TCI H0566 Methyl Heptadecanoate adalah ester metil dari asam heptadekanoat, yaitu asam lemak berantai ganjil dengan tujuh belas atom karbon. Senyawa ini dikenal luas di laboratorium sebagai standar internal paling lazim untuk analisis metil ester asam lemak dengan kromatografi gas. Peranannya sangat penting karena asam lemak berantai ganjil hampir tidak ditemukan dalam jumlah berarti pada minyak nabati dan lemak hewani biasa, sehingga penambahannya ke dalam sampel tidak akan tumpang tindih dengan puncak komponen alami yang sedang diukur.
Sifat utama yang membuat bahan ini dipilih adalah kemiripan perilaku kromatografinya dengan metil ester asam lemak lain yang menjadi target analisis. Ia menguap, terpisah, dan terdeteksi dengan respons detektor ionisasi nyala yang setara dengan analit sesungguhnya, sehingga koreksi kuantitatif menjadi akurat tanpa perlu faktor respons yang rumit. Waktu retensinya jatuh di antara ester C16 dan C18 yang dominan, namun tetap terpisah dengan resolusi baik pada kolom kapiler polar maupun nonpolar. Kestabilannya tinggi pada penyimpanan normal dan sifatnya yang nonpolar memudahkan pelarutan dalam heptana, heksana, atau isooktana.
Di Indonesia, senyawa ini menempati posisi strategis pada laboratorium pengujian biodiesel dan minyak sawit, karena metode standar penetapan kadar ester dan kadar gliserida memang mensyaratkan standar internal berantai ganjil C17. Laboratorium pengendalian mutu pangan, laboratorium nutrisi, serta pusat riset energi terbarukan memakainya secara rutin. Kemasan 5 g dan 25 g memudahkan laboratorium menyesuaikan antara penggunaan sesekali dan pengujian rutin berfrekuensi tinggi.
- Standar internal analisis FAME: dipakai untuk kuantifikasi kadar ester pada biodiesel karena rantai ganjil C17 tidak tumpang tindih dengan komponen alami minyak nabati.
- Profil asam lemak bahan pangan: ditambahkan sebelum transesterifikasi agar kehilangan analit selama preparasi sampel dapat dikoreksi secara proporsional dan andal.
- Kalibrasi sistem kromatografi gas: membantu memverifikasi stabilitas waktu retensi, efisiensi kolom, serta konsistensi respons detektor ionisasi nyala antar rangkaian pengujian.
- Riset nutrisi dan metabolisme lipid: berperan sebagai acuan kuantitatif saat mengukur komposisi asam lemak jaringan, serum, maupun sampel pakan ternak.
- Validasi metode laboratorium: digunakan untuk menghitung perolehan kembali dan presisi metode ketika laboratorium menyusun dokumen validasi pengujian minyak dan lemak.
| Merek | TCI (Tokyo Chemical Industry) |
|---|---|
| Nomor CAS | 1731-92-6 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5 g dan 25 g |
| Bentuk fisik | padatan atau bahan menyerupai lilin pada suhu ruang, dipasok berbasis bobot |
| Penyimpanan | simpan sejuk, kering, dalam wadah tertutup rapat dan terlindung cahaya |
Simpan bahan pada tempat sejuk dan kering di dalam wadah asli yang tertutup rapat, terlindung dari cahaya serta kelembapan yang dapat memicu hidrolisis ester secara perlahan. Karena senyawa ini kerap dipakai sebagai standar kuantitatif, kebersihan penanganan sangat menentukan mutu hasil analisis: gunakan spatula kering dan bersih, hindari kontak dengan bahan lain, serta tutup botol segera setelah pengambilan. Biarkan botol mencapai suhu ruang sebelum dibuka bila sebelumnya disimpan dingin. Larutan standar sebaiknya disiapkan dalam pelarut bermutu kromatografi dan disimpan dalam vial bersegel. Kenakan sarung tangan, kacamata pengaman, dan jas laboratorium selama penanganan.
—
