Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 7722-84-1

Hydrogen Peroxide (35% in Water) TCI H1222

Hydrogen Peroxide (35% in Water) TCI H1222

Identitas Kimia

No. CAS
7722-84-1
PubChem
CID 784·SID 125307148
Rumus molekul
H2O2
Berat molekul
34.015 g/mol
Basis data rujukan
ChEBI·ChemSpider·ECHA·Wikipedia
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
hydrogen peroxide
SMILES
OO
InChIKey
MHAJPDPJQMAIIY-UHFFFAOYSA-N
Harga reguler Rp 477.750,00
Harga reguler Harga obral Rp 477.750,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Volume
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

Hydrogen Peroxide (35% in Water) adalah larutan hidrogen peroksida dalam air yang menjadi oksidator serbaguna paling banyak dipakai di laboratorium modern. Daya tariknya terletak pada kenyataan bahwa satu-satunya produk samping utama dari reaksi oksidasinya adalah air, sehingga proses kerja menjadi lebih bersih dibanding oksidator berbasis logam berat. Di bangku laboratorium, pereaksi ini dipakai untuk mengoksidasi sulfida menjadi sulfoksida atau sulfon, membentuk epoksida, membangkitkan pereaksi peroksi in situ, serta membersihkan peralatan gelas dari residu organik membandel.

Sifat yang membuatnya dipilih adalah kekuatan oksidasi yang dapat diatur melalui pemilihan katalis, pH, dan suhu reaksi. Dengan katalis logam transisi, H₂O₂ dapat diarahkan menuju epoksidasi atau hidroksilasi; bersama asam karboksilat ia membentuk perasam; dalam kondisi Fenton ia menghasilkan radikal hidroksil untuk penguraian senyawa organik. Konsentrasi 35% cukup tinggi untuk pekerjaan sintesis namun masih jauh lebih mudah ditangani daripada sediaan sangat pekat. Larutan ini terurai perlahan menjadi air dan oksigen, terutama bila terkena panas, cahaya, atau kontaminasi logam, sehingga kemasan berventilasi menjadi keharusan.

Laboratorium kimia, lingkungan, dan mikrobiologi di Indonesia rutin menggunakan H₂O₂ 35% untuk preparasi sampel, digesti bahan organik sebelum analisis logam, hingga pekerjaan dekontaminasi. Kemasan 300 mL sesuai untuk kebutuhan riset dan pengujian rutin berskala menengah. Mengingat kecepatan penguraiannya meningkat di iklim tropis yang hangat, penyimpanan di tempat sejuk menjadi faktor penting agar konsentrasi tetap terjaga hingga habis dipakai.

Brosur TCI (PDF)

  • Oksidasi sulfida menjadi sulfoksida dan sulfon, karena hidrogen peroksida memberi kontrol tingkat oksidasi yang baik melalui pengaturan ekuivalen pereaksi serta suhu reaksi.
  • Epoksidasi alkena dengan bantuan katalis, sebab pereaksi ini menyediakan atom oksigen aktif tanpa meninggalkan residu logam berat yang menyulitkan pemurnian produk akhir.
  • Digesti sampel sebelum analisis unsur, karena kemampuannya menguraikan matriks organik membantu membebaskan analit logam agar terbaca akurat oleh instrumen spektroskopi.
  • Proses oksidasi lanjut dan uji Fenton pada riset lingkungan, di mana radikal hidroksil yang terbentuk digunakan untuk mempelajari penguraian polutan organik dalam air.
  • Pembersihan dan dekontaminasi peralatan gelas laboratorium, sebab residu organik teroksidasi menjadi produk yang mudah dibilas tanpa meninggalkan endapan pengganggu analisis.

Merek TCI
Nomor CAS 7722-84-1
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Synthetic Reagents > Oxidation [Synthetic Reagents]
Ukuran kemasan 300 mL
Bentuk fisik cairan (larutan 35% dalam air)
Penyimpanan simpan dingin, terlindung dari cahaya, dalam wadah berventilasi; jauhkan dari bahan organik dan logam

Simpan Hydrogen Peroxide 35% dalam wadah asli yang dilengkapi tutup berventilasi agar oksigen hasil penguraian dapat keluar dan tidak menimbulkan tekanan berlebih. Tempatkan di lemari sejuk yang terlindung dari cahaya matahari dan sumber panas, terpisah dari bahan organik mudah terbakar, reduktor, basa, serta serbuk logam yang dapat memicu penguraian cepat. Jangan pernah mengembalikan sisa larutan ke botol asal. Gunakan sarung tangan, kacamata pelindung tertutup, dan jas laboratorium, karena larutan pekat dapat menimbulkan luka bakar dan bercak putih pada kulit.

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.