TCI H0575 trans-2-Hexen-1-al Diethyl Acetal adalah bentuk terlindungi dari trans-2-heksenal, aldehida tak jenuh yang dikenal sebagai senyawa penyusun aroma daun segar. Pada senyawa ini, gugus aldehida telah diubah menjadi asetal dietil sehingga tidak lagi reaktif terhadap nukleofil maupun oksidasi ringan. Di laboratorium, bahan ini berperan ganda: sebagai building block yang memungkinkan kimiawan mengerjakan bagian lain molekul tanpa mengganggu gugus karbonil, dan sebagai bahan rujukan pada kajian senyawa volatil bernuansa hijau.
Sifat utama yang membuat bentuk asetal ini dipilih adalah kestabilannya pada kondisi basa dan netral, berbeda jauh dari aldehida induknya yang mudah teroksidasi, berpolimerisasi, dan bereaksi sebagai akseptor Michael. Perlindungan tersebut bersifat sementara namun sepenuhnya dapat dibalik: hidrolisis dalam suasana asam berair akan melepaskan kembali aldehida asli beserta etanol. Ikatan rangkap trans pada posisi dua tetap dipertahankan dan tersedia untuk reaksi adisi, epoksidasi, maupun metatesis. Sebagai cairan organik yang larut baik dalam pelarut nonpolar, senyawa ini mudah ditangani dan dimurnikan dengan cara konvensional.
Laboratorium riset flavor, kimia bahan alam, serta sintesis organik di Indonesia memanfaatkan senyawa ini ketika membutuhkan sumber aroma hijau yang lebih stabil dalam penyimpanan dan pengolahan dibanding aldehida bebasnya. Kelompok riset yang mempelajari senyawa volatil sayuran dan daun juga memakainya sebagai pembanding. Kemasan 25 mL sesuai untuk kebutuhan percobaan sintesis maupun penyiapan larutan standar analisis di laboratorium.
Produk TCI terkait
- TCI B3822 75148-49-1 3-Bromobenzaldehyde Diethyl Acetal
- TCI B3800 35822-58-3 2-Bromobenzaldehyde Diethyl Acetal
- TCI B2845 34421-94-8 4-Bromobenzaldehyde Diethyl Acetal
- TCI B1893 774-48-1 Benzaldehyde Diethyl Acetal
- TCI B0957 2032-35-1 Bromoacetaldehyde Diethyl Acetal
- TCI A0640 3054-95-3 Acrolein Diethyl Acetal
- Gugus pelindung aldehida dalam sintesis bertahap: memungkinkan reaksi pada bagian lain molekul berlangsung tanpa mengganggu karbonil yang sensitif terhadap nukleofil dan basa.
- Prekursor senyawa aroma hijau: hidrolisis asam terkendali melepaskan trans-2-heksenal sehingga pelepasan aroma dapat diatur waktunya dalam formulasi percobaan.
- Substrat reaksi pada ikatan rangkap: alkena trans yang tersisa dapat diepoksidasi, dihidrogenasi, atau dimetatesiskan sementara gugus karbonil tetap terlindungi aman.
- Bahan rujukan analisis volatil: dipakai sebagai pembanding kromatografi saat menelusuri turunan asetal pada ekstrak tumbuhan dan produk olahan pangan.
- Studi kestabilan senyawa flavor: menjadi model untuk membandingkan laju pelepasan aldehida dari bentuk terlindungi pada berbagai kondisi pH dan suhu.
| Merek | TCI (Tokyo Chemical Industry) |
|---|---|
| Nomor CAS | 67746-30-9 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25 mL |
| Bentuk fisik | cairan organik, dipasok dalam kemasan berbasis volume |
| Penyimpanan | simpan sejuk, gelap, wadah tertutup rapat, hindari kontak dengan asam |
Simpan botol tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya, serta jauhkan secara tegas dari asam maupun uap asam karena kondisi asam akan memicu hidrolisis asetal dan melepaskan aldehida induknya sebelum waktunya. Hindari pula panas berlebih dan sumber nyala karena bahan ini tergolong cairan organik yang mudah menyala. Lakukan pemipetan di dalam lemari asam dengan pipet kering dan bersih, kemudian tutup kembali botol dengan segera untuk mencegah masuknya uap air. Kenakan sarung tangan tahan pelarut, kacamata pengaman, dan jas laboratorium. Tampung sisa bahan pada wadah limbah organik berlabel.
—
