TCI H0905 2-Hydroxy-3-butynoic Acid adalah asam α-hidroksi berantai pendek yang membawa gugus alkuna terminal pada posisi ketiga. Kombinasi gugus asam karboksilat, hidroksil alfa, dan ikatan rangkap tiga terminal dalam molekul sekecil ini tergolong tidak lazim, dan justru kombinasi itulah yang menjadikannya reagen bernilai tinggi. Di laboratorium, senyawa ini dikenal luas sebagai substrat yang dipakai dalam penelitian enzimologi, khususnya untuk mempelajari enzim pengoksidasi asam α-hidroksi, sekaligus sebagai bahan awal sintesis yang menyediakan titik pegangan untuk kimia alkuna.
Sifat yang paling menonjol adalah perilakunya sebagai substrat berbasis mekanisme pada enzim flavin yang mengoksidasi asam α-hidroksi, seperti laktat oksidase dan oksidase asam hidroksi lainnya. Ketika enzim memproses gugus α-hidroksi, gugus alkuna yang berdekatan dapat teraktivasi menjadi spesies reaktif yang mengikat kofaktor secara kovalen, sehingga enzim terhambat secara spesifik. Sifat inilah yang menjadikannya alat probing mekanisme enzim yang sangat informatif. Selain itu, alkuna terminalnya tetap tersedia untuk kimia klik dan kopling silang, sedangkan gugus asam dapat diesterifikasi atau diamidasi sesuai kebutuhan sintesis.
Di Indonesia, bahan ini dimanfaatkan laboratorium biokimia, enzimologi, dan kimia hayati pada universitas maupun lembaga riset yang menelaah mekanisme kerja enzim, pengembangan inhibitor, serta rancangan probe molekuler. Kemasan 100 mg dan 1 g sangat sesuai untuk pekerjaan skala mikro yang lazim pada uji enzim, di mana jumlah bahan yang dibutuhkan per percobaan relatif kecil namun menuntut penanganan yang cermat.
- Studi mekanisme enzim: senyawa ini menjadi substrat berbasis mekanisme bagi oksidase asam α-hidroksi, sehingga berguna untuk menelusuri tahapan katalitik secara rinci.
- Pengembangan inhibitor enzim: kemampuannya menonaktifkan enzim flavin secara spesifik menjadikannya acuan dalam perancangan inhibitor kovalen dan uji selektivitas target.
- Kimia klik: gugus alkuna terminal memungkinkan konjugasi sikloadisi azida–alkuna, berguna untuk memasang label fluoresen atau afinitas pada molekul yang diteliti.
- Bahan awal sintesis: gugus asam dan hidroksil dapat diesterifikasi, diamidasi, atau dilindungi, membuka rute menuju turunan alkuna terfungsionalisasi yang lebih kompleks.
- Probe biokimia: strukturnya yang mirip substrat alami membantu peneliti memetakan sisi aktif enzim serta menguji interaksi substrat–enzim secara terarah.
| Merek | TCI (Tokyo Chemical Industry) |
|---|---|
| Nomor CAS | 38628-65-8 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 100 mg dan 1 g |
| Bentuk fisik | mengacu pada lembar data dan sertifikat analisis batch produsen |
| Penyimpanan | simpan dingin dan kering sesuai anjuran yang tertera pada label produsen |
Simpan senyawa ini dalam wadah tertutup rapat pada kondisi dingin dan kering sesuai anjuran produsen, terlindung dari cahaya, kelembapan, serta panas yang dapat mempercepat penguraian gugus alkuna maupun fungsi asam α-hidroksi. Wadah kaca kecil bertutup rapat, bila perlu disimpan di dalam wadah sekunder berisi bahan pengering, membantu menjaga mutu bahan pada kemasan miligram. Biarkan wadah mencapai suhu ruang sebelum dibuka agar uap air tidak mengembun di dalamnya. Gunakan sarung tangan, kacamata pelindung, dan jas laboratorium, hindari kontak dengan basa kuat, dan buang sisa bahan sesuai prosedur limbah kimia.
—
