3-Hydroxymyristic Acid (3-HM) adalah senyawa organik yang digunakan dalam berbagai reaksi kimia untuk sintesis senyawa kompleks. Bahan ini sering ditemukan dalam laboratorium kimia sebagai bahan dasar atau building block yang berperan dalam pembentukan struktur molekuler. Dalam penelitian kimia, 3-HM digunakan untuk membangun senyawa dengan rantai karbon panjang dan gugus hidroksil, yang memiliki aplikasi luas dalam sintesis obat, bahan kimia industri, dan penelitian biokimia.
Bahan ini memiliki sifat kimia yang stabil dan dapat berpartisipasi dalam berbagai reaksi seperti esterifikasi, reduksi, dan reaksi substitusi. Karakteristik utamanya adalah struktur molekulnya yang terdiri dari rantai karbon 14 atom dengan gugus hidroksil di posisi ketiga. Sifat ini membuatnya menjadi pilihan yang ideal untuk reaksi yang memerlukan kestabilan dan reaktivitas yang terkendali.
Di laboratorium Indonesia, 3-Hydroxymyristic Acid digunakan dalam penelitian kimia organik, terutama dalam sintesis senyawa yang memiliki aplikasi farmakologis dan industri. Bahan ini sangat relevan untuk penelitian yang berkembang di bidang kimia murni dan terapan, terutama di institusi pendidikan tinggi dan lembaga penelitian.
- Sintesis senyawa farmakologis yang memerlukan struktur rantai karbon panjang
- Pembuatan ester dan derivat yang digunakan dalam industri kosmetik
- Penelitian tentang aktivitas biologis senyawa organik kompleks
- Pengembangan bahan kimia untuk aplikasi dalam bidang material
- Reaksi kimia untuk membangun struktur molekul dengan gugus fungsi spesifik
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 1961-72-4 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 1g, 5g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
3-Hydroxymyristic Acid harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering untuk mencegah kelembapan dan kontaminasi. Bahan ini bersifat kimia yang relatif stabil, tetapi tetap perlu dihindari dari paparan panas dan sinar matahari langsung. Dalam penggunaan, pastikan menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk menghindari kontak langsung. Penanganan harus dilakukan dalam lingkungan laboratorium yang terkontrol dan sesuai dengan standar keselamatan kimia.
- Mishra dkk. (2015). β-Hydroxymyristic acid as a chemical marker to detect endotoxins in dialysis water. Analytical Biochemistry doi:10.1016/j.ab.2014.10.013
- Nadler dkk. (1993). Treatment of T cells with 2-hydroxymyristic acid inhibits the myristoylation and alters the stability of p56lck. Biochemistry doi:10.1021/bi00086a034
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
