Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 10029-04-6

Ethyl 2-(Hydroxymethyl)acrylate (stabilized with HQ) TCI H0916

Ethyl 2-(Hydroxymethyl)acrylate (stabilized with HQ) TCI H0916

Identitas Kimia

No. CAS
10029-04-6
PubChem
CID 24827·SID 87571274
Rumus molekul
C6H10O3
Berat molekul
130.14 g/mol
Kemurnian
>95.0%(GC)
Basis data rujukan
ECHA
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
ethyl 2-(hydroxymethyl)prop-2-enoate
SMILES
CCOC(=O)C(=C)CO
InChIKey
SYGAXBISYRORDR-UHFFFAOYSA-N
Harga reguler Rp 3.419.850,00
Harga reguler Harga obral Rp 3.419.850,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI H0916 Ethyl 2-(Hydroxymethyl)acrylate adalah ester akrilat terfungsionalisasi yang membawa gugus hidroksimetil pada posisi alfa terhadap ikatan rangkap, dan dipasok dalam keadaan terstabilkan dengan hidrokuinon sebagai penghambat polimerisasi. Senyawa ini merupakan produk khas reaksi Morita–Baylis–Hillman dan menjadi bahan awal yang sangat dihargai karena memuat tiga elemen sekaligus: alkena terkonjugasi, gugus ester, dan alkohol alilik. Di laboratorium, bahan ini dipakai sebagai monomer fungsional sekaligus sebagai blok pembangun serbaguna pada sintesis organik.

Sifat yang membuatnya dipilih adalah reaktivitas ganda yang saling melengkapi dalam satu kerangka kecil. Ikatan rangkap terkonjugasi dengan ester berperan sebagai akseptor Michael sehingga mudah menerima serangan nukleofil, sementara gugus alkohol aliliknya dapat diesterifikasi, dieterifikasi, diaktifkan menjadi gugus pergi, atau dioksidasi. Kombinasi keduanya memungkinkan reaksi substitusi alilik, siklisasi menuju laktone dan cincin fungsional, serta pembentukan polimer bergugus hidroksil bebas. Kehadiran hidrokuinon sebagai stabilizer menjaga bahan tetap dalam bentuk monomer selama penyimpanan, sehingga peneliti dapat mengatur sendiri kapan polimerisasi dimulai.

Di Indonesia, senyawa ini banyak dimanfaatkan laboratorium kimia organik sintetik, kimia polimer, dan riset material di universitas serta lembaga penelitian yang mengembangkan hidrogel, polimer fungsional, dan intermediat sintesis. Kemasan 5 g sesuai untuk optimasi reaksi skala kecil, sedangkan kemasan 25 g mendukung pekerjaan polimerisasi dan sintesis bertahap yang membutuhkan bahan lebih banyak.

  • Akseptor Michael: ikatan rangkap terkonjugasi dengan ester memudahkan adisi nukleofil amina, tiol, maupun karbanion untuk membangun ikatan baru secara efisien.
  • Monomer polimer fungsional: polimerisasi radikal menghasilkan rantai dengan gugus hidroksil bebas, berguna untuk hidrogel, pelapis hidrofilik, dan material yang dapat dimodifikasi lanjut.
  • Substitusi alilik: gugus hidroksimetil dapat diaktifkan menjadi gugus pergi, memungkinkan transposisi alilik yang berguna dalam perancangan kerangka molekul kompleks.
  • Sintesis laktone dan heterosiklik: kombinasi alkena dan alkohol memudahkan siklisasi intramolekul menuju cincin lakton serta sistem oksigen heterosiklik lainnya.
  • Produk rujukan Baylis–Hillman: senyawa ini sering dipakai sebagai standar pembanding ketika peneliti mengembangkan katalis atau kondisi baru untuk reaksi tersebut.

Merek TCI (Tokyo Chemical Industry)
Nomor CAS 10029-04-6
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 5 g dan 25 g (terstabilkan dengan hidrokuinon/HQ)
Bentuk fisik cairan
Penyimpanan simpan dingin dan terlindung cahaya sesuai anjuran produsen; jangan hilangkan stabilizer

Simpan bahan ini pada kondisi dingin, gelap, dan kering sesuai anjuran produsen, karena monomer akrilat dapat berpolimerisasi sendiri bila terpapar panas atau cahaya dalam waktu lama. Jangan menghilangkan hidrokuinon penstabil kecuali memang diperlukan tepat sebelum polimerisasi terkendali, dan jangan menyimpan bahan dalam wadah tanpa ruang udara, sebab inhibitor jenis ini memerlukan sedikit oksigen agar tetap bekerja. Gunakan wadah asli atau botol kaca gelap bertutup rapat, hindari kontak dengan basa kuat, amina, dan radikal bebas. Tangani di lemari asam dengan sarung tangan tahan bahan kimia, kacamata pelindung, dan jas laboratorium.

  • BYUN dkk. (1994). ChemInform Abstract: Improved Syntheses of Ethyl α‐(Bromomethyl)acrylate and 2‐ Methylene‐1,3‐propanediol via Ethyl α‐(Hydroxymethyl)acrylate.. ChemInform doi:10.1002/chin.199428137
  • Byun dkk. (1994). Improved syntheses of ethyl α-(bromomethyl)acrylate and 2-methylene-1,3-propanediol via ethyl α-(hydroxymethyl)acrylate. Tetrahedron Letters doi:10.1016/s0040-4039(00)76221-6
  • Wright dkk. (1992). New wood‐polymer composites containing ethyl α‐hydroxymethyl acrylate polymers. Polymer Engineering & Science doi:10.1002/pen.760320510

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.