Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 57-09-0

Hexadecyltrimethylammonium Bromide [for Biochemical Research] TCI H1251

Hexadecyltrimethylammonium Bromide [for Biochemical Research] TCI H1251
Harga reguler Rp 502.950,00
Harga reguler Harga obral Rp 502.950,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 4-5 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI H1251 dengan nomor CAS 57-09-0 adalah Hexadecyltrimethylammonium Bromide, dikenal luas dengan singkatan CTAB atau setrimonium bromida, dalam kualitas khusus untuk riset biokimia. Senyawa ini merupakan surfaktan kationik dengan rantai alkil enam belas karbon yang bersifat hidrofobik dan kepala amonium kuaterner yang bermuatan positif dan sangat hidrofilik. Struktur amfifilik inilah yang memungkinkan CTAB melarutkan membran sel, membentuk misel di atas konsentrasi tertentu, dan berinteraksi kuat dengan molekul bermuatan negatif seperti asam nukleat dan permukaan partikel.

Sifat yang membuat CTAB menjadi pilihan utama adalah kemampuannya membentuk kompleks dengan DNA sekaligus melarutkan protein, polisakarida, dan komponen membran. Dalam larutan berkekuatan ion tinggi, kompleks CTAB dengan DNA tetap terlarut, sedangkan pada kekuatan ion rendah kompleks tersebut mengendap. Perilaku yang bergantung pada kadar garam ini menjadi dasar metode isolasi DNA yang andal untuk sampel tumbuhan yang kaya polisakarida dan senyawa fenolik. Sebagai surfaktan kationik, CTAB juga berfungsi sebagai agen pengarah bentuk dalam sintesis nanopartikel dan sebagai pembentuk misel dalam kromatografi serta elektroforesis.

Di Indonesia, CTAB menjadi bahan rutin di laboratorium biologi molekuler, bioteknologi pertanian, dan pemuliaan tanaman, terutama untuk ekstraksi DNA dari daun, biji, dan jaringan tanaman lokal. Laboratorium riset material dan nanoteknologi juga menggunakannya secara luas. Kemasan 5 g dan 25 g menyesuaikan kebutuhan penyiapan buffer ekstraksi dalam jumlah rutin maupun untuk praktikum mahasiswa.

  • Ekstraksi DNA genomik dari jaringan tanaman, karena CTAB efektif memisahkan asam nukleat dari polisakarida dan senyawa fenolik yang sering mengganggu reaksi enzimatik hilir.
  • Sintesis nanopartikel emas dan perak terkendali bentuk, sebab misel CTAB bertindak sebagai templat lunak yang mengarahkan pertumbuhan kristal ke arah tertentu.
  • Lisis sel dan solubilisasi membran pada preparasi sampel, karena sifat amfifilik surfaktan mampu mengganggu lapisan lipid bilayer dan melepaskan isi sel secara efisien.
  • Kromatografi misel dan elektroforesis kapiler, sebab pembentukan misel kationik mengubah selektivitas pemisahan analit yang sulit dipisahkan dengan metode konvensional.
  • Modifikasi permukaan lempung dan material berpori, karena kation amonium kuaterner dapat menggantikan kation antarlapis sehingga material menjadi bersifat organofilik.

Merek TCI (Tokyo Chemical Industry)
Nomor CAS 57-09-0
Rumus molekul
Kemurnian
Kategori TCI — pereaksi untuk riset biokimia (for Biochemical Research)
Ukuran kemasan 5 g dan 25 g
Bentuk fisik padatan atau serbuk kristalin putih
Penyimpanan simpan di tempat sejuk dan kering, wadah tertutup rapat, hindari kelembapan

Simpan di tempat sejuk, kering, dan berventilasi baik dengan wadah tertutup rapat karena CTAB bersifat higroskopis dan dapat menggumpal bila menyerap uap air. Gunakan wadah asli pabrikan atau botol plastik maupun kaca bertutup rapat, dan gunakan spatula kering setiap kali mengambil bahan. Serbuk halus mudah beterbangan, sehingga penimbangan sebaiknya dilakukan perlahan di lemari asam atau area berventilasi memadai untuk mencegah penghirupan. Surfaktan kationik bersifat mengiritasi kulit dan mata, maka sarung tangan, kacamata pengaman, masker, dan jas laboratorium wajib dikenakan. Bilas segera bila terjadi kontak dan rujuk lembar data keselamatan.

  • LIM (2022). SURFACE PROPERTIES AND AGGREGATION BEHAVIOUR OF HEXADECYLTRIMETHYLAMMONIUM BROMIDE-PALM-BASED CAPRYLIC ACID MIXED SURFACTANT SYSTEMS. Journal of Oil Palm Research doi:10.21894/jopr.2022.0041
  • Greksàková dkk. (2002). Thermodynamics of the Micellization of Cationic Surfactants 1 -Hexadecyltrimethylammonium Bromide and 1-Hexadecylpyridinium Bromide. Tenside Surfactants Detergents doi:10.1515/tsd-2002-390211
  • Suhaimi dkk. (1993). Phase Studies of a Mixed Trimethyltetradecylammonium Bromide–Hexadecyltrimethylammonium Bromide System. Bulletin of the Chemical Society of Japan doi:10.1246/bcsj.66.2160

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.