2-Heptyn-1-ol adalah senyawa organik yang digunakan dalam berbagai reaksi kimia untuk sintesis senyawa kompleks. Bahan ini sering ditemukan dalam laboratorium kimia sebagai bahan baku atau building block untuk pembuatan senyawa dengan struktur karbon yang lebih rumit. Sebagai alkohol dengan rantai karbon panjang, 2-Heptyn-1-ol memiliki sifat kimia yang unik yang memungkinkan reaksi substitusi dan adisi yang penting dalam sintesis organik.
Karena struktur molekulnya yang memiliki gugus hidroksil dan gugus triple bond, 2-Heptyn-1-ol memiliki reaktivitas tinggi dan kemampuan untuk berpartisipasi dalam berbagai reaksi kimia seperti hidrasi, hidrogenasi, dan reaksi dengan logam. Karakteristik ini menjadikannya pilihan yang ideal untuk para peneliti yang membutuhkan bahan yang bisa diubah menjadi produk akhir dengan berbagai fungsi.
Di laboratorium Indonesia, 2-Heptyn-1-ol sering digunakan dalam penelitian kimia organik, terutama dalam institusi pendidikan dan penelitian yang fokus pada sintesis senyawa baru. Bahan ini juga menjadi bagian dari kebutuhan rutin dalam laboratorium yang menjalankan eksperimen kimia lanjutan.
- Bahan baku untuk sintesis senyawa organik kompleks yang membutuhkan reaktivitas tinggi
- Komponen dalam reaksi hidrasi untuk pembuatan senyawa dengan struktur spesifik
- Bahan yang digunakan dalam penelitian tentang reaksi adisi pada gugus triple bond
- Alat bantu dalam eksperimen kimia untuk pengembangan senyawa farmakologis
- Komponen dalam proses modifikasi struktur molekul untuk aplikasi industri
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 1002-36-4 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5mL |
| Bentuk fisik | Cairan |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
2-Heptyn-1-ol harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat yang sejuk dan kering untuk mencegah penguapan dan kontaminasi. Karena bersifat kimia reaktif, bahan ini harus disimpan jauh dari sumber panas dan paparan sinar matahari langsung. Selama penanganan, pengguna harus menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk mencegah kontak langsung dengan kulit atau mata.
—
