Hexadecyltrimethylammonium Hydroxide (10% dalam air) adalah larutan basa kuat dari garam amonium kuaterner yang membawa rantai alkil heksadesil panjang pada satu sisi dan tiga gugus metil pada atom nitrogennya. Struktur ini menjadikannya sekaligus surfaktan kationik dan basa organik, sebuah perpaduan yang tidak dimiliki basa anorganik biasa. Dalam bentuk larutan berair siap pakai, reagen ini memudahkan laboratorium karena tidak perlu melarutkan padatan surfaktan yang cenderung berbusa dan sulit ditangani, sehingga penyiapan campuran reaksi menjadi lebih cepat dan hasilnya lebih seragam antar percobaan.
Karakteristik yang membuatnya dipilih adalah kemampuannya membentuk misel dalam air sekaligus menyediakan ion hidroksida sebagai basa. Kombinasi ini sangat berguna pada sintesis material berpori, karena misel surfaktan berperan sebagai cetakan yang mengarahkan pembentukan struktur pori, sementara ion hidroksida mengatur kondisi basa yang diperlukan untuk kondensasi prekursor silika. Sifat kationiknya juga memungkinkan senyawa ini berinteraksi kuat dengan permukaan dan zat bermuatan negatif. Sebagai larutan berair, bahan ini mudah dipipet, tetapi bersifat korosif dan mudah berbusa sehingga pengocokan berlebihan sebaiknya dihindari.
Di Indonesia, reagen ini banyak digunakan pada laboratorium kimia material yang mengembangkan silika mesopori dan zeolit, laboratorium kimia analitik yang mengerjakan titrasi surfaktan, serta laboratorium kimia koloid dan permukaan. Kemasan 25 mililiter dan 100 mililiter memberi keleluasaan antara percobaan orientasi dan pekerjaan sintesis rutin yang membutuhkan volume lebih besar. Ukuran ini juga praktis karena larutan basa sebaiknya tidak disimpan terbuka terlalu lama.
Produk TCI terkait
- TCI T3821 53075-09-5 N,N,N-Trimethyl-1-adamantylammonium Hydroxide (25% in Water)
- TCI T2589 77-98-5 Tetraethylammonium Hydroxide (35% in Water)
- TCI T1685 2052-49-5 Tetrabutylammonium Hydroxide (40% in Water)
- TCI T1565 4499-86-9 Tetrapropylammonium Hydroxide (ca. 40% in Water)
- TCI T1460 75-59-2 Tetramethylammonium Hydroxide (ca. 25% in Water)
- TCI B1071 100-85-6 Benzyltrimethylammonium Hydroxide (40% in Water)
- Agen pengarah struktur pada sintesis silika mesopori, karena misel surfaktannya membentuk cetakan yang menentukan keteraturan serta ukuran pori material hasil sintesis.
- Sumber basa organik pada reaksi berair, sebab ion hidroksida tersedia tanpa membawa kation logam yang dapat mengganggu kemurnian atau sifat produk akhir.
- Titran maupun reagen pada analisis surfaktan anionik, karena interaksi kuat antara muatan positif dan negatif menghasilkan titik akhir titrasi yang jelas terbaca.
- Modifikasi permukaan partikel dan lempung, karena rantai alkil panjangnya dapat menempel pada permukaan bermuatan negatif sehingga mengubah sifat kebasahan material.
- Penelitian kimia koloid dan pembentukan misel, sebab senyawa ini merupakan surfaktan kationik model yang perilakunya banyak dibahas dalam literatur ilmiah.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 505-86-2 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Synthetic Reagents > Acids, Bases [Synthetic Reagents] |
| Ukuran kemasan | 25 mL dan 100 mL |
| Bentuk fisik | larutan berair dengan kadar 10% dalam air, bersifat basa dan mudah berbusa |
| Penyimpanan | simpan tertutup rapat di tempat sejuk, jauh dari asam dan karbon dioksida udara |
Larutan ini bersifat basa kuat dan korosif, sehingga penanganan wajib dilakukan dengan sarung tangan tahan bahan kimia, kacamata pelindung atau pelindung wajah, serta jas laboratorium, sebaiknya di dalam lemari asam. Simpan dalam wadah aslinya yang tertutup sangat rapat, atau dalam botol plastik yang tahan basa, karena larutan basa dapat merusak kaca bertutup gelas dan menyerap karbon dioksida dari udara sehingga kadar basanya menurun. Letakkan wadah di tempat sejuk, tegak, dan terpisah dari asam. Saat memipet, hindari pengocokan kuat karena larutan surfaktan mudah berbusa. Sediakan air bersih di dekat area kerja untuk pembilasan segera bila terjadi kontak.
- Gao dkk. (2020). Hexadecyltrimethylammonium hydroxide promotes electrocatalytic activity for the oxygen evolution reaction. Communications Chemistry doi:10.1038/s42004-020-00406-w
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.


