Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 94-33-7

2-Hydroxyethyl Benzoate TCI H1910

2-Hydroxyethyl Benzoate TCI H1910

Identitas Kimia

No. CAS
94-33-7
Kemurnian
>95.0%(GC)
Harga reguler Rp 2.730.000,00
Harga reguler Harga obral Rp 2.730.000,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI H1910 2-Hydroxyethyl Benzoate adalah ester hasil reaksi asam benzoat dengan etilena glikol, sehingga molekulnya memiliki cincin aromatik di satu sisi dan gugus hidroksil bebas di sisi lain. Struktur setengah terproteksi seperti ini menjadikannya blok bangunan non-heterosiklik yang praktis bagi kimiawan sintesis, karena satu gugus hidroksil glikol sudah terikat sebagai ester sementara gugus lainnya masih bebas untuk direaksikan lebih lanjut. Di laboratorium, senyawa ini juga sering dipakai sebagai substrat model pada kajian reaksi esterifikasi, transesterifikasi, dan hidrolisis.

Sifat yang membuatnya menarik adalah adanya dua pusat reaktivitas yang berbeda sifat dalam satu molekul sederhana: gugus ester aromatik yang relatif stabil namun dapat dihidrolisis pada kondisi basa atau enzimatik, serta gugus hidroksil primer yang siap dieterifikasi, diasilasi, dioksidasi, atau diubah menjadi gugus pergi. Cincin benzoat memberikan serapan ultraviolet yang kuat, sehingga senyawa ini dan turunannya mudah dipantau dengan detektor UV pada kromatografi cair. Kehadiran gugus hidroksil juga meningkatkan kepolaran dibandingkan ester benzoat sederhana, sehingga kelarutannya dalam pelarut polar cukup baik.

Di laboratorium Indonesia, senyawa ini banyak digunakan pada riset kimia organik, kimia polimer, dan bioteknologi enzim di perguruan tinggi serta lembaga penelitian. Kelompok yang mengembangkan biokatalisis memanfaatkannya sebagai substrat untuk mengukur aktivitas esterase dan lipase, sementara kelompok polimer menggunakannya sebagai model monomer berujung hidroksil. Kemasan 200 mg dan 1 g sesuai dengan pola kerja riset skala kecil, terutama pada tahap penapisan kondisi reaksi sebelum percobaan diperbesar.

  • Substrat uji esterase dan lipase: cincin benzoat yang menyerap ultraviolet memudahkan pemantauan laju hidrolisis enzimatik secara langsung menggunakan spektrofotometer maupun kromatografi cair.
  • Blok bangunan glikol terlindung sebagian: satu gugus hidroksil sudah terikat sebagai ester sehingga kimiawan dapat memodifikasi ujung bebasnya tanpa reaksi ganda yang tidak diinginkan.
  • Model kajian transesterifikasi: struktur sederhana dengan satu gugus ester tunggal membuat pemantauan konversi dan pemilihan katalis menjadi jauh lebih mudah ditafsirkan.
  • Prekursor sintesis polimer: gugus hidroksil primer di ujung rantai memungkinkan senyawa dipakai sebagai unit pengawal atau penghenti rantai pada kajian poliester skala laboratorium.
  • Standar pembanding analitik: identitas kimia yang pasti menjadikannya rujukan berguna saat memverifikasi puncak ester benzoat dalam analisis campuran hasil reaksi.

Merek TCI
Nomor CAS 94-33-7
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 200 mg dan 1 g
Bentuk fisik cairan hingga padatan lunak, bergantung pada suhu ruang laboratorium
Penyimpanan simpan di tempat sejuk dan kering, terlindung dari cahaya, wadah tertutup rapat

Simpan 2-Hydroxyethyl Benzoate dalam wadah aslinya yang tertutup rapat, di tempat sejuk, kering, dan terhindar dari sinar matahari langsung. Gugus hidroksil bebas membuat senyawa ini dapat menyerap uap air dari udara lembap, sehingga botol sebaiknya tidak dibiarkan terbuka lebih lama daripada yang diperlukan, terutama pada ruang laboratorium dengan kelembapan tinggi. Gunakan wadah kaca dan spatula atau pipet yang bersih dan kering. Lakukan penimbangan di area berventilasi baik sambil mengenakan sarung tangan, jas laboratorium, dan pelindung mata. Hindari kontak dengan basa kuat yang dapat memicu hidrolisis ester. Buang sisa bahan melalui jalur limbah organik berlabel.

—