TCI H1322 dengan nomor CAS 104439-77-2 adalah kompleks diruthenium(II) berinti dua yang dikenal luas di kalangan kimiawan sebagai katalis Shvo. Senyawa organologam ini menggabungkan ligan tetrafenilsiklopentadienon dan gugus hidroksi-tetrafenilsiklopentadienil yang terjembatani oleh atom hidrida serta empat gugus karbonil. Di laboratorium, peranannya sangat spesifik: ia menjadi katalis homogen untuk reaksi transfer hidrogen, hidrogenasi, dan dehidrogenasi senyawa organik. Kehadirannya memungkinkan peneliti melakukan reduksi keton, aldehida, dan imina tanpa harus bergantung pada gas hidrogen bertekanan tinggi, sehingga rangkaian percobaan menjadi jauh lebih sederhana dan aman untuk skala penelitian.
Karakteristik yang membuat katalis ini dipilih terletak pada mekanisme kerjanya yang unik, yaitu mekanisme bifungsional luar bola koordinasi. Katalis ini mampu memindahkan proton dan hidrida secara bersamaan tanpa substrat perlu berikatan langsung dengan pusat logam, sehingga toleransinya terhadap berbagai gugus fungsi menjadi sangat baik. Sifat ini juga membuatnya stabil terhadap udara dalam bentuk padatan, sehingga penanganannya lebih mudah dibandingkan banyak katalis logam transisi lain yang sangat sensitif. Aktivitasnya yang tinggi pada pemuatan katalis rendah menjadikannya pilihan ekonomis meskipun berbasis logam mulia, dan kemampuannya bekerja dua arah membuat satu bahan dapat melayani beragam rancangan reaksi.
Di laboratorium Indonesia, katalis ini umumnya ditemukan pada kelompok riset kimia organik sintesis di perguruan tinggi dan lembaga penelitian yang mengembangkan metodologi reaksi baru. Kemasan 100 mg sangat sesuai dengan pola kerja riset di sini yang menggunakan katalis dalam jumlah mikro untuk optimasi kondisi reaksi skala milimol. Bahan ini juga menarik bagi peneliti yang mengolah senyawa turunan biomassa lokal, karena reaksi dehidrogenasi dan transfer hidrogen banyak dipakai dalam upaya mengubah bahan terbarukan menjadi senyawa bernilai tambah.
- Reduksi transfer hidrogen keton dan aldehida menjadi alkohol, karena katalis ini memindahkan hidrogen dari donor seperti isopropanol tanpa memerlukan gas hidrogen bertekanan.
- Oksidasi alkohol secara dehidrogenatif menjadi karbonil, sebab mekanisme bifungsionalnya bekerja dua arah sehingga arah reaksi dapat dikendalikan melalui pemilihan pelarut dan kondisi.
- Reaksi aminasi pinjam hidrogen untuk membentuk amina tersubstitusi, karena katalis mampu mendehidrogenasi alkohol lalu mereduksi kembali imina yang terbentuk dalam satu wadah.
- Resolusi kinetik dinamis alkohol sekunder bersama enzim lipase, sebab katalis ini meracemisasi alkohol secara cepat tanpa mengganggu aktivitas biokatalisator pendampingnya.
- Pengembangan metodologi sintesis bebas logam berat berat lain di riset akademik, karena toleransi gugus fungsinya luas sehingga cocok untuk substrat kompleks bergugus banyak.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 104439-77-2 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Catalysis and Inorganic Chemistry > Hydrogenation [Catalysis] |
| Ukuran kemasan | 100 mg |
| Bentuk fisik | padatan (serbuk/kristal) |
| Penyimpanan | simpan di tempat sejuk dan gelap, hindari paparan udara lembap berkepanjangan |
Simpan katalis dalam wadah aslinya yang tertutup rapat, di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya langsung. Karena kemasannya kecil, penimbangan sebaiknya dilakukan dengan neraca analitik dan spatula bersih untuk menghindari kontaminasi silang yang dapat menurunkan aktivitas katalitik. Meskipun relatif stabil terhadap udara, penyimpanan di bawah gas inert atau di dalam desikator sangat dianjurkan bila wadah sudah dibuka berulang kali. Gunakan sarung tangan, jas laboratorium, dan kacamata pelindung, serta lakukan penanganan di dalam lemari asam. Jauhkan dari bahan pengoksidasi kuat dan sumber panas.
—
