Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 1888-89-7

1,5-Hexadiene Diepoxide TCI H0953

1,5-Hexadiene Diepoxide TCI H0953

Identitas Kimia

No. CAS
1888-89-7
PubChem
CID 15903·SID 87571309
Rumus molekul
C6H10O2
Berat molekul
114.14 g/mol
Kemurnian
>96.0%(GC)
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
2-[2-(oxiran-2-yl)ethyl]oxirane
SMILES
C1C(O1)CCC2CO2
InChIKey
HTJFSXYVAKSPNF-UHFFFAOYSA-N
Harga reguler Rp 1.431.150,00
Harga reguler Harga obral Rp 1.431.150,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI H0953 1,5-Hexadiene Diepoxide adalah senyawa bifungsional yang membawa dua cincin epoksida pada kedua ujung rantai enam karbon, dan dikenal pula sebagai 1,2:5,6-diepoksiheksana. Kehadiran dua cincin oksirana yang tegang pada satu molekul menjadikannya pereaksi penaut silang yang sangat efektif di laboratorium. Senyawa ini banyak dipakai untuk menyambungkan dua molekul pembawa gugus nukleofil, mengaktifkan permukaan padat agar dapat mengikat biomolekul, serta menyusun jaringan polimer tiga dimensi pada penelitian material, resin kromatografi, dan hidrogel.

Sifat yang membuatnya dipilih adalah reaktivitas cincin epoksida yang tinggi namun tetap terkendali. Ketegangan cincin tiga anggota membuat epoksida mudah dibuka oleh nukleofil seperti amina, tiol, hidroksil, dan karboksilat, dan setiap pembukaan cincin menghasilkan ikatan kovalen baru sekaligus gugus hidroksi bebas yang menambah sifat hidrofilik produk. Karena kedua ujung molekul reaktif, satu molekul dapat mengikat dua rantai berbeda sehingga terbentuk jembatan penaut dengan panjang yang seragam. Laju reaksinya pun dapat diatur melalui pH dan suhu, sehingga peneliti dapat memilih antara aktivasi permukaan yang lembut atau penautan silang yang rapat. Rantai heksana di antara kedua epoksida memberikan kelenturan yang berguna pada jaringan polimer.

Di laboratorium Indonesia, bahan ini dipakai pada penelitian polimer, bioteknologi, dan kimia analitik, terutama untuk aktivasi matriks agarosa maupun selulosa pada kromatografi afinitas, imobilisasi enzim, dan pembuatan hidrogel. Tersedianya kemasan 1 g, 5 g, dan 25 g memudahkan penyesuaian antara percobaan penjajakan skala kecil dengan pembuatan resin atau material dalam jumlah lebih besar. Karena senyawa epoksida bersifat reaktif terhadap jaringan hidup, laboratorium perlu menyiapkan prosedur penanganan yang ketat sejak awal.

  • Penautan silang polimer, karena dua gugus epoksidanya dapat mengikat dua rantai berbeda sekaligus sehingga membentuk jaringan tiga dimensi dengan panjang jembatan yang seragam.
  • Aktivasi matriks kromatografi afinitas, sebab epoksida bereaksi dengan gugus hidroksi resin agarosa maupun selulosa dan menyisakan ujung reaktif untuk mengikat ligan.
  • Imobilisasi enzim dan protein, mengingat epoksida mudah bereaksi dengan gugus amino dan tiol pada permukaan protein membentuk ikatan kovalen yang stabil.
  • Pembuatan hidrogel dan material berpori, karena pembukaan cincin menghasilkan gugus hidroksi bebas yang meningkatkan sifat hidrofilik serta kemampuan menahan air jaringan.
  • Sintesis senyawa poliol dan amino alkohol, sebab kedua epoksida dapat dibuka oleh nukleofil berbeda untuk menghasilkan molekul bifungsional dengan gugus fungsi terencana.

Merek TCI
Nomor CAS 1888-89-7
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 1 g, 5 g, dan 25 g
Bentuk fisik cairan
Penyimpanan simpan di tempat sejuk, kering, dan tertutup rapat sesuai anjuran pada label produsen

Senyawa diepoksida bersifat sangat reaktif terhadap nukleofil, termasuk komponen jaringan hidup, sehingga penanganannya harus dilakukan dengan disiplin tinggi. Bekerjalah selalu di dalam lemari asam dengan sarung tangan yang sesuai, kacamata pelindung tertutup, dan jas laboratorium; hindari kontak kulit, mata, serta penghirupan uapnya. Simpan dalam wadah aslinya yang tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan berventilasi baik, jauh dari panas, asam kuat, basa kuat, dan amina yang dapat memicu polimerisasi. Ambil bahan dengan jarum suntik atau pipet kering dan bersih, dan hindari penyimpanan botol dalam keadaan hampir kosong terlalu lama. Kumpulkan limbahnya pada wadah limbah kimia khusus.

—