4-(Hexyloxy)-2,3,6-trimethylphenol adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi kimia dan sintesis molekul kompleks di laboratorium. Bahan ini termasuk dalam kategori building blocks, yang merupakan komponen dasar untuk pembentukan senyawa-senyawa lebih kompleks. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai bahan baku dalam sintesis senyawa aromatik dan turunannya.
Karakteristik utama dari senyawa ini adalah struktur molekulnya yang kompleks, yang terdiri dari gugus fenol dan rantai alkil heksil. Struktur ini memberikan sifat reaktivitas yang baik terhadap berbagai reaksi kimia seperti substitusi, oksidasi, dan reduksi. Karena sifat tersebut, senyawa ini sangat cocok untuk digunakan dalam penelitian kimia organik dan sintesis senyawa baru.
Dalam konteks laboratorium di Indonesia, senyawa ini digunakan oleh peneliti dan mahasiswa di berbagai institusi pendidikan tinggi dan lembaga penelitian. Bahan ini sangat relevan untuk penelitian di bidang kimia organik, farmasi, dan material. Karena sifatnya yang stabil dan mudah tersedia, senyawa ini menjadi pilihan yang populer dalam berbagai eksperimen kimia.
- Sintesis senyawa aromatik kompleks untuk penelitian farmakologi
- Pengembangan bahan kimia untuk industri kosmetik dan plastik
- Penelitian tentang sifat reaktivitas senyawa fenolik
- Pembuatan senyawa intermediet dalam sintesis obat
- Uji kinerja bahan kimia dalam reaksi polimerisasi
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 148081-72-5 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 50mg, 250mg |
| Bentuk fisik | Padat, berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Senyawa ini harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, menjauh dari paparan sinar matahari langsung. Wadah yang digunakan sebaiknya terbuat dari bahan inert seperti plastik atau gelas, dan harus dilengkapi dengan label yang jelas untuk menghindari kesalahan penggunaan. Dalam penanganan, wajib menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker, karena senyawa ini mungkin bersifat iritatif. Pastikan area kerja tetap bersih dan terkontrol untuk menghindari risiko kontaminasi atau kecelakaan kimia.
—
