Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 659-40-5

Hexamidine Diisethionate TCI H1927

Hexamidine Diisethionate TCI H1927
Harga reguler Rp 1.510.950,00
Harga reguler Harga obral Rp 1.510.950,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 4-5 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

Hexamidine Diisethionate dengan nomor CAS 659-40-5 adalah garam isetionat dari heksamidina, sebuah senyawa aromatik bergugus amidina yang tergolong dalam kelompok bahan antimikroba. Dalam kategori Life Science, senyawa ini dikelompokkan sebagai reagen biokimia pada lini antibiotik dan banyak dipakai pada penelitian mikrobiologi serta kajian bahan pengawet. Kehadirannya di laboratorium membantu peneliti mempelajari daya hambat terhadap mikroorganisme, mengevaluasi sistem pengawetan formulasi, serta menelaah mekanisme kerja senyawa kationik terhadap membran sel mikroba secara terkendali dan terdokumentasi.

Senyawa ini dipilih karena bentuk garam diisetionatnya memberikan kelarutan yang jauh lebih baik dalam media berair dibanding basa bebasnya, sehingga mudah disiapkan menjadi larutan induk untuk uji aktivitas. Karakter kationik dari gugus amidina memungkinkan interaksi kuat dengan permukaan sel mikroba yang bermuatan negatif, sebuah sifat yang menjadi dasar banyak kajian mekanisme antimikroba. Bentuk garam padat juga lebih mudah ditimbang secara akurat dan umumnya lebih stabil dalam penyimpanan dibanding bentuk cair, sehingga menunjang reprodusibilitas antar percobaan.

Laboratorium di Indonesia memanfaatkan senyawa semacam ini pada penelitian mikrobiologi farmasi, pengembangan dan pengujian sediaan topikal, serta evaluasi sistem pengawet pada produk kosmetik dan perawatan diri. Institusi pendidikan dan lembaga riset menggunakannya sebagai pembanding dalam uji kepekaan mikroba maupun sebagai bahan kajian resistensi. Tersedianya kemasan 5 g dan 25 g memungkinkan penyesuaian antara kebutuhan riset skala kecil yang sering memakai larutan encer dan kegiatan pengujian rutin yang menuntut pasokan lebih besar.

  • Uji aktivitas antimikroba secara in vitro, karena kelarutannya yang baik dalam air memudahkan penyiapan seri pengenceran untuk penentuan konsentrasi hambat minimum.
  • Penelitian sistem pengawet sediaan topikal dan kosmetik, sebab senyawa ini lazim ditelaah sebagai bahan pengendali pertumbuhan mikroba dalam formulasi.
  • Kajian mekanisme kerja senyawa kationik, mengingat gugus amidina bermuatan positif berinteraksi dengan membran sel mikroba yang bermuatan negatif secara khas.
  • Penyusunan media dan sistem uji selektif, karena aktivitas hambatnya dapat dimanfaatkan peneliti untuk menekan pertumbuhan kelompok mikroba tertentu pada percobaan terkendali.
  • Bahan pembanding pada validasi metode analisis, sebab identitas dan bentuk garamnya yang jelas menunjang pembuatan larutan standar untuk kromatografi maupun spektrofotometri.

Merek TCI
Nomor CAS 659-40-5
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Life Science > Biochemicals and Reagents > Antibiotics
Ukuran kemasan 5 g dan 25 g
Bentuk fisik garam organik padat (bentuk diisetionat); rincian mengikuti keterangan label dan lembar data produsen
Penyimpanan simpan tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari kelembapan serta cahaya

Simpan dalam wadah asli yang tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan gelap, serta ikuti anjuran suhu penyimpanan yang tercantum pada label produsen. Sebagai garam organik, bahan ini dapat menyerap uap air sehingga penggunaan desikator sangat dianjurkan pada laboratorium beriklim lembap. Timbang menggunakan spatula bersih dan kering, hindari pembentukan debu, dan lakukan penanganan di area berventilasi baik atau di dalam lemari asam. Kenakan sarung tangan, masker, kacamata pelindung, dan jas laboratorium karena senyawa antimikroba dapat mengiritasi kulit serta selaput lendir. Kelola limbah sesuai prosedur institusi dan rujuk lembar data keselamatan resmi.

  • Pinna dkk. (2020). In Vitro Antimicrobial Activity of a New Ophthalmic Solution Containing Hexamidine Diisethionate 0.05% (Keratosept). Cornea doi:10.1097/ico.0000000000002375
  • Cherian dkk. (2023). Hexamidine and Hexamidine Diisethionate. International Journal of Toxicology doi:10.1177/10915818231204273
  • Domingos‐Ancement dkk. (2025). Axillary Contact Dermatitis in an Adult Caused by Hexamidine Diisethionate From Baby Wipes Labelled “Pure Water”. Contact Dermatitis doi:10.1111/cod.70055

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.