3-Methoxynaphthalen-2-ol adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi sintesis organik. Senyawa ini termasuk dalam kategori bahan pembangun kimia yang digunakan untuk membangun struktur molekuler kompleks. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai bahan baku untuk sintesis senyawa aromatik dan heterosiklik. Karena struktur kimianya yang stabil dan reaktivitas yang terkendali, senyawa ini menjadi pilihan utama dalam berbagai eksperimen kimia.
Senyawa ini memiliki struktur naphthalene yang diperlakukan dengan gugus metoksil, sehingga memperkaya sifat reaktif dan sifat polaritasnya. Sifat ini membuatnya sangat cocok untuk berbagai reaksi substitusi dan reaksi kondensasi. Karena ketersediaan dan kualitasnya yang baik, senyawa ini sering dipilih oleh para peneliti dan mahasiswa untuk eksperimen yang memerlukan bahan baku dengan sifat kimia yang konsisten.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan dalam penelitian kimia organik, terutama dalam pengembangan senyawa baru dan studi tentang reaktivitas molekul. Karena tersedia dalam bentuk kemasan kecil, senyawa ini mudah digunakan dalam skala kecil dan sangat cocok untuk eksperimen pendidikan dan penelitian.
- Sintesis senyawa aromatik kompleks karena struktur dasarnya yang stabil
- Reaksi substitusi elektrofilik untuk membangun senyawa heterosiklik
- Pengujian reaktivitas senyawa aromatik dalam kondisi tertentu
- Penelitian tentang sifat kimia dan karakteristik senyawa organik
- Pembuatan bahan baku untuk senyawa obat dan bahan kimia industri
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 18515-11-2 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 1g |
| Bentuk fisik | Padat (kristal atau serbuk) |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup dan jauh dari cahaya langsung |
Senyawa ini harus disimpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari sumber cahaya langsung untuk mencegah degradasi. Karena bersifat kimia yang relatif stabil, penyimpanan dalam suhu kamar sudah cukup. Namun, dalam kondisi laboratorium, senyawa ini harus dikelola dengan hati-hati, terutama dalam penggunaan dan penanganan. Pastikan wadahnya tidak terbuka dan terhindar dari kontaminasi.
- Berezin dkk. (2017). Tert-butylation of naphthalene-2,6-diol and 6-methoxynaphthalen-2-ol. Arkivoc doi:10.24820/ark.5550190.p010.242
- Krohn dkk. (2009). Synthesis of Daldinol and Nodulisporin A by Oxidative Dimerization of 8-Methoxynaphthalen-1-ol. Natural Product Communications doi:10.1177/1934578x0900400119
- Weng dkk. (2010). Synthesis and antidepressant activity of optical isomers of 2-(4-benzylpiperazin-1-yl)-1-(5-chloro-6-methoxynaphthalen-2-yl) propan-1-ol (SIPI5056). Bioorganic & Medicinal Chemistry Letters doi:10.1016/j.bmcl.2009.11.108
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.

