Langsung ke informasi produk
1 dari 2

TCI

CAS 938-97-6

DL-2-(4-Hydroxyphenyl)glycine, CAS 938-97-6, TCI H1853

DL-2-(4-Hydroxyphenyl)glycine, CAS 938-97-6, TCI H1853

Identitas Kimia

No. CAS
938-97-6
Kemurnian
>95.0%(HPLC)(T)
Harga reguler Rp 1.220.100,00
Harga reguler Rp 868.350,00 Harga obral Rp 1.220.100,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

DL-2-(4-Hydroxyphenyl)glycine (CAS 938-97-6) adalah asam amino non-proteinogenik berbentuk rasemat yang memiliki gugus amino dan karboksil terikat langsung pada karbon yang juga menyandang cincin fenol. Struktur arilglisina ini menjadikannya bahan yang sangat dikenal dalam kimia peptida maupun kimia farmasi, karena kerangka 4-hidroksifenilglisina merupakan bagian rantai samping pada sejumlah antibiotik beta-laktam semisintetik. Di laboratorium, senyawa ini digunakan sebagai bahan awal sintesis, sebagai unit pembangun peptida tak lazim, dan sebagai substrat pada penelitian biokatalisis.

Sifat yang membuat senyawa ini dipilih adalah kombinasi tiga gugus fungsi reaktif dalam molekul yang relatif kecil: amina, asam karboksilat, dan fenol. Ketiganya dapat dilindungi maupun dimodifikasi secara selektif, sehingga memberi banyak kebebasan dalam perancangan sintesis. Cincin aromatik dengan gugus hidroksil memberi kemampuan berikatan hidrogen sekaligus serapan ultraviolet yang membantu pemantauan reaksi dan analisis kromatografi. Bentuk rasematnya justru menguntungkan pada penelitian resolusi kiral, baik secara enzimatik maupun melalui pembentukan garam diastereomer, karena menyediakan kedua enantiomer sekaligus sebagai bahan uji. Kemasan 25 g memadai untuk sintesis skala preparatif.

Di laboratorium Indonesia, senyawa ini dipakai pada riset kimia farmasi, kimia organik sintesis, dan bioteknologi enzim di perguruan tinggi serta lembaga penelitian. Kajian mengenai sintesis antibiotik, pengembangan metode resolusi enantiomer, dan pemanfaatan enzim untuk reaksi stereoselektif menjadikan bahan ini pilihan yang ekonomis sebagai titik awal. Selain itu, sifatnya sebagai padatan yang stabil memudahkan penyimpanan jangka menengah di laboratorium dengan fasilitas terbatas.

  • Sintesis antibiotik beta-laktam: dipakai sebagai prekursor rantai samping pada pembuatan turunan penisilin dan sefalosporin semisintetik di skala laboratorium.
  • Riset resolusi kiral: bentuk rasematnya menjadi substrat ideal untuk menguji enzim asilase, amidase, atau metode pembentukan garam diastereomer yang selektif.
  • Kimia peptida: digunakan sebagai residu asam amino tidak lazim untuk menyisipkan kekakuan konformasi dan gugus fenol pada rangkaian peptida sintetik.
  • Biokatalisis enzimatik: berfungsi sebagai substrat model dalam penelitian transaminase, hidantoinase, dan enzim lain yang menghasilkan asam amino enantiomurni.
  • Sintesis blok bangunan farmasi: ketiga gugus fungsinya dimanfaatkan untuk membangun heterosiklik, turunan amida, atau ligan pada pengembangan senyawa kandidat obat.

Merek TCI
Nomor CAS 938-97-6
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Chemical Biology > Peptide Chemistry
Ukuran kemasan 25 g
Bentuk fisik padatan/serbuk kristal berwarna putih hingga hampir putih
Penyimpanan simpan di tempat sejuk, kering, dan tertutup rapat; ikuti keterangan pada label produk

Simpan bahan ini dalam wadah asli yang tertutup rapat, di tempat sejuk, kering, dan berventilasi baik, terhindar dari sinar matahari langsung serta bahan pengoksidasi kuat. Gugus fenol pada strukturnya dapat perlahan menggelap bila terpapar udara dan cahaya dalam waktu lama, sehingga penyimpanan dalam wadah buram atau lemari tertutup sangat dianjurkan. Buka kemasan seperlunya dan gunakan spatula kering agar tidak terjadi kontaminasi atau penyerapan uap air. Saat menimbang, kenakan sarung tangan, kacamata pelindung, dan jas laboratorium, serta hindari menghirup debu halus dengan bekerja di area berventilasi memadai. Buang limbah sesuai prosedur laboratorium.

  • POWAR dkk. (1990). ChemInform Abstract: Synthesis of DL‐2‐(p‐Hydroxyphenyl)glycine by the Ammonolysis of p‐Hydroxymandelic Acid Obtained by the Condensation of Phenol with Glyoxalic Acid.. ChemInform doi:10.1002/chin.199003278
  • SHIRAIWA dkk. (1990). ChemInform Abstract: Asymmetric Transformation of N‐Acetyl‐(RS)‐2‐(4‐hydroxyphenyl)glycine.. ChemInform doi:10.1002/chin.199048268

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.