Tetrahydro-2H-pyran-2-ol adalah senyawa heterosiklik beranggota enam yang mengandung satu atom oksigen dalam cincin serta gugus hidroksil pada posisi dua, sehingga secara struktural merupakan sebuah laktol atau hemiasetal siklik. Senyawa ini berada dalam kesetimbangan dengan bentuk rantai terbuka, yaitu 5-hidroksipentanal, sehingga dapat dipandang sebagai aldehida yang tersamarkan dalam bentuk cincin yang lebih mudah ditangani. Sifat ganda inilah yang menjadikannya bahan antara bernilai dalam sintesis organik, terutama ketika kimiawan membutuhkan aldehida yang stabil saat disimpan.
Karakteristik yang membuat senyawa ini dipilih adalah kemampuannya membebaskan gugus aldehida secara in situ ketika kondisi reaksi menuntutnya, tanpa perlu menyimpan aldehida bebas yang cenderung mudah teroksidasi atau berpolimerisasi. Peneliti dapat langsung memanfaatkannya dalam reaksi Wittig, aminasi reduktif, maupun berbagai adisi nukleofilik terhadap karbonil, sekaligus memperoleh rantai lima karbon dengan ujung hidroksil yang siap difungsionalisasi lebih lanjut. Cincin tetrahidropiran sendiri merupakan motif struktural yang sering dijumpai pada produk alami dan senyawa berkhasiat, sehingga senyawa ini juga berguna sebagai titik awal menuju kerangka yang lebih kompleks.
Di laboratorium Indonesia, reagen ini umum digunakan kelompok riset sintesis organik dan kimia produk alami yang membangun senyawa dengan rantai karbon terfungsionalisasi pada kedua ujungnya. Kemasan 1 gram dan 5 gram sesuai untuk pekerjaan riset berskala laboratorium serta sintesis multi-tahap tingkat menengah. Karena laktol termasuk senyawa yang sebaiknya disimpan dingin, laboratorium perlu menyediakan ruang penyimpanan berpendingin yang memadai dan menerapkan pencatatan pemakaian agar kondisi bahan tetap terpantau sepanjang masa penggunaannya.
- Sumber aldehida tersamarkan dalam sintesis organik, karena bentuk laktolnya jauh lebih stabil disimpan dibandingkan 5-hidroksipentanal rantai terbuka yang mudah terdegradasi.
- Substrat reaksi Wittig dan olefinasi terkait, sebab kesetimbangan dengan bentuk aldehida memungkinkan pembentukan alkena berujung hidroksil dalam satu rangkaian tahap.
- Bahan awal aminasi reduktif, mengingat karbonil yang terbebaskan dapat langsung dikondensasikan dengan amina lalu direduksi menjadi amina rantai panjang terfungsionalisasi.
- Balok penyusun menuju kerangka tetrahidropiran, karena motif cincin ini sering dijumpai pada produk alami dan menjadi target penting dalam sintesis total.
- Reagen kajian kesetimbangan hemiasetal, sebab senyawa ini menjadi model klasik untuk mengamati keseimbangan bentuk siklik dan rantai terbuka secara spektroskopik.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 694-54-2 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 1 g; 5 g |
| Bentuk fisik | rujuk lembar data dan CoA lot yang diterima |
| Penyimpanan | simpan dingin dalam wadah tertutup rapat, hindari kelembapan dan paparan udara berlebih |
Simpan senyawa laktol ini pada kondisi dingin sesuai anjuran pemasok, dalam wadah tertutup rapat dan sedapat mungkin di bawah atmosfer gas inert. Hemiasetal siklik berada dalam kesetimbangan dengan bentuk aldehidanya, sehingga paparan udara, panas, maupun kelembapan berkepanjangan dapat memicu oksidasi atau oligomerisasi yang menurunkan mutu bahan. Biarkan wadah mencapai suhu ruang sebelum dibuka agar tidak terjadi pengembunan air. Kenakan sarung tangan nitril, jas laboratorium, dan kacamata pengaman, serta tangani senyawa di dalam lemari asam. Gunakan jarum suntik atau spatula bersih dan kering, lalu segera tutup kembali wadah setelah pengambilan.
—
