2-(1-Hydroxyethyl)-6-methoxynaphthalene dengan nomor CAS 77301-42-9 adalah building block aromatik berbasis kerangka naftalena yang membawa dua gugus fungsi berbeda pada posisi yang berjauhan. Pada posisi kedua terdapat gugus 1-hidroksietil, yaitu alkohol sekunder dengan satu pusat kiral, sedangkan pada posisi keenam terdapat gugus metoksi yang bersifat pendonor elektron. Di laboratorium sintesis organik, senyawa ini berperan sebagai bahan antara yang menghubungkan kerangka naftalena tersubstitusi dengan berbagai transformasi lanjutan yang memerlukan gugus alkohol sebagai titik awal.
Yang membuat senyawa ini dipilih peneliti adalah pola substitusi 2,6 pada naftalena yang memberikan geometri molekul linier dan terdefinisi, ditambah keberadaan alkohol sekunder yang dapat dioksidasi, disubstitusi, atau diubah menjadi gugus pergi. Pusat stereogenik pada karbon pembawa hidroksil menjadikan senyawa ini relevan untuk kajian sintesis asimetris maupun resolusi kinetik enzimatik. Gugus metoksi meningkatkan kerapatan elektron pada sistem aromatik sehingga memengaruhi reaktivitas dan sifat spektroskopinya. Kerangka 6-metoksinaftalena juga dikenal luas sebagai motif struktural pada beberapa senyawa antiradang yang menjadi objek penelitian.
Laboratorium di Indonesia biasanya menggunakan bahan seperti ini pada riset kimia medisinal di fakultas farmasi, penelitian biokatalisis yang mempelajari reduksi keton dan resolusi alkohol menggunakan enzim, serta kelompok riset sintesis organik di perguruan tinggi. Kemasan 5 gram merupakan ukuran yang praktis untuk kegiatan penelitian skala laboratorium, termasuk penelitian tugas akhir mahasiswa dan proyek hibah riset multitahun.
- Riset sintesis asimetris, karena alkohol sekunder dengan pusat kiral pada senyawa ini menjadi substrat yang ideal untuk mengevaluasi selektivitas katalis maupun reagen kiral.
- Studi biokatalisis dan resolusi enzimatik, sebab alkohol sekunder aromatik merupakan substrat klasik untuk uji aktivitas lipase dan alkohol dehidrogenase di laboratorium.
- Sintesis senyawa antara kimia medisinal, mengingat kerangka 6-metoksinaftalena merupakan motif struktural yang dikenal pada beberapa kelompok senyawa bioaktif yang diteliti.
- Pembuatan turunan naftalena terfungsionalisasi, karena gugus hidroksil dapat dioksidasi menjadi keton atau diubah menjadi gugus pergi untuk substitusi lanjutan.
- Penelitian material berbasis aromatik, sebab kerangka naftalena tersubstitusi 2,6 memberikan bentuk molekul linier yang berguna pada perancangan material dengan penataan teratur.
| Merek | TCI (Tokyo Chemical Industry) |
|---|---|
| Nomor CAS | 77301-42-9 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5 g |
| Bentuk fisik | padatan pada suhu ruang |
| Penyimpanan | simpan di tempat sejuk dan kering, wadah tertutup rapat |
Tempatkan senyawa ini dalam wadah asli yang tertutup rapat dan simpan di lemari bahan kimia yang sejuk, kering, serta jauh dari sumber panas dan cahaya matahari langsung. Alkohol sekunder aromatik umumnya stabil, namun sebaiknya dijauhkan dari oksidator kuat dan asam pekat untuk mencegah reaksi yang tidak diinginkan. Gunakan spatula kering dan bersih saat menimbang agar bahan tidak terkontaminasi. Kenakan sarung tangan nitril, kacamata pengaman, dan jas laboratorium selama penanganan. Bekerjalah di area berventilasi baik, tutup kembali wadah segera setelah pemakaian, dan buang limbah padat maupun cairan bilasan melalui jalur limbah kimia laboratorium.
—

