N-(2-Hydroxyethyl)benzamide dengan nomor CAS 18838-10-3 adalah senyawa amida aromatik yang membawa rantai samping hidroksietil pada atom nitrogen. Sebagai building block non-heterosiklik, senyawa ini menyediakan tiga elemen struktural sekaligus dalam satu molekul: cincin benzena yang kaku, ikatan amida yang stabil, dan gugus hidroksil primer yang reaktif. Kombinasi tersebut menjadikannya bahan awal yang serbaguna bagi peneliti sintesis organik, kimia medisinal, maupun kimia material yang memerlukan kerangka aromatik dengan titik fungsionalisasi yang jelas dan mudah diakses.
Alasan utama pemilihan senyawa ini adalah reaktivitas selektifnya. Gugus hidroksil primer dapat diesterifikasi, dieterifikasi, dioksidasi, atau diubah menjadi gugus pergi untuk reaksi substitusi, sementara ikatan amida bertahan pada sebagian besar kondisi reaksi tersebut. Ikatan amida juga mampu membentuk ikatan hidrogen sebagai donor sekaligus akseptor, sifat yang penting dalam rancangan molekul bioaktif maupun kajian kristalografi dan supramolekul. Cincin benzena memberi kekakuan struktur serta kemungkinan modifikasi lanjutan melalui reaksi substitusi aromatik bila diperlukan.
Di lingkungan laboratorium Indonesia, senyawa ini banyak digunakan pada riset sintesis di program pascasarjana kimia, pengembangan intermediet farmasi, serta kajian rancangan molekul berbasis ikatan hidrogen. Kemasan 200 mg dan 1 g sangat sesuai dengan pola penelitian eksploratif yang bekerja pada skala kecil dengan banyak variasi kondisi. Ukuran 200 mg memudahkan penjajakan awal tanpa pemborosan, sedangkan 1 g memberi ruang untuk pengulangan dan pemurnian setelah kondisi reaksi optimal ditemukan.
Produk TCI terkait
- TCI C2309 41859-57-8 4-Chloro-N-[2-(4-hydroxyphenyl)ethyl]benzamide
- TCI T1679 3645-00-9 2-Hydroxyethyl Methyl Terephthalate
- TCI B3429 959-26-2 Bis(2-hydroxyethyl) Terephthalate
- TCI A1059 542-59-6 2-Hydroxyethyl Acetate
- TCI H1910 94-33-7 2-Hydroxyethyl Benzoate
- TCI H1844 1201-91-8 4-[(2-Hydroxyethyl)(methyl)amino]benzaldehyde
- Bahan awal sintesis organik bertahap, karena gugus hidroksil primernya dapat diubah secara selektif tanpa mengganggu ikatan amida aromatik yang lebih tahan.
- Riset kimia medisinal, sebab kerangka benzamida merupakan motif yang sering muncul pada senyawa bioaktif sehingga bermanfaat sebagai titik awal eksplorasi struktur.
- Kajian ikatan hidrogen dan kimia supramolekul, mengingat gugus amida dan hidroksil sama-sama berperan sebagai donor maupun akseptor proton.
- Intermediet sintesis polimer fungsional, karena gugus hidroksil dapat berperan sebagai titik sambung pada reaksi poliesterifikasi maupun pembentukan uretan.
- Senyawa rujukan analisis spektroskopi, sebab pola serapan amida dan hidroksil pada spektrum inframerah maupun NMR sangat khas sehingga cocok untuk pelatihan interpretasi.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 18838-10-3 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 200 mg dan 1 g |
| Bentuk fisik | senyawa amida aromatik; rincian wujud mengikuti keterangan label dan lembar data produsen |
| Penyimpanan | simpan tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari kelembapan |
Simpan dalam wadah asli yang tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya langsung. Karena tersedia dalam kemasan kecil, setiap kali pengambilan sebaiknya dilakukan dengan spatula bersih dan kering agar tidak terjadi kontaminasi yang mengurangi mutu sisa bahan. Penyimpanan di dalam desikator dianjurkan pada laboratorium dengan kelembapan tinggi. Hindari kontak dengan oksidator kuat serta asam dan basa kuat yang dapat menghidrolisis ikatan amida. Kenakan sarung tangan, kacamata pelindung, dan jas laboratorium saat menimbang, hindari pembentukan debu, dan rujuk lembar data keselamatan resmi sebelum bekerja.
- Manda dkk. (2006). Laccase-induced derivatization of unprotected amino acid L-tryptophan by coupling with p-hydroquinone 2,5-dihydroxy-N-(2-hydroxyethyl)-benzamide. Amino Acids doi:10.1007/s00726-005-0276-8
- Manda dkk. (2007). Carbon-oxygen bond formation by fungal laccases: cross-coupling of 2,5-dihydroxy-N-(2-hydroxyethyl)-benzamide with the solvents water, methanol, and other alcohols. Applied Microbiology and Biotechnology doi:10.1007/s00253-007-1024-7
- Manda dkk. (2005). Laccase-induced cross-coupling of 4-aminobenzoic acid with para-dihydroxylated compounds 2,5-dihydroxy-N-(2-hydroxyethyl)-benzamide and 2,5-dihydroxybenzoic acid methyl ester. Journal of Molecular Catalysis B: Enzymatic doi:10.1016/j.molcatb.2005.06.001
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
