalam pengajaran kimia analitik. Perannya sangat menonjol pada pengujian mutu produk kosmetik, obat, dan makanan, di mana identifikasi serta penetapan kadar pengawet harus dilakukan dengan bahan pembanding yang identitasnya terjamin dan konsisten antar-lot.
Karakteristik yang membuatnya dipilih adalah kepolaran yang relatif tinggi dibandingkan homolog rantai panjang. Rantai etil yang pendek menjaga kelarutan yang memadai dalam pelarut berair-alkohol, sehingga pembuatan larutan baku menjadi mudah dan cepat tanpa memerlukan pelarut khusus. Gugus hidroksil fenolik pada posisi para memberikan serapan ultraviolet yang khas dan menjadi situs reaktif untuk alkilasi maupun asilasi selektif. Dalam kromatografi fase terbalik, etilparaben eluasi lebih awal daripada butil, heksil, atau heptilparaben, sehingga perannya krusial sebagai puncak awal pada campuran uji yang menilai resolusi kolom dan reproduksibilitas waktu retensi.
Di Indonesia, etilparaben kerap muncul dalam daftar bahan pengawet sediaan farmasi dan kosmetik, sehingga laboratorium kendali mutu memerlukannya untuk verifikasi kadar dan uji identifikasi. Bahan ini juga banyak digunakan pada praktikum kromatografi dan spektrofotometri di perguruan tinggi karena sifatnya stabil, mudah ditangani, dan hasilnya mudah diinterpretasikan mahasiswa. Kemasan 25 g memadai untuk kebutuhan analisis rutin serta kegiatan pengajaran dalam waktu yang cukup panjang.
- Penetapan kadar pengawet: menjadi baku pembanding untuk mengukur etilparaben dalam sediaan farmasi, kosmetik, dan produk pangan menggunakan kromatografi cair.
- Uji identifikasi dan kemurnian: dipakai membandingkan waktu retensi serta spektrum ultraviolet sampel agar identitas pengawet dalam formulasi dapat dipastikan.
- Campuran uji paraben: berperan sebagai puncak eluasi awal yang membantu menilai resolusi, efisiensi, dan konsistensi kolom fase terbalik selama validasi metode.
- Bahan baku sintesis: gugus fenolnya dimanfaatkan untuk membangun eter aril, ester turunan, maupun tautan molekul pada penelitian kimia medisinal dan material.
- Praktikum kimia analitik: menjadi analit latihan yang aman dan stabil untuk mengajarkan pembuatan kurva kalibrasi serta prinsip deteksi ultraviolet.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 120-47-8 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25 g |
| Bentuk fisik | padatan kristalin atau serbuk berwarna putih hingga hampir putih; periksa sertifikat analisis lot |
| Penyimpanan | simpan sejuk, kering, tertutup rapat, terlindung cahaya langsung |
Letakkan Ethyl 4-Hydroxybenzoate pada rak bahan kimia yang sejuk dan kering dalam wadah asli bertutup rapat, jauh dari panas, cahaya matahari langsung, serta bahan pengoksidasi dan basa kuat. Karena kelembapan tinggi dapat membuat serbuk lengket dan sulit ditimbang, sebaiknya wadah hanya dibuka sebentar dan ditutup kembali segera. Gunakan spatula bersih dan kering untuk setiap pengambilan agar bahan tidak terkontaminasi silang. Kenakan sarung tangan, kacamata pelindung, dan jas laboratorium; hindari menghirup debu. Kumpulkan sisa dan tumpahan ke wadah limbah berlabel, jangan dibuang ke saluran air.
- Shabir (2007). Method Development and Validation of Preservatives Determination (Benzyl Alcohol, Ethylene Glycol Monophenyl Ether, Methyl Hydroxybenzoate, Ethyl Hydroxybenzoate, Propyl Hydroxybenzoate, and Butyl Hydroxybenzoate) using HPLC. Journal of Liquid Chromatography & Related Technologies doi:10.1080/10826070701386553
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
