Isatin adalah senyawa kimia yang termasuk dalam kategori heterosiklik dan sering digunakan sebagai bahan dasar dalam sintesis senyawa kompleks. Dengan nomor CAS 91-56-5, isatin memiliki struktur molekuler yang unik yang memungkinkannya berperan dalam berbagai reaksi kimia seperti reaksi Diels-Alder, reaksi substitusi, dan reaksi oksidasi. Bahan ini sangat penting dalam laboratorium kimia karena kemampuannya untuk berikatan dengan berbagai gugus fungsi lainnya, sehingga menjadi bahan utama dalam pembuatan senyawa obat, bahan pewarna, dan bahan baku industri.
Isatin memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu dan dapat bereaksi dengan berbagai reagen seperti asam, basa, dan pelarut organik. Karena sifat ini, isatin sering dipilih dalam penelitian kimia organik karena kemampuannya untuk berpartisipasi dalam reaksi berbagai jenis. Selain itu, isatin juga memiliki daya larut yang baik dalam pelarut seperti etil asetat dan etanol, sehingga memudahkan proses pemisahan dan pemurnian dalam laboratorium.
Di laboratorium di Indonesia, isatin digunakan secara luas dalam penelitian kimia organik, terutama dalam bidang farmasi dan bahan kimia industri. Banyak institusi penelitian dan perguruan tinggi menggunakan isatin sebagai bahan dasar dalam eksperimen sintesis senyawa baru. Karena kehandalannya dalam berbagai reaksi kimia, isatin menjadi pilihan utama para ilmuwan dan peneliti di Indonesia untuk eksperimen yang memerlukan bahan baku yang fleksibel dan efektif.
- Isatin digunakan dalam sintesis senyawa obat karena kemampuannya untuk berikatan dengan berbagai gugus fungsi
- Bahan ini cocok untuk reaksi Diels-Alder karena struktur molekulnya yang stabil dan reaktif
- Isatin sering diterapkan dalam penelitian bahan pewarna karena sifat kimia yang unik dan daya larutnya
- Bahan ini digunakan dalam pembuatan senyawa aromatik karena kemampuannya untuk berpartisipasi dalam reaksi substitusi
- Isatin juga diterapkan dalam analisis kimia untuk identifikasi senyawa heterosiklik dalam sampel kompleks
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 91-56-5 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25g, 100g, 500g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk kristal |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup dan jauh dari cahaya langsung |
Isatin harus disimpan dalam wadah tertutup rapat dan ditempatkan di area yang sejuk serta kering. Hindari paparan langsung terhadap cahaya matahari dan udara bebas untuk mencegah degradasi. Gunakan wadah kaca atau plastik yang tahan terhadap reaksi kimia. Dalam penggunaan, pastikan untuk mengenakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Isatin bersifat kimia yang stabil, tetapi tetap perlu dihandle dengan hati-hati untuk memastikan keselamatan di laboratorium.
- Cheng dkk. (2019). Isatin‐1,2,3‐triazole‐isatin Scaffolds and Their Antibacterial Activity. Journal of Heterocyclic Chemistry doi:10.1002/jhet.3689
- IMANZADEH dkk. (2011). SOLVENT-FREE MICROWAVE MICHAEL ADDITION OF ISATIN AND ANILINE SCHIFF BASE OF ISATIN TO α,β-UNSATURATED ESTERS. Journal of the Chilean Chemical Society doi:10.4067/s0717-97072011000100021
- Malini dkk. (2015). Morita–Baylis–Hillman reaction of pyridine-2, 3, and 4-carboxaldehydes and N-methyl isatin with mono and diacrylates: synthesis of highly functionalized pyridine ligands and isatin derivatives. Tetrahedron Letters doi:10.1016/j.tetlet.2015.07.027
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.

