N-(2-Hydroxyethyl)phthalimide adalah senyawa kimia yang digunakan sebagai bahan dasar dalam sintesis senyawa organik kompleks. Senyawa ini memiliki struktur molekul yang memungkinkan reaksi kimia berbagai jenis, seperti reaksi substitusi dan reaksi kondensasi. Dalam laboratorium, senyawa ini sering ditemukan dalam berbagai eksperimen kimia, terutama dalam pembuatan senyawa heterosiklik dan senyawa yang mengandung gugus fungsional seperti amina atau hidroksil.
N-(2-Hydroxyethyl)phthalimide memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, namun sangat reaktif terhadap berbagai reaktan seperti asam, basa, dan pelarut organik. Karakteristik ini membuatnya sangat cocok untuk digunakan dalam reaksi kimia yang memerlukan kestabilan sementara dan reaktivitas tinggi. Senyawa ini juga memiliki kelarutan yang baik dalam pelarut organik seperti etil asetat dan etanol, sehingga memudahkan proses pemisahan dan penguapan dalam prosedur laboratorium.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini sering digunakan dalam penelitian kimia murni dan terapan. Banyak institusi penelitian dan universitas menggunakan senyawa ini untuk eksperimen yang berkaitan dengan sintesis senyawa baru, pengembangan obat, dan analisis kimia. Ketersediaannya di pasar lokal membuatnya menjadi pilihan yang praktis untuk peneliti yang membutuhkan bahan baku kimia berkualitas tinggi.
- Sintesis senyawa heterosiklik untuk pengembangan obat baru
- Reaksi kondensasi dalam pembuatan senyawa kompleks
- Pengujian reaktivitas senyawa organik dalam laboratorium kimia
- Pembuatan senyawa dengan gugus fungsional hidroksil
- Analisis struktur molekul menggunakan teknik spektroskopi
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 3891-07-4 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25g, 500g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
N-(2-Hydroxyethyl)phthalimide harus disimpan dalam wadah tertutup rapat untuk mencegah kontaminasi dan kelembapan. Simpan di tempat sejuk, kering, dan jauh dari paparan langsung sinar matahari. Saat menangani senyawa ini, pastikan untuk menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Hindari kontak langsung dengan kulit atau mata, dan pastikan area kerja ventilasi cukup untuk mencegah akumulasi uap.
- Lakshmi dkk. (2013). Rotational isomers, NBO and spectral analyses of N-(2-hydroxyethyl) phthalimide based on quantum chemical calculations. Journal of Molecular Structure doi:10.1016/j.molstruc.2012.08.002
- Latha dkk. (2020). Investigation of kinetics and mechanistic studies of N-(2-hydroxyethyl)phthalimide by +1 halogen oxidant in acidic medium. Chemical Data Collections doi:10.1016/j.cdc.2020.100529
- Meti dkk. (2016). A spectroscopic investigation of kinetics and mechanism of ruthenium(III)-catalyzed oxidation of N-(2-hydroxyethyl)phthalimide by cerium(IV) in aqueous sulphuric acid and sulphate media. Cogent Chemistry doi:10.1080/23312009.2016.1195243
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
