Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 18838-10-3

N-(2-Hydroxyethyl)benzamide TCI H1930

N-(2-Hydroxyethyl)benzamide TCI H1930

Identitas Kimia

No. CAS
18838-10-3
Kemurnian
>95.0%(GC)(qNMR
Harga reguler Rp 2.730.000,00
Harga reguler Harga obral Rp 2.730.000,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

N-(2-Hydroxyethyl)benzamide dengan nomor CAS 18838-10-3 adalah senyawa amida aromatik yang membawa rantai samping hidroksietil pada atom nitrogen. Sebagai building block non-heterosiklik, senyawa ini menyediakan tiga elemen struktural sekaligus dalam satu molekul: cincin benzena yang kaku, ikatan amida yang stabil, dan gugus hidroksil primer yang reaktif. Kombinasi tersebut menjadikannya bahan awal yang serbaguna bagi peneliti sintesis organik, kimia medisinal, maupun kimia material yang memerlukan kerangka aromatik dengan titik fungsionalisasi yang jelas dan mudah diakses.

Alasan utama pemilihan senyawa ini adalah reaktivitas selektifnya. Gugus hidroksil primer dapat diesterifikasi, dieterifikasi, dioksidasi, atau diubah menjadi gugus pergi untuk reaksi substitusi, sementara ikatan amida bertahan pada sebagian besar kondisi reaksi tersebut. Ikatan amida juga mampu membentuk ikatan hidrogen sebagai donor sekaligus akseptor, sifat yang penting dalam rancangan molekul bioaktif maupun kajian kristalografi dan supramolekul. Cincin benzena memberi kekakuan struktur serta kemungkinan modifikasi lanjutan melalui reaksi substitusi aromatik bila diperlukan.

Di lingkungan laboratorium Indonesia, senyawa ini banyak digunakan pada riset sintesis di program pascasarjana kimia, pengembangan intermediet farmasi, serta kajian rancangan molekul berbasis ikatan hidrogen. Kemasan 200 mg dan 1 g sangat sesuai dengan pola penelitian eksploratif yang bekerja pada skala kecil dengan banyak variasi kondisi. Ukuran 200 mg memudahkan penjajakan awal tanpa pemborosan, sedangkan 1 g memberi ruang untuk pengulangan dan pemurnian setelah kondisi reaksi optimal ditemukan.

  • Bahan awal sintesis organik bertahap, karena gugus hidroksil primernya dapat diubah secara selektif tanpa mengganggu ikatan amida aromatik yang lebih tahan.
  • Riset kimia medisinal, sebab kerangka benzamida merupakan motif yang sering muncul pada senyawa bioaktif sehingga bermanfaat sebagai titik awal eksplorasi struktur.
  • Kajian ikatan hidrogen dan kimia supramolekul, mengingat gugus amida dan hidroksil sama-sama berperan sebagai donor maupun akseptor proton.
  • Intermediet sintesis polimer fungsional, karena gugus hidroksil dapat berperan sebagai titik sambung pada reaksi poliesterifikasi maupun pembentukan uretan.
  • Senyawa rujukan analisis spektroskopi, sebab pola serapan amida dan hidroksil pada spektrum inframerah maupun NMR sangat khas sehingga cocok untuk pelatihan interpretasi.

Merek TCI
Nomor CAS 18838-10-3
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 200 mg dan 1 g
Bentuk fisik senyawa amida aromatik; rincian wujud mengikuti keterangan label dan lembar data produsen
Penyimpanan simpan tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari kelembapan

Simpan dalam wadah asli yang tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya langsung. Karena tersedia dalam kemasan kecil, setiap kali pengambilan sebaiknya dilakukan dengan spatula bersih dan kering agar tidak terjadi kontaminasi yang mengurangi mutu sisa bahan. Penyimpanan di dalam desikator dianjurkan pada laboratorium dengan kelembapan tinggi. Hindari kontak dengan oksidator kuat serta asam dan basa kuat yang dapat menghidrolisis ikatan amida. Kenakan sarung tangan, kacamata pelindung, dan jas laboratorium saat menimbang, hindari pembentukan debu, dan rujuk lembar data keselamatan resmi sebelum bekerja.

  • Manda dkk. (2006). Laccase-induced derivatization of unprotected amino acid L-tryptophan by coupling with p-hydroquinone 2,5-dihydroxy-N-(2-hydroxyethyl)-benzamide. Amino Acids doi:10.1007/s00726-005-0276-8
  • Manda dkk. (2007). Carbon-oxygen bond formation by fungal laccases: cross-coupling of 2,5-dihydroxy-N-(2-hydroxyethyl)-benzamide with the solvents water, methanol, and other alcohols. Applied Microbiology and Biotechnology doi:10.1007/s00253-007-1024-7
  • Manda dkk. (2005). Laccase-induced cross-coupling of 4-aminobenzoic acid with para-dihydroxylated compounds 2,5-dihydroxy-N-(2-hydroxyethyl)-benzamide and 2,5-dihydroxybenzoic acid methyl ester. Journal of Molecular Catalysis B: Enzymatic doi:10.1016/j.molcatb.2005.06.001

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.