Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 120-93-4

2-Imidazolidinone TCI I0005

2-Imidazolidinone TCI I0005

Identitas Kimia

No. CAS
120-93-4
PubChem
CID 8453·SID 87571415
Rumus molekul
C3H6N2O
Berat molekul
86.09 g/mol
Kemurnian
>97.0%(GC)
Basis data rujukan
ChEBI·ChemSpider·ECHA·Wikipedia
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
imidazolidin-2-one
SMILES
C1CNC(=O)N1
InChIKey
YAMHXTCMCPHKLN-UHFFFAOYSA-N
Harga reguler Rp 530.250,00
Harga reguler Harga obral Rp 530.250,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

2-Imidazolidinone, yang lebih dikenal sebagai etilena urea, adalah urea siklik beranggota lima dengan gugus karbonil terapit dua atom nitrogen. Struktur sederhana namun stabil ini menjadikannya balok penyusun heterosiklik yang sangat serbaguna di laboratorium sintesis. Senyawa ini menjadi titik awal pembuatan berbagai turunan imidazolidinon, termasuk auksiliar kiral dan kerangka obat, sekaligus berfungsi sebagai reagen fungsional dalam kimia polimer. Kehadirannya di rak laboratorium biasanya menandakan pekerjaan yang berkaitan dengan modifikasi resin, kimia formaldehida, atau pembangunan cincin nitrogen jenuh secara bertahap.

Alasan senyawa ini banyak dipilih terletak pada keseimbangan antara stabilitas dan reaktivitas terarah. Gugus karbonil ureanya jauh lebih tahan hidrolisis dibanding amida biasa, sehingga cincin bertahan utuh pada banyak kondisi reaksi, sementara kedua atom nitrogen N–H tetap tersedia untuk alkilasi, asilasi, maupun kondensasi dengan aldehida. Bentuknya padatan yang mudah ditangani, larut dalam air dan pelarut polar, serta bersifat higroskopis sehingga perlu dijaga dari kelembapan. Kemampuannya bereaksi dengan formaldehida membentuk turunan metilol menjadi dasar pemanfaatannya sebagai bahan resin penyempurna tekstil dan penangkap formaldehida bebas.

Di laboratorium Indonesia, senyawa ini kerap dijumpai pada riset kimia organik sintetik di perguruan tinggi serta pada laboratorium pengembangan produk tekstil dan pelapis, mengingat industri tekstil nasional menaruh perhatian besar pada pengurangan emisi formaldehida. Kelompok riset farmasi memakainya sebagai kerangka awal senyawa bioaktif. Ketersediaan kemasan 25 g dan 500 g memudahkan peralihan dari percobaan penjajakan menuju sintesis berulang dengan skala lebih besar.

  • Balok penyusun sintesis organik: kedua nitrogen N–H pada cincin dapat difungsionalisasi secara selektif sehingga senyawa ini menjadi titik awal pembuatan turunan imidazolidinon yang beragam.
  • Pengembangan resin tekstil: reaksinya dengan formaldehida menghasilkan turunan metilol yang menjadi dasar agen penyempurna kain tahan kusut dan pelapis permukaan.
  • Penangkap formaldehida bebas: gugus N–H ureanya mengikat formaldehida sisa, sehingga dipakai dalam kajian penurunan emisi pada produk resin dan papan komposit.
  • Sintesis auksiliar dan ligan kiral: kerangka imidazolidinon merupakan inti banyak auksiliar kiral, sehingga senyawa ini berguna bagi riset sintesis asimetrik di laboratorium.
  • Aditif dan modifikasi polimer: stabilitas termal cincin ureanya membuat senyawa ini dipakai sebagai gugus fungsional pada modifikasi poliuretan dan perekat berbasis amino.

Merek TCI
Nomor CAS 120-93-4
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 25 g, 500 g
Bentuk fisik padatan kristalin, bersifat higroskopis
Penyimpanan simpan tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, terlindung dari kelembapan

Karena bersifat menyerap air, senyawa ini sebaiknya disimpan dalam wadah aslinya yang tertutup rapat dan ditempatkan di dalam desikator atau lemari kering, terutama pada laboratorium di wilayah beriklim lembap. Buka botol hanya saat diperlukan dan tutup kembali segera setelah penimbangan agar padatan tidak menggumpal atau berubah bobotnya. Gunakan sarung tangan, kacamata pengaman, dan jas laboratorium, serta lakukan penimbangan di area berventilasi baik untuk mencegah terhirupnya debu halus. Jauhkan dari asam kuat, basa kuat, dan bahan pengoksidasi. Bersihkan tumpahan secara mekanis, lalu lap area kerja dengan kain lembap dan buang limbah sesuai prosedur laboratorium.

  • Takaragi dkk. (1999). Reaction characteristics of cellulose in the LiCl/1,3‐dimethyl‐2‐imidazolidinone solvent system. Cellulose doi:10.1023/a:1009208417954
  • Yang dkk. (2005). Crystal structure of 5-phenylmethylidene-3-(2'-fluorobenzyl)- 2-thio-4-imidazolidinone, C17H13FN2OS. Zeitschrift für Kristallographie - New Crystal Structures doi:10.1524/ncrs.2005.220.14.119
  • (2009). Solid-Supported 2-Imidazolidinone Chiral Auxiliary for Alkylation. Synfacts doi:10.1055/s-0029-1217650

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.