TCI H1952 3,3,4,4,5,5-Hexafluorotetrahydro-2H-pyran adalah eter siklik terfluorinasi yang tergolong pelarut khusus. Enam atom fluor menggantikan hidrogen pada tiga karbon cincin tetrahidropiran, menghasilkan pelarut dengan karakter elektronik yang sangat berbeda dari eter siklik konvensional seperti tetrahidrofuran. Di laboratorium, pelarut semacam ini dipakai ketika sebuah reaksi atau sistem material menuntut media yang stabil secara kimia, lembam terhadap banyak reagen, namun tetap memiliki atom oksigen eter yang dapat berinteraksi lemah dengan spesies bermuatan atau logam.
Sifat yang membuatnya dipilih berakar pada elektronegativitas fluor. Gugus fluoroalkil menarik rapat elektron sehingga basisitas oksigen eter menurun tajam dibandingkan tetrahidropiran biasa; hasilnya adalah pelarut yang jauh lebih lemah dalam mengoordinasi, lebih tahan terhadap oksidasi, dan tidak mudah terprotonasi pada kondisi asam. Ikatan karbon-fluor yang kuat memberi stabilitas termal dan ketahanan kimia yang baik, sementara polaritas rendah hingga sedang menjadikannya media menarik untuk sistem yang tidak kompatibel dengan pelarut donor kuat. Struktur cincin yang tertutup juga membuatnya tidak mudah membentuk peroksida sebagaimana eter rantai terbuka tertentu.
Di Indonesia, pelarut terfluorinasi seperti ini umumnya digunakan oleh laboratorium riset elektrokimia dan baterai, kelompok kerja kimia fluor, serta laboratorium material lanjut di universitas dan lembaga penelitian. Kemasan 1 gram dan 5 gram sesuai dengan pola pemakaian pelarut khusus yang biasanya dibutuhkan dalam volume kecil namun dengan tingkat kemurnian yang terjaga.
- Riset elektrolit baterai: pelarut eter terfluorinasi dipelajari sebagai komponen elektrolit karena ketahanan oksidatifnya lebih baik daripada eter konvensional pada potensial tinggi.
- Media reaksi kimia fluor: sifat lembam dan polaritas rendah menjadikannya pelarut yang sesuai untuk reaksi yang terganggu oleh pelarut donor atau koordinasi kuat.
- Studi efek pelarut: basisitas oksigen yang menurun drastis menjadikannya pembanding yang tajam terhadap tetrahidrofuran dalam menelaah pengaruh solvasi pada laju reaksi.
- Pengujian kompatibilitas material: ketahanan kimia dan termal ikatan karbon-fluor berguna untuk menguji perilaku polimer, membran, atau pelapis terhadap media terfluorinasi.
- Sintesis dan pemurnian senyawa fluor: kemiripan sifat dengan senyawa terfluorinasi lain membantu melarutkan substrat yang sukar larut dalam pelarut organik biasa.
| Merek | TCI (Tokyo Chemical Industry) |
|---|---|
| Nomor CAS | 355-09-9 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Solvents > Fluorinated Ether Solvents and Glycol Ether Solvents |
| Ukuran kemasan | 1 g dan 5 g |
| Bentuk fisik | pelarut cair terfluorinasi; konfirmasi deskripsi lot pada label dan Certificate of Analysis |
| Penyimpanan | simpan sejuk, kering, dalam wadah tertutup rapat dan berventilasi baik sesuai petunjuk label pemasok |
Simpan pelarut dalam botol aslinya dengan tutup tersegel rapat, ditempatkan di lemari bahan kimia yang sejuk, kering, dan berventilasi baik serta jauh dari sumber panas maupun nyala api. Karena kemasannya berukuran kecil dan bahan bersifat mudah menguap, sebaiknya botol dibuka sesingkat mungkin untuk menekan kehilangan akibat penguapan sekaligus mencegah masuknya uap air. Gunakan pipet atau syringe kering dan bersih saat pengambilan, dan kerjakan seluruh pemindahan di dalam lemari asam yang berfungsi baik. Kenakan jas laboratorium, sarung tangan yang sesuai, dan kacamata pengaman; hindari menghirup uapnya. Kumpulkan limbah terfluorinasi secara terpisah dan baca Safety Data Sheet sebelum pemakaian.
—
