Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 541-28-6

1-Iodo-3-methylbutane (stabilized with Na2S2O3) TCI I0061

1-Iodo-3-methylbutane (stabilized with Na2S2O3) TCI I0061

Identitas Kimia

No. CAS
541-28-6
PubChem
CID 10924·SID 87571465
Rumus molekul
C5H11I
Berat molekul
198.05 g/mol
Kemurnian
>99.0%(GC)
Basis data rujukan
ChemSpider·ECHA
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
1-iodo-3-methylbutane
SMILES
CC(C)CCI
InChIKey
BUZZUHJODKQYTF-UHFFFAOYSA-N
Harga reguler Rp 4.108.650,00
Harga reguler Harga obral Rp 4.108.650,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Volume
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI I0061 1-Iodo-3-methylbutane (stabilized with Na2S2O3), yang juga dikenal sebagai isoamil iodida, adalah reagen alkilasi bercabang yang dipakai untuk memasang gugus isopentil pada molekul target. Sebagai building block non-heterosiklik, senyawa ini menjadi pilihan ketika struktur yang dituju menuntut rantai lima karbon dengan percabangan metil di ujung, motif yang lazim ditemukan pada senyawa turunan terpenoid, bahan pewangi, serta berbagai molekul bioaktif. Kehadiran cabang tersebut memberikan bentuk ruang yang berbeda dibanding rantai lurus, sehingga memengaruhi sifat fisik dan interaksi molekul hasil sintesis.

Daya tarik utama reagen ini terletak pada gugus iodida yang mudah lepas, sehingga reaksi substitusi nukleofilik berlangsung lebih cepat dibanding analog bromida meskipun karbon di dekat pusat reaksi telah membawa percabangan. Karena atom karbon yang diserang tetap merupakan karbon primer, reaksi tipe substitusi bimolekuler masih berjalan baik dengan gangguan sterik yang dapat dikelola. Produk dipasok sebagai cairan yang distabilkan dengan natrium tiosulfat, penstabil yang bekerja mereduksi iodium bebas hasil penguraian oleh cahaya sehingga warna reagen lebih terjaga dan mutunya lebih stabil sepanjang masa simpan.

Laboratorium di Indonesia memanfaatkan isoamil iodida terutama dalam riset kimia bahan alam, sintesis senyawa turunan terpenoid, serta pengembangan senyawa pembanding untuk kajian aroma dan rasa. Kelompok riset yang menelaah metabolit tumbuhan tropis kerap memerlukan gugus isopentil untuk merangkai atau memodifikasi kerangka target. Kemasan 25 mL sesuai dengan pola pemakaian tersebut, yakni percobaan skala kecil hingga menengah yang menekankan ketelitian dan reprodusibilitas ketimbang jumlah bahan yang besar.

  • Pemasangan gugus isopentil pada fenol, alkohol, dan tiol melalui alkilasi berbasis nukleofil, menghasilkan eter serta tioeter bercabang yang sulit diperoleh dari reagen lain.
  • Sintesis senyawa turunan terpenoid dan bahan pewangi, karena motif isopentil merupakan satuan struktur berulang yang khas pada golongan senyawa tersebut.
  • N-alkilasi amina dan heterosiklik bernitrogen untuk menghasilkan amina bercabang, yang berguna sebagai senyawa antara farmasi maupun bahan uji hubungan struktur dan aktivitas.
  • Pembentukan pereaksi Grignard isopentilmagnesium dalam eter anhidrat, menyediakan nukleofil karbon bercabang untuk penambahan pada gugus karbonil dan epoksida.
  • Penyiapan senyawa pembanding analitik pada kajian aroma dan metabolit, ketika standar dengan rantai bercabang tidak tersedia secara komersial dalam bentuk siap pakai.

Merek TCI
Nomor CAS 541-28-6
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 25 mL
Bentuk fisik cairan, distabilkan dengan natrium tiosulfat (Na2S2O3)
Penyimpanan simpan sejuk dan terlindung dari cahaya

Simpan botol dalam keadaan tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan gelap, karena cahaya memicu pelepasan iodium yang membuat cairan menguning hingga kecokelatan. Botol kaca berwarna gelap atau penyimpanan di dalam lemari tertutup sangat dianjurkan, dan penstabil natrium tiosulfat jangan dipisahkan dari isinya. Pengambilan sebaiknya dilakukan di lemari asam menggunakan pipet kaca bersih dan kering, dengan sarung tangan, kacamata pelindung, serta jas laboratorium. Hindari kontak dengan oksidator kuat dan sumber panas, jangan menghirup uapnya, dan kelola sisa bahan sebagai limbah organik berhalogen sesuai prosedur laboratorium.

—