Langsung ke informasi produk
1 dari 2

TCI

CAS 288-32-4

Imidazol – Imidazole, CAS 288-32-4, TCI I0001

Imidazol – Imidazole, CAS 288-32-4, TCI I0001

Identitas Kimia

No. CAS
288-32-4
PubChem
CID 795·SID 87571411
Rumus molekul
C3H4N2
Berat molekul
68.08 g/mol
Kemurnian
>98.0%(T)
Basis data rujukan
ChEBI·ChemSpider·ECHA·Wikipedia
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
1H-imidazole
SMILES
C1=CN=CN1
InChIKey
RAXXELZNTBOGNW-UHFFFAOYSA-N
Harga reguler Rp 557.550,00
Harga reguler Rp 405.300,00 Harga obral Rp 557.550,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Lihat contoh CoA (contoh format — nilai aktual sesuai lot pengiriman)

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI I0001 Imidazole adalah senyawa heterosiklik aromatik beranggota lima yang memiliki dua atom nitrogen. Struktur ini juga muncul pada asam amino histidin dan pada banyak molekul obat. Di laboratorium, imidazole termasuk reagen yang paling sering dipakai lintas bidang. Ahli kimia organik memakainya sebagai katalis dan basa dalam reaksi proteksi, ahli biokimia memakainya untuk pemurnian protein, dan peneliti material memakainya sebagai bahan dasar cairan ionik serta ligan untuk kompleks logam.

Imidazole dipilih karena sifatnya yang amfoter. Satu atom nitrogennya bersifat basa dan dapat menerima proton, sedangkan nitrogen lainnya membawa hidrogen yang dapat dilepaskan. Gabungan ini membuatnya efektif sebagai katalis nukleofilik dan sebagai basa lemah yang tidak terlalu agresif. Kemiripannya dengan rantai samping histidin membuatnya mampu bersaing memperebutkan ion nikel atau kobalt pada resin afinitas. Kelarutannya yang baik dalam air dan berbagai pelarut organik polar juga memudahkan penyiapan larutan untuk bermacam prosedur.

Di laboratorium Indonesia, imidazole menjadi bahan rutin bagi kelompok riset bioteknologi yang memproduksi protein rekombinan bertanda His, misalnya untuk pengembangan enzim industri atau antigen vaksin. Laboratorium kimia organik di universitas memakainya dalam sintesis multitahap yang melibatkan gugus pelindung silil. Kemasan 25 g cocok untuk percobaan awal, sementara kemasan 100 g dan 500 g lebih efisien bagi fasilitas yang menyiapkan buffer elusi dalam volume besar secara berkala.

  • Elusi protein bertanda His pada kromatografi afinitas logam: imidazole bersaing dengan residu histidin untuk mengikat ion nikel, sehingga protein target dapat dilepas secara terkendali dari resin.
  • Proteksi alkohol dengan gugus silil: imidazole berperan sebagai basa dan katalis nukleofilik dalam pembentukan eter silil, salah satu prosedur proteksi yang paling umum dalam sintesis organik.
  • Sintesis cairan ionik berbasis imidazolium: alkilasi atom nitrogen imidazole menghasilkan garam imidazolium yang menjadi kerangka utama banyak cairan ionik untuk riset pelarut dan elektrolit.
  • Ligan dalam kimia koordinasi: atom nitrogen basa pada imidazole mudah berkoordinasi dengan ion logam transisi, sehingga berguna untuk model sisi aktif metaloprotein dan kerangka koordinasi.
  • Penyusunan larutan buffer biokimia: sifat basa lemahnya memungkinkan imidazole dipakai sebagai komponen buffer pada rentang pH mendekati netral untuk berbagai uji enzimatik.

Merek TCI (kode produk I0001)
Nomor CAS 288-32-4
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 25g, 100g, 500g
Bentuk fisik padatan kristal berwarna putih hingga kekuningan pucat
Penyimpanan simpan tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, terlindung dari kelembapan

Imidazole bersifat higroskopis, sehingga wadah harus selalu ditutup rapat setelah dipakai agar bahan tidak menggumpal atau menyerap air. Simpan di tempat sejuk dan kering, jauh dari asam kuat, oksidator, dan anhidrida asam. Bahan ini dapat menyebabkan iritasi atau luka bakar pada kulit dan mata, dan diklasifikasikan memiliki potensi bahaya terhadap reproduksi. Karena itu, gunakan sarung tangan nitril, kacamata pengaman, dan jas laboratorium, lalu timbang di lemari asam atau area berventilasi baik. Ikuti SDS TCI untuk penanganan tumpahan dan pembuangan limbah.

  • Reznikov (2001). ChemInform Abstract: Reactions of Metalated 1‐Hydroxy‐2,2,4,5,5‐pentamethyl‐2,5‐dihydro‐1H‐imidazole with Functionalized Nitroxyl Radicals Derived from 2,5‐Dihydro‐1H‐imidazole and 2,5‐Dihydro‐1H‐imidazole 3‐Oxide.. ChemInform doi:10.1002/chin.200150108
  • GALEAZZI dkk. (1995). ChemInform Abstract: Improved Synthesis of Imidazole‐2‐carboxaldehyde (III), Imidazole‐2‐ carboxylic Acid (V), and Ethyl Imidazole‐2‐carboxylate (VII).. ChemInform doi:10.1002/chin.199532156
  • Bergstrom dkk. (1991). An efficient route to C-4 linked imidazole nucleosides : synthesis of 2-carbamoyl-4-(2′-deoxy-β-d-ribofuranosyl)imidazole. Tetrahedron Letters doi:10.1016/0040-4039(91)80199-g

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.