Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 67746-30-9

trans-2-Hexen-1-al Diethyl Acetal TCI H0575

trans-2-Hexen-1-al Diethyl Acetal TCI H0575

Identitas Kimia

Nama lain
1,1-Diethoxy-trans-2-hexene · Leaf Aldehyde Diethyl Acetal
No. CAS
67746-30-9
PubChem
CID 5365137·SID 87570961
Rumus molekul
C10H20O2
Berat molekul
172.27 g/mol
Kemurnian
>95.0%(GC)
Basis data rujukan
ChEBI·ChemSpider·ECHA
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
(E)-1,1-diethoxyhex-2-ene
SMILES
CCCC=CC(OCC)OCC
InChIKey
WMQKYHTZGYIHHD-CMDGGOBGSA-N
MDL
MDL00009472
Harga reguler Rp 1.035.300,00
Harga reguler Harga obral Rp 1.035.300,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Volume
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 4-5 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI H0575 trans-2-Hexen-1-al Diethyl Acetal adalah bentuk terlindungi dari trans-2-heksenal, aldehida tak jenuh yang dikenal sebagai senyawa penyusun aroma daun segar. Pada senyawa ini, gugus aldehida telah diubah menjadi asetal dietil sehingga tidak lagi reaktif terhadap nukleofil maupun oksidasi ringan. Di laboratorium, bahan ini berperan ganda: sebagai building block yang memungkinkan kimiawan mengerjakan bagian lain molekul tanpa mengganggu gugus karbonil, dan sebagai bahan rujukan pada kajian senyawa volatil bernuansa hijau.

Sifat utama yang membuat bentuk asetal ini dipilih adalah kestabilannya pada kondisi basa dan netral, berbeda jauh dari aldehida induknya yang mudah teroksidasi, berpolimerisasi, dan bereaksi sebagai akseptor Michael. Perlindungan tersebut bersifat sementara namun sepenuhnya dapat dibalik: hidrolisis dalam suasana asam berair akan melepaskan kembali aldehida asli beserta etanol. Ikatan rangkap trans pada posisi dua tetap dipertahankan dan tersedia untuk reaksi adisi, epoksidasi, maupun metatesis. Sebagai cairan organik yang larut baik dalam pelarut nonpolar, senyawa ini mudah ditangani dan dimurnikan dengan cara konvensional.

Laboratorium riset flavor, kimia bahan alam, serta sintesis organik di Indonesia memanfaatkan senyawa ini ketika membutuhkan sumber aroma hijau yang lebih stabil dalam penyimpanan dan pengolahan dibanding aldehida bebasnya. Kelompok riset yang mempelajari senyawa volatil sayuran dan daun juga memakainya sebagai pembanding. Kemasan 25 mL sesuai untuk kebutuhan percobaan sintesis maupun penyiapan larutan standar analisis di laboratorium.

  • Gugus pelindung aldehida dalam sintesis bertahap: memungkinkan reaksi pada bagian lain molekul berlangsung tanpa mengganggu karbonil yang sensitif terhadap nukleofil dan basa.
  • Prekursor senyawa aroma hijau: hidrolisis asam terkendali melepaskan trans-2-heksenal sehingga pelepasan aroma dapat diatur waktunya dalam formulasi percobaan.
  • Substrat reaksi pada ikatan rangkap: alkena trans yang tersisa dapat diepoksidasi, dihidrogenasi, atau dimetatesiskan sementara gugus karbonil tetap terlindungi aman.
  • Bahan rujukan analisis volatil: dipakai sebagai pembanding kromatografi saat menelusuri turunan asetal pada ekstrak tumbuhan dan produk olahan pangan.
  • Studi kestabilan senyawa flavor: menjadi model untuk membandingkan laju pelepasan aldehida dari bentuk terlindungi pada berbagai kondisi pH dan suhu.

Merek TCI (Tokyo Chemical Industry)
Nomor CAS 67746-30-9
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 25 mL
Bentuk fisik cairan organik, dipasok dalam kemasan berbasis volume
Penyimpanan simpan sejuk, gelap, wadah tertutup rapat, hindari kontak dengan asam

Simpan botol tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya, serta jauhkan secara tegas dari asam maupun uap asam karena kondisi asam akan memicu hidrolisis asetal dan melepaskan aldehida induknya sebelum waktunya. Hindari pula panas berlebih dan sumber nyala karena bahan ini tergolong cairan organik yang mudah menyala. Lakukan pemipetan di dalam lemari asam dengan pipet kering dan bersih, kemudian tutup kembali botol dengan segera untuk mencegah masuknya uap air. Kenakan sarung tangan tahan pelarut, kacamata pengaman, dan jas laboratorium. Tampung sisa bahan pada wadah limbah organik berlabel.

—