Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 108985-27-9

2-Heptyl-3-hydroxyquinolin-4(1H)-one TCI H1855

2-Heptyl-3-hydroxyquinolin-4(1H)-one TCI H1855

Identitas Kimia

No. CAS
108985-27-9
Kemurnian
>95.0%(HPLC)(qN
Harga reguler Rp 6.042.750,00
Harga reguler Harga obral Rp 6.042.750,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

2-Heptyl-3-hydroxyquinolin-4(1H)-one (CAS 108985-27-9) adalah senyawa alkaloid kuinolon yang dikenal luas dalam mikrobiologi sebagai molekul sinyal quorum sensing, yaitu sistem komunikasi antarsel yang digunakan bakteri untuk mengoordinasikan perilaku kelompok. Senyawa ini diproduksi oleh bakteri *Pseudomonas aeruginosa* dan berperan mengatur ekspresi sejumlah faktor virulensi serta pembentukan biofilm. Di laboratorium, senyawa ini dipakai sebagai standar dan sebagai senyawa uji dalam penelitian mengenai patogenesis bakteri, penghambatan quorum sensing, dan pengembangan strategi antivirulensi.

Karakteristik yang membuatnya bernilai adalah aktivitas biologisnya yang sangat spesifik pada konsentrasi rendah. Struktur inti kuinolon dengan gugus hidroksil pada posisi tiga dan rantai heptil pada posisi dua memberikan keseimbangan antara sifat lipofilik yang memudahkan penembusan membran dan kemampuan mengikat protein reseptor secara selektif. Senyawa ini juga dikenal mampu mengikat ion besi, sifat yang menghubungkannya dengan pengaturan ketersediaan zat besi pada komunitas bakteri. Karena bekerja pada kadar sangat kecil, kemasan 10 mg umumnya sudah mencukupi untuk banyak rangkaian percobaan, termasuk pembuatan deret pengenceran dan kurva dosis-respons.

Di laboratorium Indonesia, senyawa ini relevan bagi kelompok riset mikrobiologi klinis, farmasi, dan bioteknologi yang menaruh perhatian pada resistensi antimikroba dan infeksi terkait biofilm. Pencarian senyawa penghambat quorum sensing dari bahan alam Indonesia merupakan tema riset yang terus berkembang, dan standar molekul sinyal seperti ini diperlukan sebagai pembanding positif agar hasil uji dapat ditafsirkan dengan benar. Kemasan kecil juga sesuai dengan kebutuhan penelitian skala laboratorium.

  • Riset quorum sensing: dipakai sebagai molekul sinyal pembanding untuk mempelajari pengaturan ekspresi gen virulensi pada kultur bakteri Gram negatif.
  • Uji pembentukan biofilm: ditambahkan pada media untuk menelaah pengaruh sinyal kuinolon terhadap pembentukan, kematangan, dan ketahanan biofilm bakteri.
  • Penapisan senyawa antivirulensi: berfungsi sebagai kontrol positif ketika menguji kandidat penghambat quorum sensing dari ekstrak bahan alam maupun senyawa sintetik.
  • Studi reporter gen: digunakan mengaktifkan sistem pelaporan berbasis luminesensi atau fluoresensi untuk mengukur respons bakteri terhadap sinyal secara kuantitatif.
  • Kajian interaksi inang-patogen: dipakai mempelajari respons sel imun dan sel epitel terhadap molekul sinyal bakteri pada model infeksi in vitro.

Merek TCI
Nomor CAS 108985-27-9
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Life Science > Biochemicals and Reagents > Bioactive Compounds
Ukuran kemasan 10 mg
Bentuk fisik padatan/serbuk berwarna putih hingga kekuningan
Penyimpanan simpan dingin, kering, dan terlindung dari cahaya; ikuti keterangan label dan sertifikat analisis

Simpan senyawa ini dalam wadah tertutup rapat pada kondisi dingin sesuai anjuran label, terlindung dari cahaya dan kelembapan. Karena jumlah yang tersedia kecil dan digunakan pada konsentrasi rendah, biarkan vial mencapai suhu ruang sebelum dibuka agar tidak ada uap air yang mengembun, lalu timbang dengan neraca analitik menggunakan spatula bersih dan kering. Larutan induk biasanya dibuat dalam pelarut organik seperti dimetil sulfoksida atau metanol, dibagi menjadi alikuot kecil, dan disimpan beku untuk menghindari siklus beku-cair berulang. Gunakan sarung tangan, kacamata pelindung, dan jas laboratorium; tangani sisa kultur dan limbah sesuai prosedur biosafety serta pengelolaan limbah laboratorium.

—