Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 1694495-59-4

Alkyne Tyramide TCI H1847

Alkyne Tyramide TCI H1847
Harga reguler Rp 3.512.250,00
Harga reguler Harga obral Rp 3.512.250,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 4-5 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

Alkyne Tyramide (CAS 1694495-59-4) adalah reagen tiramida terfungsionalisasi yang membawa gugus alkuna terminal pada ujung molekulnya. Reagen ini dirancang untuk menggabungkan dua teknik yang sangat kuat dalam biologi molekuler modern: amplifikasi sinyal berbasis tiramida yang diperantarai enzim peroksidase, dan kimia klik azida-alkuna. Ketika tiramida diaktifkan oleh horseradish peroxidase dengan bantuan hidrogen peroksida, terbentuk radikal fenoksil berumur sangat pendek yang akan berikatan kovalen dengan residu kaya elektron pada protein di sekitarnya, sehingga meninggalkan jejak alkuna tepat di lokasi target.

Keunggulan yang membuat reagen ini dipilih adalah pemisahan antara tahap deposisi dan tahap deteksi. Gugus alkuna bersifat kecil, netral secara biologis, dan hampir tidak mengganggu struktur sampel, namun sangat reaktif terhadap azida melalui reaksi sikloadisi terkatalisis tembaga maupun varian bebas tembaga. Dengan demikian, peneliti dapat menyimpan sampel yang telah terlabeli lalu memilih pewarna fluoresen, biotin, atau probe massa apa pun sesuai kebutuhan eksperimen berikutnya. Radius pelabelan yang sangat sempit, akibat umur radikal yang pendek, memberikan resolusi spasial tinggi sehingga cocok untuk pemetaan proksimitas. Kemasan 50 mg memadai untuk banyak seri percobaan karena konsentrasi kerja umumnya rendah.

Di laboratorium Indonesia, reagen semacam ini mulai banyak digunakan pada riset biologi sel, imunohistokimia lanjutan, dan patologi molekuler di rumah sakit pendidikan serta pusat riset biomedis. Kemampuannya memperkuat sinyal sangat membantu ketika target yang diamati berjumlah sedikit, misalnya penanda kanker atau protein regulator dengan ekspresi rendah. Fleksibilitas memilih probe deteksi juga memudahkan penyesuaian dengan instrumen mikroskop fluoresensi yang tersedia di masing-masing fasilitas.

  • Amplifikasi sinyal tiramida (TSA) pada imunohistokimia: memperkuat sinyal antigen berekspresi rendah sehingga target yang semula tidak terdeteksi menjadi terlihat jelas pada jaringan.
  • Pelabelan proksimitas berbasis peroksidase: memetakan protein yang berada dekat dengan enzim umpan, memanfaatkan radius difusi radikal yang sangat sempit untuk resolusi spasial tinggi.
  • Pencitraan multipleks: memungkinkan pendeteksian beberapa target berurutan pada satu preparat karena pewarna dipasang belakangan melalui reaksi klik yang bersifat bioortogonal.
  • Hibridisasi in situ berpendar (FISH) dengan amplifikasi: meningkatkan intensitas sinyal probe asam nukleat sehingga transkrip dengan salinan rendah dapat divisualisasikan dengan andal.
  • Persiapan sampel proteomik: jejak alkuna dapat direaksikan dengan azida-biotin untuk pengayaan afinitas sebelum identifikasi protein menggunakan spektrometri massa.

Merek TCI
Nomor CAS 1694495-59-4
Rumus molekul
Kemurnian
Kategori Chemistry > Chemical Biology > Conjugation Chemistry/Click Chemistry
Ukuran kemasan 50 mg
Bentuk fisik padatan/serbuk
Penyimpanan simpan dingin dan kering, terlindung dari cahaya; ikuti keterangan pada label dan sertifikat analisis

Reagen ini sebaiknya disimpan dalam keadaan dingin sesuai anjuran label, di dalam wadah tertutup rapat yang terlindung dari cahaya dan kelembapan. Biarkan vial mencapai suhu ruang sebelum dibuka agar uap air tidak mengembun pada serbuk, lalu tutup kembali segera setelah penimbangan. Larutan induk dalam pelarut organik seperti dimetil sulfoksida sebaiknya dibuat segar, dibagi dalam alikuot kecil, dan disimpan beku untuk menghindari siklus beku-cair berulang yang dapat menurunkan kinerja pelabelan. Gunakan sarung tangan, kacamata pelindung, dan jas laboratorium, serta hindari kontak dengan kulit dan mata. Buang sisa reagen sesuai prosedur limbah kimia laboratorium.