Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 17768-36-4

3-Hydroxy-1-adamantaneacetic Acid TCI H1414

3-Hydroxy-1-adamantaneacetic Acid TCI H1414

Identitas Kimia

No. CAS
17768-36-4
PubChem
CID 429307·SID 253661565
Rumus molekul
C12H18O3
Berat molekul
210.27 g/mol
Kemurnian
>95.0%(GC)(T)
Basis data rujukan
ECHA
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
2-(3-hydroxy-1-adamantyl)acetic acid
SMILES
C1C2CC3(CC1CC(C2)(C3)O)CC(=O)O
InChIKey
JFMDWSCOQLUOCZ-UHFFFAOYSA-N
Harga reguler Rp 1.115.100,00
Harga reguler Harga obral Rp 1.115.100,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

3-Hydroxy-1-adamantaneacetic Acid adalah bahan pembangun berbasis adamantana yang membawa gugus hidroksil pada kerangka kaku serta rantai asam asetat pada posisi jembatan. Adamantana sendiri merupakan hidrokarbon tiga dimensi berbentuk sangkar yang sangat stabil dan kaku, sehingga kerap dipakai untuk memberi volume dan kekakuan pada molekul target. Di laboratorium, senyawa ini berfungsi sebagai zat antara serbaguna dalam sintesis organik, terutama pada program kimia medisinal yang memerlukan fragmen lipofilik dengan geometri terdefinisi.

Karakteristik yang membuatnya banyak dipilih adalah kombinasi kerangka adamantana yang sangat stabil secara kimia dengan dua gugus fungsi yang dapat diolah secara terpisah. Gugus karboksilat pada rantai asetat mudah dikopling menjadi amida atau ester menggunakan reagen kopling standar, sementara gugus hidroksil tersier pada sangkar adamantana memberi titik polar sekaligus kemungkinan modifikasi lanjutan. Motif hidroksiadamantana ini dikenal muncul pada kerangka senyawa aktif golongan penghambat DPP-4, sehingga bahan ini banyak dikaji sebagai zat antara dalam penelitian sintesis senyawa obat maupun analognya.

Di laboratorium Indonesia, bahan ini banyak dipakai pada riset kimia medisinal, laboratorium pengembangan proses, serta program pascasarjana yang mempelajari rute sintesis senyawa obat. Tersedianya kemasan 1 g dan 5 g memberi fleksibilitas: ukuran kecil sesuai untuk pengujian rute dan optimasi kondisi kopling, sedangkan ukuran lebih besar mendukung sintesis bertahap ketika rute telah mapan. Sifat padatan yang stabil juga memudahkan penyimpanan jangka menengah di lemari bahan kimia laboratorium pada kondisi ruang yang terkendali.

  • Zat antara sintesis kimia medisinal, karena motif hidroksiadamantana memberi kekakuan dan sifat lipofilik yang sering dimanfaatkan dalam perancangan kerangka molekul aktif.
  • Pembentukan amida melalui reaksi kopling, sebab gugus asam asetat pada kerangka adamantana mudah diaktifkan dengan reagen kopling peptida yang umum tersedia di laboratorium.
  • Penelitian analog penghambat enzim, mengingat fragmen adamantana terhidroksilasi dikenal muncul pada kerangka senyawa aktif golongan penghambat DPP-4 dan turunannya.
  • Penyusunan pustaka senyawa dengan keragaman bentuk, karena sangkar adamantana memberi karakter tiga dimensi yang berbeda jauh dari fragmen aromatik datar konvensional.
  • Modifikasi sifat fisikokimia molekul target, sebab penambahan unit adamantana dapat digunakan untuk menyesuaikan lipofilisitas dan stabilitas metabolik pada kajian hubungan struktur-aktivitas.

Merek TCI
Nomor CAS 17768-36-4
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 1 g dan 5 g
Bentuk fisik padatan
Penyimpanan simpan di tempat sejuk, kering, dalam wadah tertutup rapat dan terlindung kelembapan

Simpan 3-Hydroxy-1-adamantaneacetic Acid dalam wadah aslinya yang tertutup rapat, di tempat sejuk, kering, dan berventilasi baik, terpisah dari basa kuat serta bahan pengoksidasi. Hindari paparan kelembapan berlebih dengan menutup botol segera setelah pengambilan dan, bila memungkinkan, menyimpannya di dalam desikator terutama bagi laboratorium di daerah dengan kelembapan tinggi. Gunakan spatula bersih dan kering untuk mencegah kontaminasi silang, serta timbang bahan pada neraca analitik yang terlindung dari aliran udara. Kenakan sarung tangan, kacamata pelindung, dan jas laboratorium, tangani debu halus dengan hati-hati, dan buang limbah sesuai prosedur pengelolaan limbah kimia yang berlaku.

—